Elang laut perut putih - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari
Elang-laut dada-putih
Elang-laut perut-putih
Di
Tasmania
Status konservasi
Risiko Rendah
IUCN 3.1
CITES
Apendiks II
CITES
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Accipitriformes
Famili:
Accipitridae
Genus:
Icthyophaga
Spesies:
I.
leucogaster
Nama binomial
Icthyophaga leucogaster
Gmelin, JF
, 1788)
Persebaran spesies ini dan
elang-laut Sanford
ditunjukkan dengan warna hijau, tetapi spesies yang terakhir dibatasi di dalam lingkaran biru yang lebih pucat
Sinonim
Ichthyaetus blagrus
Blyth, 1843
Elang-laut perut-putih
Icthyophaga leucogaster
), juga dikenal sebagai
elang-laut dada-putih
, adalah
burung pemangsa
diurnal
berukuran besar dalam famili
Accipitridae
. Awalnya
dideskripsikan
oleh
Johann Friedrich Gmelin
pada tahun 1788, burung ini berkerabat dekat dengan
elang-laut Sanford
dari
Kepulauan Solomon
, dan keduanya dianggap sebagai
spesies super
. Sebagai burung yang khas, elang-laut perut-putih dewasa memiliki kepala, dada, bulu
penutup
bawah sayap, dan ekor berwarna putih. Bagian atas tubuhnya berwarna abu-abu, dan bulu terbang bagian bawah sayap yang berwarna hitam sangat kontras dengan bulu penutupnya yang putih. Ekornya pendek dan berbentuk baji seperti pada semua
spesies
Haliaeetinae
. Seperti banyak raptor lainnya, betina berukuran lebih besar daripada jantan, dan dapat mencapai panjang hingga
90
cm (35
in)
dengan rentang sayap hingga
22
m (72
ft)
, serta berat
45
kg (99
pon)
. Burung yang belum dewasa memiliki
bulu
cokelat, yang secara bertahap digantikan oleh warna putih hingga usia lima atau enam tahun. Panggilannya berupa pekikan keras yang mirip suara angsa.
Menetap mulai dari
India
dan
Sri Lanka
melintasi
Asia Tenggara
hingga
Australia
di daerah pesisir dan saluran air utama, elang-laut perut-putih berkembang biak dan berburu di dekat perairan, di mana ikan merupakan sekitar separuh dari komposisi makanannya. Bersifat oportunistik, burung ini juga memakan bangkai dan berbagai macam hewan. Meskipun berstatus
Risiko Rendah
secara global, populasinya telah menurun di beberapa bagian Asia Tenggara seperti Thailand, dan Australia bagian tenggara. Burung ini diklasifikasikan sebagai spesies
Terancam
di
Victoria
dan
Rentan
di
Australia Selatan
serta
Tasmania
. Gangguan manusia terhadap habitatnya merupakan ancaman utama, baik dari aktivitas langsung manusia di dekat sarang yang berdampak pada keberhasilan perkembangbiakannya, maupun dari penebangan pohon yang cocok untuk bersarang. Elang-laut perut-putih dihormati oleh
penduduk asli
di banyak wilayah Australia, dan menjadi subjek dari berbagai cerita rakyat di seluruh wilayah sebarannya.
Taksonomi
sunting
sunting sumber
Elang-laut perut-putih
dideskripsikan secara resmi
oleh naturalis Jerman
Johann Friedrich Gmelin
pada tahun 1788 dengan
nama binomial
Falco leucogaster
Gmelin mendasarkan laporannya pada "elang perut-putih" yang telah dideskripsikan pada tahun 1781 oleh
John Latham
dari sebuah spesimen dalam
koleksi Leverian
yang diperoleh pada Februari 1780 di
Pulau Panaitan
di lepas tanjung paling barat
Jawa
selama
pelayaran terakhir Kapten Cook
Saat ini, burung tersebut merupakan satu dari enam elang yang ditempatkan dalam genus
Icthyophaga
yang diperkenalkan pada tahun 1843 oleh naturalis Prancis
Marie Jules César Savigny
Nama spesifiknya
berasal dari
bahasa Yunani Kuno
leuko-
'putih',
dan
gaster
'perut'.
Kerabat terdekatnya adalah
elang-laut Sanford
dari
Kepulauan Solomon
yang kurang begitu dikenal. Keduanya membentuk sebuah
spesies super
, dan seperti yang umum terjadi pada spesies super elang laut lainnya, satu spesies (elang-laut perut-putih) memiliki kepala putih, berlawanan dengan kepala gelap spesies lainnya. Paruh dan matanya berwarna gelap, dan
cakarnya
berwarna kuning tua seperti pada semua elang laut di Belahan Bumi Selatan. Kedua spesies ini setidaknya memiliki sedikit warna gelap pada ekor mereka, meskipun hal ini mungkin tidak selalu terlihat jelas pada elang-laut perut-putih. Urutan
nukleotida
dari
gen
sitokrom b
kedua elang laut tersebut termasuk di antara yang dianalisis dalam sebuah studi tahun 1996. Walaupun keduanya sangat berbeda dalam penampilan dan
ekologi
divergensi genetik
mereka yang sebesar 0,3% mengindikasikan bahwa nenek moyang kedua bentuk tersebut mungkin baru berpisah sekitar 150.000 tahun yang lalu. Penulis studi menyimpulkan bahwa meskipun divergensi genetiknya lebih konsisten dengan subspesies, perbedaan dalam penampilan dan perilakunya menjadi alasan yang kuat bagi keduanya untuk tetap dipertahankan sebagai spesies terpisah.
Urutan
mitokondria
dari lokus sitokrom b hanya sedikit berbeda dari elang-laut Sanford yang menunjukkan divergensi yang relatif baru setelah elang-laut perut-putih yang berasal dari
Papua
mendiami Kepulauan Solomon.
10
11
Afinitas elang-laut perut-putih di luar elang-laut Sanford sedikit kurang jelas; data
molekuler
menunjukkan bahwa ia adalah satu dari empat spesies elang laut tropis (bersama dengan
elang-ikan Afrika
dan
elang-ikan Madagaskar
), sementara data
alozim
menunjukkan bahwa burung ini mungkin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan elang laut dari belahan bumi utara.
10
12
Studi molekuler lebih lanjut yang diterbitkan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa elang-laut perut-putih dan elang-laut Sanford bersifat
basal
terhadap keempat elang ikan (dua yang disebutkan di atas ditambah dua spesies dari genus
Icthyophaga
yang hingga saat itu belum diuji).
13
Selain elang-laut perut-putih dan elang-laut dada-putih, nama-nama lain yang tercatat termasuk elang-ikan perut-putih, elang-putih,
14
dan elang-laut punggung-abu-abu.
15
Deskripsi
sunting
sunting sumber
Burung dewasa terbang di
Taman Nasional Bundala
, Sri Lanka, bulu terbang yang hitam terlihat jelas sangat kontras dengan lapisan sayapnya
Burung dewasa di penangkaran di
Taman Zoologi Arignar Anna
Chennai
Elang-laut perut-putih memiliki kepala, tunggir, dan bagian bawah tubuh yang berwarna putih, serta punggung dan sayap yang berwarna gelap atau abu-abu kebiruan. Saat terbang,
bulu
terbang yang berwarna hitam pada
sayapnya
mudah terlihat ketika burung ini diamati dari bawah. Paruhnya yang besar dan bengkok berwarna abu-abu kebiruan pucat dengan ujung yang lebih gelap, dan
iris matanya
berwarna cokelat tua. Bagian
serenya
juga berwarna abu-abu pucat. Tungkai dan kakinya berwarna kuning atau abu-abu, dengan cakar hitam yang panjang. Berbeda dengan elang dari genus
Aquila
, tungkainya tidak berbulu. Jantan dan betina terlihat serupa. Burung jantan memiliki panjang
66–80
cm (26–31
in)
dan berat
18–3
kg (39,7–6,6
pon)
. Betina berukuran sedikit lebih besar, yaitu
80–90
cm (31–35
in)
dan
25–45
kg (55–99
pon)
. Rentang
sayapnya
berkisar antara
178 hingga 22
m (584 hingga 72
ft)
16
17
18
Sebuah studi tahun 2004 pada 37 burung dari Australia dan Papua Nugini (3 °LS hingga 50 °LS) menemukan bahwa jenis kelamin burung dapat ditentukan secara andal berdasarkan ukurannya, dan bahwa burung dari lintang yang lebih jauh ke selatan berukuran lebih besar daripada yang berasal dari utara.
19
Tidak ada variasi musiman pada
bulunya
20
Pola
pergantian bulu
dari elang-laut perut-putih kurang begitu diketahui. Tampaknya proses ini membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk diselesaikan, dan dapat tertunda lalu kemudian dilanjutkan kembali dari titik penundaannya.
21
Sayapnya termodifikasi saat melayang sehingga terangkat dari tubuh pada suatu sudut, namun menjadi lebih mendekati horizontal di sepanjang bentangannya. Dalam wujud siluetnya, bagian leher, kepala, dan paruh yang relatif panjang menonjol dari depan hampir sejauh ekor yang menjorok di bagian belakang. Untuk penerbangan aktif, elang-laut perut-putih memadukan kepakan sayap yang kuat dan dalam secara bergantian dengan periode melayang yang singkat.
20
Burung remaja dari
Taman Nasional Sundarbans
Benggala Barat
India
Seekor elang-laut perut-putih muda pada tahun pertamanya dominan berwarna cokelat,
16
dengan bulu bergaris krem pucat pada area kepala, leher, tengkuk, dan tunggirnya.
20
Bulunya menjadi semakin memutih hingga akhirnya memperoleh bulu dewasa yang sempurna pada tahun keempat atau kelima.
16
Spesies ini mulai berkembang biak pada usia sekitar enam tahun ke atas.
22
Umurnya diperkirakan mencapai sekitar 30 tahun.
23
Suara panggilannya yang keras seperti pekikan angsa merupakan suara yang familier, terutama selama
musim kawin
; pasangan burung sering memekik secara serempak,
24
dan sering kali berlanjut selama beberapa saat ketika bertengger. Panggilan burung jantan bernada lebih tinggi dan lebih cepat daripada betina. Naturalis Australia
David Fleay
mengamati bahwa panggilannya termasuk di antara suara burung Australia yang paling keras dan terdengar paling jauh, sangat kontras dengan panggilan yang relatif pelan dari
elang ekor-baji
25
Elang-laut perut-putih dewasa tidak mungkin salah dikenali dan kecil kemungkinannya untuk tertukar dengan burung lain. Burung yang belum dewasa dapat tertukar dengan elang ekor-baji. Namun, bulu elang ekor-baji lebih gelap, ekornya lebih panjang, dan tungkainya berbulu. Mereka mungkin juga tertukar dengan
alap-alap dada-hitam
Hamirostra melanosternon
), tetapi spesies ini jauh lebih kecil, memiliki bercak putih di sayapnya, dan memiliki gaya terbang yang lebih bergelombang.
26
Di India,
hering Mesir
memiliki bulu putih, tetapi ukurannya lebih kecil dan memiliki punggung serta sayap yang lebih putih. Ekor putih elang-laut perut-putih saat terbang membedakannya dari spesies elang besar lainnya.
27
Di Filipina, spesies ini bisa tertukar dengan
elang Filipina
, yang dapat dibedakan dari jambulnya; elang-laut perut-putih yang belum dewasa menyerupai
elang-ikan kepala-abu
muda, tetapi dapat diidentifikasi dari bagian bawah tubuh dan bulu terbangnya yang berwarna cokelat tua secara lebih menyeluruh, serta ekornya yang berbentuk baji.
28
Persebaran dan habitat
sunting
sunting sumber
Di
Gippsland
, Victoria, Australia
Elang-laut perut-putih lazim ditemukan mulai dari
Mumbai
(terkadang ke utara hingga
Gujarat
29
dan pada masa lalu di Kepulauan
Lakshadweep
) ke arah timur di India,
30
31
Bangladesh, dan Sri Lanka di Asia Selatan, melewati seluruh pesisir
Asia Tenggara
termasuk Burma, Thailand, Malaysia, Indonesia,
Indochina
24
pulau-pulau utama dan lepas pantai Filipina,
28
serta Tiongkok bagian selatan termasuk
Hong Kong
24
Hainan
, dan
Fuzhou
15
ke arah timur melintasi
Papua
dan
Kepulauan Bismarck
32
hingga Australia. Di Kepulauan Solomon bagian utara, spesies ini terbatas di
Pulau Nissan
33
dan digantikan oleh elang-laut Sanford di tempat lain.
32
Di
Victoria
, di mana spesies ini tergolong langka, populasinya secara lokal lebih umum ditemukan di
Corner Inlet
dan
Danau Gippsland
34
Demikian pula di Australia Selatan, burung ini paling melimpah di sepanjang pantai utara
Pulau Kangguru
35
Daerah sebarannya meluas hingga ke pulau-pulau di
Selat Bass
dan
Tasmania
, dan ia diperkirakan mampu berpindah antara pulau-pulau tersebut dan daratan utama.
36
Terdapat satu catatan yang belum dikonfirmasi dari
Pulau Lord Howe
dan beberapa dari Selandia Baru.
37
Burung ini merupakan pemandangan yang umum di daerah pesisir, tetapi juga dapat terlihat jauh di pedalaman (Tercatat pernah terlihat di Suaka Harimau Panna di India bagian tengah, yang jaraknya hampir
1.000
km (621
mi)
dari tepi laut)
38
39
Elang-laut perut-putih umumnya bersifat menetap (sedenter) dan
teritorial
, meskipun dapat melakukan perjalanan jarak jauh. Mereka dilaporkan melakukan perjalanan ke hulu sungai untuk berburu kalong (
Pteropus
). Populasi di pedalaman Australia berpindah-pindah mengikuti genangan air pedalaman yang muncul dan kemudian mengering.
37
Dalam satu kasus, sepasang elang datang untuk berkembang biak di Danau Albacutya di barat laut Victoria setelah danau tersebut mengering selama 30 tahun.
40
Spesies ini mudah terganggu oleh manusia, terutama saat bersarang, dan akibatnya dapat meninggalkan lokasi sarangnya. Burung ini ditemukan dalam jumlah yang lebih besar di daerah dengan sedikit atau tanpa dampak maupun campur tangan manusia.
41
== Perilaku ==
gabungan 4 gambar yang menunjukkan saat lepas landas
Elang-laut perut-putih umumnya bersifat teritorial; beberapa burung membentuk pasangan permanen yang menghuni suatu wilayah sepanjang tahun, sementara yang lainnya hidup nomaden. Spesies ini bersifat monogami, dengan pasangan yang tetap bersama sampai salah satu burung mati, setelah itu burung yang bertahan hidup akan segera mencari pasangan baru. Hal ini dapat menyebabkan beberapa lokasi sarang terus ditempati selama bertahun-tahun (satu lokasi di
Mallacoota
telah ditempati selama lebih dari lima puluh tahun).
22
Burung yang belum dewasa umumnya menyebar, dengan banyak di antaranya berpindah sejauh lebih dari
50
km (31
mi)
dari area tempat mereka dibesarkan. Seekor burung remaja yang dibesarkan di
Cowell, Australia Selatan
dilaporkan berada sejauh
3.000
km (1.900
mi)
di
Pulau Fraser
di Queensland.
42
Sebuah studi mengenai spesies ini di
Teluk Jervis
menunjukkan peningkatan jumlah burung remaja dan pradewasa pada musim gugur, meskipun tidak jelas apakah burung-burung ini baru bisa terbang dari daerah setempat atau (seperti yang dianggap lebih mungkin terjadi) merupakan gelombang kedatangan burung-burung muda yang lahir dan dibesarkan di tempat lain di Australia.
43
Burung ini sering terlihat bertengger tinggi di atas pohon, atau melayang di atas saluran air dan daratan di sekitarnya. Mereka paling sering dijumpai sendirian atau berpasangan. Kelompok kecil elang-laut perut-putih terkadang berkumpul jika terdapat sumber makanan yang melimpah seperti bangkai atau jeroan ikan di kapal.
22
Sebagian besar perilaku elang-laut perut-putih, khususnya perkembangbiakannya, masih belum banyak diketahui.
44
Perkembangbiakan
sunting
sunting sumber
Musim kawin bervariasi bergantung pada lokasi—tercatat terjadi pada musim kemarau di
wilayah Trans-Fly
dan
Provinsi Tengah
Papua Nugini,
32
dan dari bulan Juni hingga Agustus di Australia.
45
Mereka sebagian besar merupakan pembiak soliter (menyendiri) dengan beberapa pengecualian dan diketahui membentuk ikatan pasangan seumur hidup.
46
Sepasang elang-laut perut-putih melakukan pertunjukan terbang yang terampil sebelum kopulasi: menukik, meluncur, dan saling berkejaran sambil bersuara nyaring. Mereka dapat menirukan gerakan satu sama lain, terbang dengan jarak
2–3
m (6,6–9,8
ft)
dan saling meniru gerakan menukik serta berbelok tajam. Pertunjukan saling cengkeram cakar telah didokumentasikan, di mana pasangan tersebut akan terbang tinggi sebelum salah satunya membalikkan badan dan mencoba mencengkeram cakar pasangannya dengan cakarnya sendiri. Jika berhasil, keduanya kemudian terjun berputar-putar seperti roda sebelum berpisah saat mendekati tanah.
47
16
Perilaku ini juga tercatat sebagai unjuk keagresifan terhadap elang ekor-baji.
48
Elang-laut perut-putih biasanya memilih pohon tinggi atau tiang buatan manusia untuk bersarang.
26
Sering kali, lokasi yang dicari adalah tempat di mana terdapat pohon mati yang tinggi atau cabang pohon tinggi dengan jarak pandang yang baik yang dapat digunakan sebagai tempat bertengger untuk memantau area sekitar,
26
yang umumnya berupa lokasi dataran rendah di dekat perairan dengan sedikit tutupan hutan.
49
Tempat bertengger tersebut menjadi tertutup kotoran dan pelet, serta sisa-sisa hewan yang berserakan di area sekitarnya.
22
Sarangnya
berupa mangkuk besar yang dalam, tersusun dari ranting dan dahan, serta dilapisi dengan bahan-bahan seperti rumput atau rumput laut. Renovasi tahunan membuat sarang tersebut berangsur-angsur menjadi lebih besar. Sarang umumnya diletakkan pada cabang pohon besar yang menghadap ke perairan.
50
Sarang lama dari elang ekor-baji atau
elang siul
juga sering direnovasi dan digunakan kembali.
34
Tebing juga merupakan lokasi bersarang yang cocok, dan di pulau-pulau sarang terkadang dibangun langsung di atas tanah. Sepasang elang yang berbiak, dengan jantan yang lebih aktif, menghabiskan waktu tiga hingga enam minggu untuk membangun atau merenovasi sarang sebelum bertelur.
44
Normalnya satu
set telur
terdiri dari dua butir telur kusam, berwarna putih, dan berbentuk oval. Berukuran 73×55 mm,
45
telur-telur tersebut
dierami
selama enam minggu sebelum menetas. Anak-anak elang bersifat semi-
altrisial
, dan ditutupi bulu halus berwarna putih saat menetas dari telur. Awalnya, burung jantan membawa makanan dan betina memberi makan anak-anaknya, tetapi kedua induk tersebut memberi makan anak-anak mereka saat mereka tumbuh lebih besar. Meskipun dua telur diletakkan, jarang sekali ada dua anak elang yang berhasil dibesarkan hingga tahap
mampu terbang
(meninggalkan sarang). Satu telur mungkin saja tidak subur, atau anak elang yang kedua mungkin mati di dalam sarang.
51
Jika set telur pertama hilang atau gagal, sang induk dapat mencoba untuk bertelur dan mengerami untuk kedua kalinya.
52
Anak elang di sarang tercatat mulai bisa terbang pada usia 70 hingga 80 hari, dan tetap berada di sekitar wilayah induknya hingga enam bulan atau sampai musim kawin berikutnya.
44
Makanan
sunting
sunting sumber
Burung dewasa dengan tangkapan ikan dari
Sundarban
India
Elang-laut perut-putih adalah karnivora oportunistik dan mengonsumsi berbagai macam hewan mangsa, termasuk
bangkai
42
Burung ini sering menangkap ikan dengan terbang rendah di atas air dan mencengkeramnya dengan cakarnya.
16
Ia bersiap untuk menerkam dengan menjulurkan kakinya jauh ke depan (hampir di bawah dagunya) lalu menerkam ke belakang sambil secara bersamaan mengepakkan sayapnya untuk mengangkat tubuhnya ke atas. Umumnya hanya satu kaki yang digunakan untuk menangkap mangsa.
42
Elang-laut perut-putih juga dapat menukik pada sudut 45 derajat dari tempat bertenggernya dan menyelam sesaat untuk menangkap ikan di dekat permukaan air.
42
Saat berburu di atas air pada hari yang cerah, burung ini sering terbang langsung menghadap matahari atau pada sudut siku-siku terhadapnya, tampaknya untuk menghindari jatuhnya bayangan ke atas air yang dapat memperingatkan calon mangsanya.
52
Menangkap mangsa di air
Mangsa ikan utamanya biasanya adalah
ikan lele
dan
kakap putih
, dan elang ini sering memburu baik spesimen kecil maupun besar, yang dapat melebihi ukuran
50
cm (20
in)
53
Mangsa ikan penting lainnya termasuk
ikan jarum
dan
ikan wrasse
54
Bersama dengan elang tiram, elang-laut perut-putih terkadang memangsa ikan yang beracun, termasuk beberapa jenis
ikan buntal landak
dan ikan
buntal
54
Mangsa reptilnya meliputi
kura-kura leher-ular utara
Macrochelodina rugosa
),
ular karung arafura
Acrochordus arafura
), dan berbagai jenis
ular laut
53
55
Kura-kura dan penyu sangat penting baginya, dan elang ini dapat memangsa kura-kura dari berbagai usia dan ukuran, hingga
kura-kura murray
dewasa yang berukuran besar (
Emydura macquarii
).
53
56
Dalam satu kasus, elang ikan ini mencoba memangsa
biawak air asia
Varanus salvator
) dewasa. Elang tersebut menyerang kadal sepanjang 1,5 meter itu dan memberikan luka yang fatal, meskipun ia tidak bisa membawanya karena berat biawak tersebut.
57
Mereka sering menangkap unggas air dan burung laut, seperti
penguin kecil
mandar-hitam eurasia
, dan
penggunting-laut
16
Burung ini adalah pemburu yang terampil dan akan menyerang burung laut hingga seukuran camar, pecuk, angsa-batu, serta unggas air hingga seukuran
angsa murai
Anseranas semipalmata
).
58
46
Mamalia air seperti
platipus
Ornithorhynchus anatinus
) dan
rakali
Hydromys chrysogaster
) sesekali juga dimangsa, begitu pula mamalia darat seperti
kelinci
dan
kalong
59
46
60
Di
Kepulauan Bismarck
, burung ini dilaporkan memangsa
anjing domestik
kucing
, dan dua spesies posum, yakni
kuskus utara
dan
kuskus bertotol
61
62
Mereka juga memakan bangkai seperti domba mati, burung, dan ikan yang ditemukan di sepanjang garis air, serta menjarah jaring ikan dan mengikuti mesin pemanen tebu.
16
42
Mereka mengganggu raptor yang lebih kecil seperti
elang-rawa rawa
elang siul
elang bondol
, dan
elang tiram
, memaksa mereka untuk menjatuhkan makanan apa pun yang sedang mereka bawa.
16
42
Burung lain yang menjadi korban termasuk
camar perak
dan
camar pasifik
pecuk
, serta
angsa-batu australia
. Terdapat satu catatan di mana elang-laut perut-putih menyergap seekor angsa-batu ketika gagal mendapatkan mangsanya. Mereka bahkan dapat mencuri makanan dari spesies mereka sendiri, termasuk dari pasangannya. Elang-laut perut-putih menyerang burung-burung ini dengan menerjang mereka menggunakan cakar yang terentang dari atas atau dengan terbang terbalik di bawah pemangsa yang lebih kecil lalu merampas mangsanya, sambil terus memekik nyaring.
42
Anjing-laut bulu selatan
juga pernah menjadi sasaran untuk direbut ikannya.
63
Elang-laut perut-putih makan sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok famili. Sepasang elang dapat bekerja sama untuk berburu.
42
Mangsa dapat dimakan saat burung sedang terbang atau ketika ia mendarat di tempat yang tinggi seperti sarangnya. Elang-laut perut-putih menguliti korbannya saat memakannya.
42
Burung ini sangat efisien dalam mencerna makanannya dan hanya memuntahkan pelet kecil berupa pecahan tulang, rambut, dan bulu.
25
Sebuah studi tahun 2006 tentang perairan pedalaman di sekitar Canberra di mana elang ekor-baji dan elang-laut perut-putih berbagi wilayah kekuasaan menunjukkan sedikit tumpang tindih dalam jenis mangsa yang diambil. Elang ekor-baji memangsa kelinci, berbagai
makropoda
, burung darat seperti kakatua dan nuri, serta berbagai burung pengicau termasuk
magpai
dan
jalak
. Elang-laut perut-putih menangkap ikan, reptil air seperti
kura-kura leher-panjang timur
dan
naga air australia
, serta burung air seperti bebek,
grebe
, dan
mandar-hitam
. Kedua spesies ini sama-sama memangsa
bebek bersurai
. Kelinci hanya merupakan sebagian kecil dari makanan elang-laut perut-putih. Meskipun bersarang berdekatan, kedua spesies ini jarang berinteraksi, karena elang ekor-baji berburu jauh dari air dan elang-laut perut-putih mencari makan di sepanjang tepi danau.
62
Namun, konflik dengan elang ekor-baji yang memperebutkan lokasi bersarang di pohon-pohon sisa pernah tercatat di Tasmania.
43
Status konservasi
sunting
sunting sumber
Burung remaja saat terbang
Elang-laut perut-putih terdaftar sebagai spesies berstatus
Risiko Rendah
oleh
IUCN
Diperkirakan terdapat sekitar 10 ribu hingga 100 ribu individu, meskipun tampaknya terjadi penurunan jumlah populasi. Mereka telah menjadi langka di Thailand dan beberapa bagian lain di Asia Tenggara.
15
Mereka relatif melimpah di Hong Kong, di mana populasinya meningkat dari 39 menjadi 57 burung antara tahun 2002 dan 2009.
64
Sebuah studi lapangan di Pulau Kangguru, Australia Selatan menunjukkan bahwa pasangan yang bersarang di area dengan gangguan manusia yang tinggi (yang didefinisikan dengan pembukaan bentang alam dan aktivitas manusia yang tinggi) memiliki tingkat keberhasilan berkembang biak yang lebih rendah.
65
Di
Semenanjung Eyre
di Australia Selatan, sarang-sarang telah ditinggalkan seiring dengan aktivitas manusia yang merambah ke wilayah kekuasaan elang tersebut.
66
Di tempat lain, penebangan pohon yang cocok untuk bersarang telah menyebabkannya menghilang secara lokal, seperti penebangan tegakan cemara laut (
Casuarina equisetifolia
) di
distrik Visakhapatnam
di
Andhra Pradesh
, India.
67
Di India, kepadatan sarang sekitar satu per 4,32 km garis pantai telah tercatat di
Sindhudurg
dan satu per 3,57 km (45 sarang di sepanjang 161 km) di
distrik Ratnagiri
Maharashtra
68
69
Mereka juga bersarang di
Pulau Netrani
, di mana sekitar 100 ekor burung tercatat pada tahun 1875 (saat itu dikenal sebagai Pulau Merpati) oleh
Allan Octavian Hume
yang mencatat bahwa ini mungkin merupakan koloni pembiakan terbesar dari spesies tersebut.
70
Pada tahun 2000, gangguan terhadap pulau tersebut akibat latihan penembakan torpedo yang dilakukan oleh angkatan laut India dicatat sebagai sebuah ancaman.
71
Hampir 100 sarang telah dicatat pada tahun 2004 di pulau ini.
72
DDT
adalah pestisida yang digunakan secara luas dalam pertanian yang ditemukan memiliki efek buruk yang signifikan terhadap satwa liar, khususnya penipisan cangkang telur dan kerusakan telur pada burung pemangsa. Sebuah tinjauan mengenai dampak DDT terhadap raptor Australia antara tahun 1947 dan 1993 menemukan bahwa ketebalan rata-rata cangkang telur telah menurun sebesar 6%. Tingkat penipisan rata-rata ini tidak dianggap akan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih banyak secara keseluruhan, namun pada set telur tertentu yang cangkangnya lebih tipis mungkin saja hancur. Elang-laut perut-putih adalah salah satu spesies yang lebih terdampak, mungkin karena mereka mencari makan di daerah yang banyak diberi pestisida seperti rawa-rawa. Penggunaan DDT mencapai puncaknya pada tahun 1973, tetapi tidak lagi disetujui setelah tahun 1987 dan penggunaannya telah benar-benar dihentikan pada tahun 1989.
73
```
Australia
sunting
sunting sumber
Elang-laut perut-putih terdaftar di bawah kategori
laut
dan
bermigrasi
yang memberikannya status dilindungi di bawah
Undang-Undang Perlindungan Lingkungan dan Pelestarian Keanekaragaman Hayati 1999
federal Australia. Sebagai spesies yang sebagian besar hidup di pesisir, burung ini rentan terhadap
kerusakan habitat
di daerah pesisir Australia yang semakin padat penduduk dan terurbanisasi, terutama di bagian selatan dan timur negara tersebut, di mana populasinya tampak menurun. Namun, mungkin terdapat peningkatan populasi di pedalaman, yang merupakan dampak sekunder dari pembuatan waduk, bendungan, dan bendung, serta penyebaran
ikan mas
Cyprinus carpio
) yang diintroduksi. Akan tetapi, burung ini jarang ditemukan di sepanjang
Sungai Murray
di mana dulunya ia umum dijumpai.
41
Spesies ini juga terdaftar sebagai
Terancam
di bawah
Undang-Undang Jaminan Flora dan Fauna (1988)
milik
Victoria
, dengan kemungkinan kurang dari 100 pasangan pembiak yang tersisa di negara bagian tersebut.
34
Pada daftar penasihat fauna vertebrata terancam di Victoria tahun 2007, elang-laut perut-putih terdaftar sebagai spesies
rentan
74
Terdapat kurang dari 1000 burung dewasa di Tasmania, di mana spesies ini terdaftar sebagai
Rentan
di bawah Jadwal 3.1 dari
Undang-Undang Perlindungan Spesies Terancam 1995
Tasmania. Di Tasmania, burung ini terancam oleh gangguan pada sarang, hilangnya habitat bersarang yang cocok, penembakan, keracunan, perangkap, dan tabrakan dengan kabel listrik serta turbin angin, maupun belitan dan polusi lingkungan. Muara sungai merupakan habitat yang disukai, dan area ini sering kali mengalami gangguan lingkungan.
75
Elang-laut perut-putih telah diamati memperluas jangkauan berburu mereka hingga mencakup peternakan ikan salmon, tetapi efeknya terhadap keberhasilan perkembangbiakan belum diketahui.
76
Signifikansi budaya
sunting
sunting sumber
Burung dewasa terbang di Tasmania
Elang-laut perut-putih memiliki arti penting bagi berbagai suku penduduk asli di seluruh wilayah Australia. Sebagai hewan penjaga bagi komunitas aborigin
Wreck Bay
, burung ini juga merupakan lambang resmi dari
Taman Nasional dan Kebun Raya Booderee
di
Wilayah Jervis Bay
. Komunitas tersebut menganggap daerah-daerah di sekitar Taman Nasional Booderee memiliki keterkaitan dengan burung ini.
14
Nama lokalnya di Sydney adalah
gulbi
, dan burung ini merupakan
totem
dari Colebee, pemimpin penduduk asli abad ke-18 dari suku
Cadigal
77
Elang-laut perut-putih penting bagi orang Mak Mak dari dataran banjir di sebelah barat daya
Darwin
di Wilayah Utara, yang mengakui hubungannya dengan "tanah yang baik". Burung ini adalah totem mereka dan secara integral terhubung dengan tanah mereka.
78
Istilah
Mak Mak
adalah sebutan mereka untuk spesies tersebut dan juga diri mereka sendiri.
79
Taman Alam Ngarai Umbrawarra
merupakan situs
Dreaming
burung ini, yang di daerah ini dikenal sebagai
Kuna-ngarrk-ngarrk
80
Burung ini juga memiliki nilai simbolis yang sama bagi penduduk asli Tasmania—
Nairanaa
adalah salah satu nama yang digunakan di sana.
81
Dikenal sebagai
Manulab
oleh penduduk
Pulau Nissan
, elang-laut perut-putih dianggap istimewa dan membunuhnya adalah perbuatan terlarang. Suara panggilannya di malam hari konon meramalkan bahaya, dan melihat sekelompok elang memekik terbang melintas di atas kepala adalah pertanda bahwa seseorang telah meninggal.
82
Cerita rakyat Melayu setempat mengisahkan elang-laut perut-putih yang memekik untuk memperingatkan kerang-kerangan akan pergantian pasang surut, dan nama lokalnya
burung hamba siput
secara harfiah diterjemahkan sebagai "budak kerang".
83
Disebut
Kaulo
dalam
bahasa Aka-Bo
yang baru saja punah, elang-laut perut-putih diyakini sebagai nenek moyang semua burung dalam sebuah cerita rakyat
Kepulauan Andaman
84
Di pesisir Maharashtra, namanya adalah
kakan
dan panggilannya konon menandakan keberadaan ikan di laut. Terkadang mereka bersarang di pohon kelapa. Pemilik pohon menghancurkan sarang tersebut untuk menghindari serangan saat memanen buah kelapa.
68
Elang-laut perut-putih ditampilkan pada uang kertas $10.000
Singapura
83
yang mulai diedarkan pada 1 Februari 1980.
85
Burung ini merupakan lambang negara bagian
Selangor
di Malaysia.
83
Tokoh bisnis terkemuka Malaya,
Loke Wan Tho
, membangun menara setinggi
40-meter-high (130
ft)
semata-mata untuk mengamati sarang elang-laut perut-putih di taman istana
Istana Bukit Serene
di
Johor Bahru
86
Diambil pada bulan Februari 1949, foto-foto yang dihasilkannya muncul di
The Illustrated London News
pada tahun 1954.
87
Burung ini adalah lambang tim liga rugbi
Manly-Warringah Sea Eagles
14
yang dipilih pada saat klub tersebut didirikan pada tahun 1947.
88
Sejak tahun 2010, sepasang elang-laut perut-putih yang bersarang telah direkam secara langsung upayanya dalam membesarkan anak burung melalui "EagleCam", dengan cuplikan videonya ditampilkan di Birds Australia Discovery Centre di dekatnya, di
Sydney Olympic Park, New South Wales
. Namun, setelah membesarkan satu kelompok anak, sarang mereka runtuh pada Februari 2011.
89
Kisah ini menarik perhatian seluruh negara bagian.
90
Di Thailand, elang-laut perut-putih lebih dikenal sebagai
Nok ok
Thai
นกออก
code: th is deprecated
pelafalan
nók
ok
). Kisahnya dirujuk dalam
Kisah Jataka
, sebuah fabel Buddha, yang merupakan agama nasional Thailand. Namanya, Nok ok, menjadi
nama dari
sebuah
tambon
(kecamatan) di
Distrik Pak Thong Chai
di
Provinsi Nakhon Ratchasima
, dan di
Provinsi Krabi
, terdapat patung besar elang jenis ini yang terletak di persimpangan dekat muara
Sungai Krabi
. Patung ini adalah salah satu markah tanah
kota Krabi
. Pada tahun 2005, Nok ok diangkat menjadi sebuah
drama televisi
horor supranatural dengan judul yang sama di
Channel 7
. Dalam drama tersebut, Nok ok adalah seekor burung iblis vampir yang bersemayam di dalam patung elang yang besar. Drama ini sangat terkenal dan populer, begitu pula dengan lagu temanya. Bagian refreinnya menjadi slogan yang viral di kalangan
masyarakat Thailand
. Dampak dari drama dan lagu tema tersebut membuat sebagian orang percaya bahwa Nok ok benar-benar seekor burung iblis.
91
Referensi
sunting
sunting sumber
IUCN Red List 2012
"Appendices | CITES"
cites.org
. Diakses tanggal
2022-01-14
Gmelin, Johann Friedrich
(1788).
Systema naturae per regna tria naturae: secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis
(dalam bahasa Latin). Vol.
1, Part 1 (Edisi 13th). Lipsiae [Leipzig]: Georg. Emanuel. Beer. hlm.
257.
Latham, John
(1781).
A General Synopsis of Birds
. Vol.
1, Part 1. London: Printed for Leigh and Sotheby. hlm.
33*, No. 7a.
Stresemann, Erwin (1950).
"Birds collected during Capt. James Cook's last expedition (1776–1780)"
Auk
67
(1): 66–88 [82].
doi
10.2307/4080770
JSTOR
4080770
Gill, Frank
; Donsker, David;
Rasmussen, Pamela
, ed. (August 2022).
"Hoatzin, New World vultures, Secretarybird, raptors"
IOC World Bird List Version 12.2
. International Ornithologists' Union
. Diakses tanggal
6 December
2022
Liddell
Scott 1980
, hlm.
411.
Liddell
Scott 1980
, hlm.
138.
Wink, Heidrich
Fentzloff 1996
, hlm.
783–91.
Seibold
Helbig 1996
, hlm.
103–12.
Wink, Michael & Sauer-Gurth, H (2004). "Phylogenetic relationships in diurnal raptors based on nucleotide sequences of mitochondrial and nuclear marker genes". Dalam Chancellor, RD & B U Meyburg (ed.).
Raptors Worldwide
(PDF)
. Berlin: WWGBP. hlm.
483–
98.
Schreiber
Weitzel 1995
Lerner
Mindell 2005
Baldwin, Amanda (2010).
The White-bellied Sea Eagle in the Jervis Bay region: an exploration of the cultural, ecological and conservation significance
(Master of Science thesis thesis). School of Earth & Environmental Sciences, University of Wollongong
. Diakses tanggal
2 May
2011
Ferguson-Lees
Christie 2001
, hlm.
390.
Hollands 2003
, hlm.
196.
Raptors of the World
by Ferguson-Lees, Christie, Franklin, Mead & Burton. Houghton Mifflin (2001),
ISBN
0-618-12762-3
Ali, S. (1993).
The Book of Indian Birds
. Bombay: Bombay Natural History Society.
ISBN
0-19-563731-3
Shephard, Jill M.;
Catterall, Carla P.
; Hughes, Jane M. (2004). "Discrimination of sex in the White-bellied Sea-Eagle,
Haliaeetus leucogaster
, using genetic and morphometric techniques".
Emu
104
(1):
83–
87.
Bibcode
2004EmuAO.104...83S
doi
10.1071/MU03043
S2CID
83751943
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
82.
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
92.
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
87.
Biodiversity Conservation Branch, DPIW (2011).
"White-bellied Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
. Hobart, Tasmania: Department of Primary Industries and Water, Tasmanian Government. Diarsipkan dari
asli
tanggal 20 December 2011
. Diakses tanggal
23 June
2011
Strange 2000
, hlm.
73.
Fleay 1948
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
83.
Ferguson-Lees
Christie 2001
, hlm.
392.
Kennedy 2000
, hlm.
54.
Acharya, Hari Narayan G (1936).
"The Whitebellied Sea-Eagle (
Haliaeetus leucogaster
Gmelin) in North Gujarat"
Journal of the Bombay Natural History Society
38
(4): 828.
Rasmussen
Anderton 2005
, hlm.
86.
Ali, S.; Ripley, S. D. (1978).
Handbook of the Birds of India and Pakistan: Volume 1
(Edisi 2nd). New Delhi, India: Oxford University Press. hlm.
287–
89.
ISBN
0-19-565506-0
Coates 1985
, hlm.
116–17.
Hadden 2004
, hlm.
63.
Clunie, Pam (2003).
"Flora and Fauna Guarantee Action Statement: White-bellied Sea Eagle (
Haliaeetus leucogaster
)"
(PDF)
. East Melbourne, Victoria: Department of Sustainability and Environment, State Government of Victoria. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 20 March 2012
. Diakses tanggal
19 May
2011
Dennis, Terry E.; Kinloch, Martine A.; Pisanu, Phil; King, Cameron (2005).
"The distribution and breeding status of White-bellied Sea Eagle and Osprey populations on Kangaroo Island in 2005"
. Kingscote, Kangaroo Island: Kangaroo Island Resources Board, Government of South Australia. Diarsipkan dari
asli
tanggal 23 April 2011
. Diakses tanggal
18 May
2011
Threatened Species Section, DPIW 2006
, hlm.
13.
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
84.
Sadvi, K. M. (2009).
"Occurrence of the White-bellied Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
in inland waters"
Indian Birds
(2): 50.
ISSN
0973-1407
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 20 July 2011.
Sriram, Mythili; Sriram, Tara; Anand, M. O. (2008).
"Sighting of the White-bellied Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
at the Lakkavalli Dam"
Indian Birds
(2): 71.
ISSN
0973-1407
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 20 July 2011.
Tarr, H.E. (1962). "Observations on the White-breasted Sea-Eagle".
Australian Bird Watcher
194–
97.
Department of Sustainability, Environment, Water, Population and Communities (2011).
"Species Profile and Threats Database:
Haliaeetus leucogaster
— White-bellied Sea Eagle"
. Canberra, ACT: Australian Government
. Diakses tanggal
19 May
2011
Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (
link
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
85.
Spencer, Jennifer A.; Lynch, Tim P. (2005). "Patterns in the abundance of White-bellied Sea-Eagles (
Haliaeetus leucogaster
) in Jervis Bay, south-eastern Australia".
Emu
105
(3):
211–
16.
Bibcode
2005EmuAO.105..211S
doi
10.1071/MU04030
S2CID
82502532
Debus 2008
Beruldsen 2003
, hlm.
200.
Kirwan, G. M., S. Debus, and C. Hansasuta (2023). White-bellied Sea-Eagle (Icthyophaga leucogaster), version 1.2. In Birds of the World (J. del Hoyo, A. Elliott, J. Sargatal, D. A. Christie, E. de Juana, and P. Pyle, Editors). Cornell Lab of Ornithology, Ithaca, NY, USA.
Lindgren 1972
Simmons
Mendelsohn 1993
Thurstans, Shaun D. (2009). "Modelling the nesting habitat of the White-bellied Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
in Tasmania".
Corella
33
(3):
51–
65.
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
89.
Marchant
Higgins 1993
, hlm.
90.
Favaloro 1944
Corbett, Laurie, and Tony Hertog. "Diet and breeding of White-bellied Sea-Eagles Haliaeetus leucogaster in subtropical river habitats in the Northern Territory, Australia." Corella 35 (2011): 41-48.
Smith, Geoffrey C. "An analysis of prey remnants from Osprey Pandion haliaetus and White-bellied Sea-Eagle Haliaetus leucogaster feeding roosts." Emu - Austral Ornithology 85.3 (1985): 198-200.
Gopi, G. V.; Pandav, Bivash (2006).
"White-bellied Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
preying on salt-water crocodile
Crocodylus porosus
(PDF)
Indian Birds
(6): 171.
ISSN
0973-1407
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 20 July 2011.
Debus, Stephen JS. "Biology and diet of the White-bellied Sea-Eagle Haliaeetus leucogaster breeding in northern inland New South Wales." Australian Field Ornithology 25.4 (2008): 165-193.
Iqbal, Muhammad, Christoph Zockler, and Evgeny Syroechkovskiy. "White-bellied Sea-Eagle'Haliaeetus leucogaster' attempting to prey on water monitor 'Varanus salvator'." Australian Field Ornithology 30.4 (2013): 206-209.
Whitehead, P. J. (1999). Aspects of the nesting biology of the magpie goose Anseranas semipalmata: incubation period, hatching synchrony and patterns of nest attendance and defence. Emu - Austral Ornithology, 99(2), 121-134.
Debus, S. (2017). Australasian Eagles and Eagle-like Birds. CSIRO publishing.
Mikula, P.; Morelli, F.; Lučan, R. K.; Jones, D. N.; Tryjanowski, P. (2016). "Bats as prey of diurnal birds: a global perspective".
Mammal Review
46
(3):
160–
174.
Bibcode
2016MamRv..46..160M
doi
10.1111/mam.12060
hdl
11104/0259798
Heinsohn 2000
, hlm.
245–46.
Olsen, Jerry; Fuentes, Esteban; Rose, A. B. (2006). "Trophic relationships between neighbouring White-bellied Sea-Eagles (
Haliaeetus leucogaster
) and Wedge-tailed Eagles (
Aquila audax
) breeding on rivers and dams near Canberra".
Emu
106
(3):
193–
201.
Bibcode
2006EmuAO.106..193O
doi
10.1071/MU05046
S2CID
83978072
Dennis, Terry E.; Brittain, Ross (2006).
"Attempted kleptoparasitism by White-bellied Sea Eagles on fur-seal"
(PDF)
South Australian Ornithologist
35
1–
2): 68. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 19 June 2012.
So, Ivy W. Y.; Lee, W. H. (2010).
"Breeding ecology of White-bellied Sea Eagle (
Haliaeetus leucogaster
) in Hong Kong – a review and update"
(PDF)
Hong Kong Biodiversity
(18):
1–
8.
Dennis, Terry E.; McIntosh, Rebecca R.; Shaughnessy, Peter D. (2011). "Effects of human disturbance on productivity of White-bellied Sea Eagles (
Haliaeetus leucogaster
)".
Emu
111
(2):
179–
85.
Bibcode
2011EmuAO.111..179D
doi
10.1071/MU10044
S2CID
56253536
Dennis, Terry E. (2004).
"Conservation status of the White-bellied Sea Eagle, osprey and peregrine falcon on western Eyre Peninsula and adjacent offshore islands in South Australia"
(PDF)
South Australian Ornithologist
34
222–
28. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 19 June 2012.
Sekhar, P.S. Raja; Kumar, P. Kanna; Anil, K.; Babu, A. Suresh (2004).
"Sighting of the White-bellied Sea Eagle (
Haliaeetus leucogaster
) in Andhra University Campus, Visakhapatnam, Andhra Pradesh"
(PDF)
Zoos' Print Journal
19
(5): 20. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 21 March 2012
. Diakses tanggal
29 June
2011
Katdare, Vishwas; Mone, Ram; Joshi, Pramod (2004).
"Status of White-bellied Sea Eagle Haliaeetus leucogaster in Sindhudurg District, Maharashtra"
Journal of the Bombay Natural History Society
101
(2):
314–
16.
Katdare, Vishwas; Mone, Ram (2003).
"Status of the White-bellied Sea Eagle in Ratnagiri District, Maharashtra"
Journal of the Bombay Natural History Society
100
(1):
113–
16.
Hume, A. O. (1876).
"The Laccadives and the west coast"
Stray Feathers
413–
483.
Gadgil, Madhav
(2004).
Karnataka State of Environment Report and Action Plan: Biodiversity Sector. ENVIS Technical Report No. 16
(PDF)
. ENVIS, CES, IISc, Bangalore. hlm.
10. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 4 March 2009
. Diakses tanggal
2 July
2011
Madhyastha, N.A. (2004).
"A paradise for White-bellied Sea Eagle: Netrani Island"
Newsletter for Birdwatchers
44
(1): 14.
Olsen, P.; Fuller, P.; Marples, T. (1993). "Pesticide-related Eggshell Thinning in Australian Raptors".
Emu
93
(1):
1–
11.
Bibcode
1993EmuAO..93....1O
doi
10.1071/MU9930001
Victorian Department of Sustainability and Environment (2007).
Advisory List of Threatened Vertebrate Fauna in Victoria
– 2007
. East Melbourne, Victoria: Department of Sustainability and Environment. hlm.
15.
ISBN
978-1-74208-039-0
Threatened Species Section, DPIW 2006
, hlm.
14.
Wiersma, Jason M.; Richardson, Alastair (2009).
"Foraging of White-bellied Sea Eagles (
Haliaeetus leucogaster
) in relation to marine fish farms in Tasmania"
(PDF)
Corella
33
(3):
71–
79. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 19 June 2012
. Diakses tanggal
30 March
2013
Smith, Keith Vincent (July 2005).
"Port Jackson People"
NLA News
XV
(10). National Library of Australia.
ISSN
1444-1845
. Diakses tanggal
8 May
2011
Rose, Deborah Bird (1996),
Nourishing Terrains: Australian Aboriginal Views of Landscape and Wilderness
(PDF)
, Canberra, ACT: Australian Heritage Commission, hlm.
29,
ISBN
978-0-642-23561-9
OCLC
221843038
, diakses tanggal
24 May
2011
Daiyi, Linda Ford; Rose, Nancy Deborah (2002).
"Life in Country:Ecological Restoration on Aboriginal Homelands"
. Cambridge, Massachusetts: Cultural Survival.org
. Diakses tanggal
24 May
2011
Farfor, Susannah; Andrew, David; Finlay, Hugh (2003).
Northern Territory
Lonely Planet
. hlm.
140.
ISBN
978-1-74059-199-7
Threatened Species Section, DPIW 2006
, hlm.
9.
Hadden 2004
, hlm.
265.
Pwee, Timothy (2002).
"White-bellied Sea Eagle"
. National Library Board Singapore. Diarsipkan dari
asli
tanggal 6 April 2012
. Diakses tanggal
31 July
2009
Abbi 2010
"Bird Series – $10000"
. Monetary Authority of Singapore. 31 May 2011. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2008-03-21
. Diakses tanggal
1 July
2011
Sanger 1995
, hlm.
316.
"Photographed at the nest in the top of an enormous jungle tree: Malaya's handsome whitebellied sea eagle"
The Illustrated London News
225
(6018): 296. 21 August 1954.
Fagan, Sean (2011).
"Manly-Warringah Sea Eagles History"
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 30 July 2011.
"EagleCam"
Birds Australia
. 8 February 2011. Diarsipkan dari
asli
tanggal 25 June 2009
. Diakses tanggal
4 May
2011
Huxley, John (18 October 2010).
"When baby eagles dare, we will be watching"
The Sydney Morning Herald
. Fairfax Publications
. Diakses tanggal
4 May
2011
กาลนาน (2024-06-16).
"เจาะลึกตำนานพญานกออก นกผีสิง!?"
Amorerana
(dalam bahasa Thai)
. Diakses tanggal
2024-06-16
General references
sunting
sunting sumber
Abbi, Anvita (22 March 2010).
"Maya Jiro Mithe"
. Salt Spring Island, British Columbia: Terralingua
. Diakses tanggal
7 June
2011
Beruldsen, Gordon
(2003).
Australian Birds: Their Nests and Eggs
. Kenmore Hills, Queensland: self. hlm.
200.
BirdLife International (2020). "
Haliaeetus leucogaster
".
2020
e.T22695097A175531008.
doi
10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T22695097A175531008.en
Coates, Brian J. (1985).
The Birds of Papua New Guinea
. Vol.
1. Alderley, Queensland: Dove Publications.
Debus, Stephen D. J. (2008).
"Biology and diet of the White-bellied Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
breeding in northern inland New South Wales"
(PDF)
Australian Field Ornithology
25
165–
93.
ISSN
1448-0107
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 4 March 2012.
Favaloro, N. (1944). "The White-breasted Sea-eagle along the Murray Valley".
Emu
43
(4):
233–
242.
Bibcode
1944EmuAO..43..233F
doi
10.1071/MU943233
Ferguson-Lees, James; Christie, David A. (2001).
Raptors of the World
. Chicago, Illinois: Houghton Mifflin Harcourt.
ISBN
0-618-12762-3
Fleay, David (1948). "Notes on the White-breasted Sea-Eagle".
Emu
48
(1):
20–
31.
Bibcode
1948EmuAO..48...20F
doi
10.1071/MU948020
Rasmussen, P. C.; Anderton, J. C. (2005).
Birds of South Asia. The Ripley Guide
. Vol.
2. Washington DC and Barcelona: Smithsonian Institution and Lynx Edicions.
Hadden, Don (2004).
Birds and Bird Lore of Bougainville and the North Solomons
. Alderley, Queensland: Dove Publications.
Heinsohn, Tom (2000). "Predation by the White-breasted Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
on phalangerid possums in New Ireland, Papua New Guinea".
Emu
100
(3):
245–
46.
Bibcode
2000EmuAO.100..245H
doi
10.1071/MU00913
S2CID
88999816
Hollands, David (2003).
Eagles, Hawks and Falcons of Australia
. Melbourne, Victoria: Bloomings Books.
Lerner, Heather R. L.; Mindell, David P. (November 2005).
"Phylogeny of eagles, Old World vultures, and other Accipitridae based on nuclear and mitochondrial DNA"
(PDF)
Molecular Phylogenetics and Evolution
37
(2):
327–
346.
Bibcode
2005MolPE..37..327L
doi
10.1016/j.ympev.2005.04.010
ISSN
1055-7903
PMID
15925523
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 6 June 2011
. Diakses tanggal
31 May
2011
Kennedy, Robert S. (2000).
A Guide to the Birds of the Philippines
. Oxford, United Kingdom: Oxford University Press.
ISBN
978-0-19-854668-9
Liddell, Henry George
Scott, Robert
(1980) [1871].
A Greek-English Lexicon
(Edisi abridged). Oxford, United Kingdom:
Oxford University Press
Lindgren, E. (1972). "Courtship display of the White-breasted Sea Eagle
Haliaeetus leucogaster
".
Australian Bird Watcher
: 132.
Marchant, S.; Higgins, P. J., ed. (1993).
Handbook of Australian, New Zealand and Antarctic Birds
. Vol.
2. Melbourne, Victoria: Oxford University Press.
Schreiber, Arnd; Weitzel, Thomas (1995). "Biochemical systematics of sea eagles (genus
Haliaeetus
Savigny 1809), with a note on allozyme differentiation between black and red kites (genus
Milvus
L. 1758)".
Biochemical Systematics and Ecology
23
(3):
235–
244.
Bibcode
1995BioSE..23..235S
doi
10.1016/0305-1978(95)00001-B
Sanger, Clyde (1995).
Malcolm MacDonald: Bringing an End to Empire
. Montreal, Quebec: McGill-Queen's Press. hlm.
316
ISBN
978-0-7735-1303-7
Seibold, Ingrid; Helbig, Andreas J. (1996). "Phylogenetic relationships of the sea eagles (genus
Haliaeetus
): reconstructions based on morphology, allozymes and mitochondrial DNA sequences".
Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research
34
(2):
103–
112.
doi
10.1111/j.1439-0469.1996.tb00815.x
ISSN
0947-5745
Simmons, R. E.; Mendelsohn, J. M. (1993). "A critical review of cartwheeling flights of raptors".
Ostrich
64
(1):
13–
24.
Bibcode
1993Ostri..64...13S
doi
10.1080/00306525.1993.9634190
Strange, Morten
(2000).
Photographic Guide to the Birds of Southeast Asia
. Singapore: Periplus.
Threatened Species Section, DPIW (2006).
Threatened Tasmanian Eagles Recovery Plan 2006–2010
(PDF)
. Hobart, Tasmania: iDepartment of Primary Industries and Water, Tasmanian Government. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 6 June 2011.
Wink, M.; Heidrich, P.; Fentzloff, C. (1996).
"A mtDNA phylogeny of sea eagles (genus
Haliaeetus
) based on nucleotide sequences of the cytochrome
gene"
(PDF)
Biochemical Systematics and Ecology
24
7–
8):
783–
791.
Bibcode
1996BioSE..24..783W
doi
10.1016/S0305-1978(96)00049-X
Pranala luar
sunting
sunting sumber
Wikimedia Commons memiliki media mengenai
Haliaeetus leucogaster
Wikispecies
mempunyai informasi mengenai
Haliaeetus leucogaster
White-bellied Sea Eagle at Animal Diversity Web, University of Michigan
Portal Burung
Portal Hewan
Portal Biologi
Pengidentifikasi takson
Haliaeetus leucogaster
Wikidata
Q45974
Wikispecies
Icthyophaga leucogaster
AFD
Haliaeetus_(Pontoaetus)_leucogaster
ARKive
haliaeetus-leucogaster
Avibase
94383EEF1D9DD75A
BirdLife
22695097
BirdLife-Australia
white-bellied-sea-eagle
BOLD
113015
BOW
wbseag1
CoL
3JBJX
eBird
wbseag1
EoL
914514
GBIF
2480455
iNaturalist
5315
IRMNG
11251181
ITIS
175424
IUCN
22695097
NCBI
52645
NZBO:
white-bellied-sea-eagle
NZOR:
0ec53a92-9443-4c54-bd21-f34a553596f2
OBIS
446494
Open Tree of Life
437769
Paleobiology Database
429099
SeaLifeBase
166778
Species+
3138
WoRMS
446494
Xeno-canto
Haliaeetus-leucogaster
Basis data pengawasan otoritas
Nasional
Amerika Serikat
Israel
Lain-lain
Yale LUX
Diperoleh dari "
Kategori
Spesies berisiko rendah
Elang
Icthyophaga
Burung di Bangladesh
Burung di India
Burung di Asia Tenggara
Burung di Australia
Burung pemangsa diurnal di Australia
Simbol nasional Brunei
Burung yang dideskripsikan pada tahun 1788
Taksa yang dinamai oleh Johann Friedrich Gmelin
Kategori tersembunyi:
Artikel dengan format mikro 'spesies'
Halaman dengan speciesbox yang tidak memanggil butir Wikidata
CS1: volume bernilai panjang
CS1 sumber berbahasa Latin (la)
Galat CS1: karakter tidak terlihat
Artikel mengandung teks Thai
Lang and lang-xx using deprecated ISO 639 codes
Halaman dengan teks IPA berbahasa Thai
CS1 sumber berbahasa Thai (th)
Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list
Galat CS1: periode hilang
Galat CS1: tanggal akses tanpa URL
Pranala kategori Commons ada di Wikidata
Taxonbar dengan 25–29 ID takson
Elang laut perut putih
Bagian baru
US