Geologi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bagian dari
sebuah seri
tentang
Ilmu pengetahuan
Umum
Sejarah
Literatur
Metode
Filsafat
Cabang
Formal
Alam
Fisika
Kehidupan
Sosial
Perilaku
Kognitif
Terapan
Dalam masyarakat
Komunikasi
Komunitas
Pendidikan
Pendanaan
Kebijakan
Pseudosains
Ilmuwan
Kerangka
Kategori
Indeks artikel
Glosarium
Bagian dari
Geologi
Ilmu kebumian
Indeks
Garis besar
Glosarium
Sejarah
Garis waktu
Komponen utama
Mineral
Batuan
Beku
Sedimen
Metamorf
Sedimen
Tektonika lempeng
Strata
Pelapukan
Erosi
Skala waktu geologi
Hukum, prinsip, teori
Prinsip stratigrafi
Prinsip horizontalitas asli
Hukum Superposisi
Prinsip kontinuitas lateral
Hubungan potong memotong
Hukum suksesi faunal
Prinsip komponen dan inklusi
Hukum Walther
Topik
Komposisi
Geokimia
Mineralogi
Sedimentologi
Petrologi
Struktur Bumi
Struktur bentang alam
Geomorfologi
Glasiologi
Geologi struktur
Vulkanologi
Sejarah geologis
Sejarah geologi bumi
Penelitian
Cabang-cabang
Geolog
daftar)
Metode
Survei geologi
Terapan
Teknik
Pertambangan
Forensik
Militer
Geologi planet
Daftar daftar fitur geologis di Tata Surya
Geologi planet terestrial matahari
Bedasarkan planet dan objek lainnya
Merkurius
Venus
Bulan
Mars
Vesta
Ceres
Io
Titan
Pluto
Charon
Proses benua
Pangea
pergerakan
lempeng tektonik
selama jutaan tahun
Batuan metamorf
di Nunavut, Kanada
Pegunungan Kapur
di Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Geologi
adalah salah satu cabang
ilmu kebumian
yang mempelajari tentang
Bumi
dan segala isi di dalamnya,termasuk tentang material, struktur, kerak bumi, sejarah bumi, dan material penyusunnya, perubahan fisika dan kimia yang terjadi, serta sejarah perkembangan planet dan kehidupannya. Kajian di dalam geologi meliputi sejarah terbentuknya Bumi beserta dengan
bahan
, struktur, dan proses yang menyertainya. Ruang lingkup objek kajian geologi mulai dari sesuatu yang sekecil
atom
hingga sesuatu yang sebesar
benua
atau
samudra
. Pengetahuan geologi digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan
rumah tangga
konstruksi
bangunan
pertambangan
hingga
rekayasa
Orang yang mempelajari geologi disebut
geolog
. Para geolog telah dapat menentukan
umur bumi
yang diperkirakan sekitar 4.5 miliar (4.5x10
) tahun yang dapat dipetakan menjadi
skala waktu geologi
dan juga menemukan bahwa
kulit
bumi terpecah menjadi
lempeng tektonik
yang bergerak di atas
mantel
yang setengah cair (
astenosfer
) melalui proses yang disebut
tektonik lempeng
. Selain itu para Geolog membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti
minyak bumi
batu bara
, dan juga
metal
seperti
besi
tembaga
, dan
uranium
, serta
mineral
lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti
asbestos
perlit
mika
fosfat
zeolit
tanah liat
batuapung
kuarsa
, dan
silika
, dan juga elemen lainnya seperti
belerang
klorin
, dan
helium
Astrogeologi
adalah aplikasi ilmu geologi tentang
planet kebumian
atau
satelit alami
lainnya dalam tata surya (
solar sistem
). Istilah khusus lainnya seperti
selenologi
(pelajaran tentang
bulan
),
areologi
(pelajaran tentang planet
Mars
), dan
lain-lain
Kata "geologi" berasal dari
bahasa Yunani
γη
atau geo yang berarti "bumi" dan
λογος
atau
logos
yang berarti "kata" atau "alasan".
Kata "geologi" pertama kali digunakan oleh
Jean-André Deluc
pada tahun
1778
dan diperkenalkan sebagai istilah yang baku oleh
Horace-Bénédict de Saussure
Sejarah
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Sejarah geologi
Kajian tentang materi fisik Bumi setidaknya sudah ada sejak
Yunani Kuno
ketika
Theophrastus
(372–287 SM) menulis karya
Peri Lithon
Tentang Batu
). Pada masa
Romawi
Pliny the Elder
menulis secara rinci tentang berbagai mineral dan logam yang saat itu digunakan secara praktis – bahkan dengan tepat mencatat asal-usul
amber
. Selain itu, pada abad ke-4 SM
Aristoteles
melakukan pengamatan kritis tentang laju perubahan geologi yang lambat. Ia mengamati komposisi daratan dan merumuskan teori bahwa Bumi berubah pada tingkat yang lambat dan perubahan ini tidak dapat diamati selama satu masa hidup seseorang. Aristoteles mengembangkan salah satu konsep berbasis bukti pertama yang terkait dengan ranah geologi mengenai tingkat perubahan fisik Bumi.
Abu al-Rayhan al-Biruni
(973–1048 M) adalah salah satu geolog
Persia
paling awal, yang karyanya mencakup tulisan-tulisan paling awal tentang
geologi India
berhipotesis bahwa
anak benua India
dulunya adalah lautan.
Mengambil dari literatur ilmiah Yunani dan India sarjana Persia
Ibn Sina
(Avicenna, 981–1037) mengusulkan penjelasan rinci tentang pembentukan gunung, asal-usul gempa bumi, dan topik-topik lain yang menjadi pusat geologi modern, yang memberikan fondasi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya.
Di Cina,
polimatik
Shen Kuo
(1031–1095) merumuskan hipotesis untuk proses pembentukan daratan: berdasarkan pengamatannya terhadap cangkang hewan fosil dalam suatu
lapisan geologi
di pegunungan yang berjarak ratusan mil dari lautan, ia menyimpulkan bahwa daratan terbentuk oleh erosi pegunungan dan
pengendapan
lanau
10
Sebagian besar geologi abad ke-19 berkisar pada pertanyaan tentang
usia pasti Bumi
. Perkiraan bervariasi dari beberapa ratus ribu hingga miliaran tahun.
11
Pada awal abad ke-20,
penanggalan radiometrik
memungkinkan perkiraan usia Bumi menjadi dua miliar tahun. Kesadaran akan rentang waktu yang sangat luas ini membuka pintu bagi teori-teori baru tentang proses yang membentuk planet ini.
Prinsip dan gagasan
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Prinsip geologi
Charles Lyell
adalah seorang geolog yang mendukung gagasan mengenai
uniformitarianisme
dalam bukunya
Principles of Geology
12
Dalam
diskursus
geologi, manusia menduga sifat bumi melalui pengamatan empiris terhadap fenomena geologis dan kerangka interpretasi yang tersedia secara kultural. Pengamatan terhadap letusan gunung api, gempa bumi, banjir, serta fosil menghasilkan data mentah tentang perubahan permukaan bumi. Kerangka interpretasi mencakup narasi mitologis, doktrin religius, dan spekulasi filosofis yang memberikan makna pada data tersebut. Dari persilangan antara observasi dan interpretasi ini, geologi modern mewarisi tiga gagasan fundamental tentang perubahan bumi.
Uniformitarianisme
berpandangan bahwa proses geologis yang bekerja saat ini seperti erosi, sedimentasi, aktivitas vulkanik—bekerja dengan cara dan intensitas sama sepanjang masa lampau, sehingga masa kini adalah kunci membaca sejarah bumi.
13
Katastrofisme
berargumen bahwa perubahan geologis didorong peristiwa dahsyat dan singkat seperti banjir besar atau letusan gunung api yang membentuk ulang permukaan bumi secara tiba-tiba.
14
Gradualisme menitikberatkan bahwa perubahan geologis terjadi perlahan dan bertahap melalui akumulasi proses kecil dalam jangka waktu sangat panjang, tanpa harus mengasumsikan keseragaman proses sepanjang masa.
15
Ruang lingkup
sunting
sunting sumber
Ruang lingkup geologi terbagi menjadi empat yaitu
geobiologi
, geologi permukaan,
geologi kelautan
, dan geologi atmosfer atau lebih dikenal dengan
paleoklimatologi
. Tidak ada angka pasti mengenai jumlah domain atau cabang ilmu geologi karena ilmu ini sangat luas dan terus berkembang. Pengelompokannya pun bisa berbeda-beda tergantung sudut pandang keilmuan atau kebutuhan aplikasinya.
Geologi dasar
sunting
sunting sumber
Geologi dasar adalah fondasi atau pengantar dari seluruh ilmu geologi. Ini adalah tingkat pertama yang harus dipahami sebelum seseorang bisa masuk ke cabang-cabang yang lebih spesifik
Geologi fisik
adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari sifat-sifat fisik Bumi, termasuk bahan pembentuknya, atmosfer, hidrosfer, serta proses-proses seperti
pelapukan
erosi
, dan
sedimentasi
. Ruang Lingkup geologi fisik fokus pada materi Bumi dan proses pembentukannya di permukaan maupun
interior Bumi
Geologi dinamis
Geologi dinamis adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari proses-proses alamiah yang secara aktif mengubah bentuk, struktur, dan komposisi Bumi, baik yang berasal dari dalam bumi (
tenaga endogen
) maupun dari luar bumi (
tenaga eksogen
).
16
Geologi struktur
adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari bentuk, arsitektur, dan deformasi batuan penyusun kerak bumi sebagai respons terhadap gaya-gaya tektonik yang bekerja di dalam bumi. Disiplin ini mengkaji geometri, kinematika, dan dinamika struktur geologi yang terbentuk akibat proses deformasi
sepanjang waktu geologi
17
Geologi sejarah
sunting
sunting sumber
Geologi sejarah
atau palaeogeologi adalah cabang ilmu geologi yang menggunakan prinsip-prinsip geologi untuk merekonstruksi dan memahami sejarah bumi secara kronologis, termasuk asal-usul, evolusi fisik planet, serta perkembangan kehidupan di dalamnya sepanjang waktu geologi . Bidang ini berfokus pada urutan peristiwa-peristiwa geologi yang telah mengubah permukaan dan bawah permukaan bumi, dengan mengintegrasikan data dari stratigrafi, paleontologi, geologi struktur, dan geokronologi untuk menjelaskan kejadian tersebut secara temporal.
18
Geologi terapan
sunting
sunting sumber
Geologi terapan
adalah cabang ilmu geologi yang menerapkan prinsip-prinsip, konsep, dan metode
ilmu kebumian
untuk memecahkan masalah praktis dalam bidang eksplorasi sumber daya, rekayasa teknik, lingkungan, dan perencanaan pembangunan . Cabang ini berfungsi sebagai jembatan antara ilmu geologi dasar (basic geology) dengan kebutuhan teknis dan ekonomi masyarakat, dengan fokus pada pemanfaatan sumber daya bumi secara aman dan berkelanjutan serta pengurangan risiko bencana alam.
19
Pada awalnya, geologi hanya berfokus pada deskripsi batuan dan fosil, kemudian berkembang mencakup pemahaman tentang proses dinamik bumi melalui teori tektonik lempeng pada abad ke-20. Memasuki era modern, geologi merambah ke studi tentang
perubahan iklim global
, eksplorasi sumber daya energi terbarukan seperti
energi panas bumi
, serta
mitigasi
bencana geologi hingga penggunaan teknologi berdasarkan
perkembangan digital
. Kemajuan eksplorasi antariksa, cakupan geologi telah meluas melampaui planet bumi hingga mencakup
geologi planet
yaitu studi tentang komposisi, struktur, dan sejarah benda-benda padat di tata surya seperti
Bulan
Mars
Venus
, dan
asteroid
Bahan
sunting
sunting sumber
Mineral
sunting
sunting sumber
Untuk artikel tentang mineral, lihat
mineral
. Untuk artikel tentang ilmu mineral, lihat
mineralogi
Deposit batu mineral di
Baturraden
, Jawa Tengah
Mineral
didefinisikan sebagai suatu unsur atau
senyawa anorganik
yang terbentuk secara alami melalui proses-proses geologi. Mineral memiliki struktur internal yang teratur (kristalin) dengan
susunan atom yang periodik
, serta
komposisi kimia
, yang menghasilkan sifat-sifat fisik yang spesifik. Meskipun kristalinitas merupakan syarat utama,
merkuri
(yang berwujud cair) secara tradisional diterima sebagai pengecualian. Berdasarkan
Asosiasi Mineral Internasional
(IMA) material yang terbentuk melalui proses geologi tetapi berasal dari zat buatan (
antropogenik
) tidak lagi diakui sebagai mineral baru. Penting untuk membedakan mineral dari material lainnya yaitu
air
bukanlah mineral, meskipun
es
adalah mineral, demikian pula, material biologis dan material buatan yang bersifat
kristalin
tidak tergolong ke dalam kingdom mineral. Dengan demikian, mineral merupakan anggota dari [[kelas kingdom anorganik yang terbentuk secara alamiah, berbeda dengan kingdom tumbuhan dan hewan. Bandingkan dengan
mineraloid
yang merupakan material mirip mineral tetapi tidak memiliki kriteria kristalinitas. Pengelompokan ini terutama didasarkan pada komposisi kimia, khususnya
anion
atau gugus anion dominan.
Setiap mineral memiliki sifat fisik yang berbeda, dan terdapat banyak pengujian untuk menentukan masing-masing mineral tersebut. Mineral sering kali diidentifikasi melalui tes ini.
20
Spesimen dapat diuji untuk:
Warna: Mineral dikelompokkan berdasarkan warnanya. Sebagian besar bersifat diagnostik tetapi kotoran dapat mengubah warna mineral.
Coretan
: Dilakukan dengan menggoreskan sampel pada piring porselen. Warna coretan dapat membantu mengidentifikasi mineral tersebut.
Kekerasan
: Ketahanan suatu mineral terhadap goresan atau lekukan.
Pola pecah: Suatu mineral dapat menunjukkan patahan atau belahan, yang pertama adalah patahan pada permukaan yang tidak rata, dan yang kedua adalah patahan sepanjang bidang sejajar yang jaraknya berdekatan.
Kilau
: Kualitas cahaya yang dipantulkan dari permukaan suatu mineral. Contohnya adalah logam, mutiara, lilin, kusam.
Berat jenis: berat volume tertentu suatu mineral.
Buih: Melibatkan tetesan asam klorida pada mineral untuk menguji desisnya.
Magnetisme: Melibatkan penggunaan magnet untuk menguji magnetisme.
Rasa: Mineral dapat memiliki rasa yang khas seperti halit (yang rasanya seperti garam)
Batu
sunting
sunting sumber
Untuk artikel mengenai batu, lihat
batu
. Untuk ilmu tentang batuan (beku, sedimen, metamorf), lihat
petrologi
Siklus batuan menunjukkan hubungan antara
batuan beku
batu sedimen
, dan
batuan metamorf
Batuan
adalah massa padat atau agregat mineral atau mineraloid yang terbentuk secara alami. Sebagian besar penelitian di bidang geologi dikaitkan dengan studi tentang batuan, karena batuan memberikan catatan utama sebagian besar sejarah geologi bumi.
21
Ada tiga jenis utama batuan:
batuan beku
batu sedimen
, dan metamorf. Siklus batuan menggambarkan hubungan di antara mereka (lihat diagram).
Ketika suatu batuan membeku atau mengkristal dari lelehan (
magma
atau
lava
), itu adalah batuan beku. Batuan ini dapat mengalami pelapukan dan erosi, kemudian diendapkan kembali dan mengalami
litifikasi
menjadi batuan sedimen. Batuan sedimen terutama dibagi menjadi empat kategori:
batu pasir
batu serpih
batu karbonat
, dan
batu evaporit
. Kelompok klasifikasi ini sebagian berfokus pada ukuran partikel sedimen (batu pasir dan serpih), dan sebagian lagi pada mineralogi dan proses pembentukan (karbonasi dan penguapan). Batuan beku dan batuan sedimen kemudian dapat berubah menjadi batuan metamorf karena panas dan tekanan yang mengubah kandungan mineralnya, sehingga menghasilkan struktur yang khas. Ketiga jenis tersebut dapat mencair kembali, dan jika hal ini terjadi, magma baru akan terbentuk, sehingga batuan beku dapat kembali memadat. Bahan organik, seperti
batu bara
bitumen
minyak
, dan
gas alam
, terutama terkait dengan batuan sedimen yang kaya akan bahan organik.
Untuk mempelajari ketiga jenis batuan, ahli geologi mengevaluasi mineral penyusunnya dan sifat fisik lainnya, seperti tekstur dan bahan.
Magma
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Magma
Magma adalah sumber asli semua batuan beku yang tidak terlitifikasi. Aliran aktif batuan cair dipelajari dengan cermat dalam
vulkanologi
, dan petrologi beku bertujuan untuk mengetahui sejarah
batuan beku
dari sumber lelehan aslinya hingga kristalisasi akhir.
Cabang ilmu
sunting
sunting sumber
Kristalografi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Kristalografi
Kristalografi merupakan merupakan cabang dari ilmu geologi yang bertujuan menentukan susunan
atom
dalam sebuah
mineral
. Metode kristalografis saat ini tergantung kepada analisis pola hamburan yang muncul dari sampel yang dibidik oleh berkas sinar tertentu. Berkas tersebut tidak mesti selalu
radiasi elektromagnetik
, meskipun sinar X merupakan pilihan yang paling umum. Untuk beberapa keperluan
elektron
atau
neutron
juga digunakan, yang dimungkinkan karena sifat
gelombang
partikel tersebut. Para ahli kristalografi sering menyatakan secara eksplisit jenis berkas yang digunakan.
Sedimentologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Sedimentologi
Sedimentologi mencakup studi tentang sedimen modern seperti
pasir
22
lumpur, dan
lempung
, dan proses yang menghasilkan pembentukannya (
erosi
dan pelapukan), transportasi, pengendapan, dan diagenesis.
23
Sedimentolog
menerapkan pemahaman mereka tentang proses modern untuk menafsirkan sejarah geologi melalui pengamatan batuan sedimen dan struktur sedimen.
24
Pedologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Pedologi
Pedologi (bahasa Yunani:
πέδον
pedon
, “tanah”; dan
λόγος
logos
, “kajian”) merupakan cabang dari
ilmu tanah
yang berfokus pada pemahaman dan karakterisasi pembentukan tanah, evolusi, serta kerangka teoretis untuk memodelkan tubuh tanah dalam konteks lingkungan alami.
25
Glasiologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Glasiologi
Glasiologi (dari bahasa Latin glacies 'embun beku, es' dan bahasa Yunani Kuno λόγος (logos) 'ilmu') adalah studi ilmiah tentang gletser, atau, lebih umum, es dan fenomena alam yang melibatkan es. Glasiologi adalah ilmu kebumian interdisipliner yang mengintegrasikan
geofisika
, geologi,
geografi fisik
geomorfologi
klimatologi
meteorologi
hidrologi
biologi
, dan
ekologi
. Dampak gletser terhadap manusia mencakup bidang geografi manusia dan antropologi. Penemuan es air di Bulan, Mars, Europa, dan Pluto menambahkan komponen ekstraterestrial ke bidang ini, yang disebut sebagai "astroglaciologi".
26
Geomorfologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Geomorfologi
Geomorfologi (dari bahasa Yunani Kuno γῆ (gê) 'bumi' μορφή (morphḗ) 'bentuk' dan λόγος (lógos) 'studi') adalah ilmu tentang asal-usul dan evolusi fitur
topografi
dan
batimetri
yang dihasilkan oleh proses fisik, kimia, atau biologis yang disekitar permukaan Bumi. Ahli geomorfologi berupaya mengungkap faktor-faktor yang membentuk morfologi bentang alam , memahami sejarah dan dinamika evolusi bentuk lahan serta medan, serta memprediksi perubahannya melalui integrasi observasi lapangan, eksperimen fisik, dan pemodelan numerik. Geomorfologi merupakan ilmu inter-disiplin
geografi fisik
, geologi,
geodesi
geologi teknik
arkeologi
klimatologi
, dan
geoteknik
. Luasnya spektrum keilmuan ini melahirkan beragam pendekatan dan fokus riset dalam geomorfologi.
27
Vulkanologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Vulkanologi
Vulkanologi merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang
gunung berapi
. Namanya diperoleh dari
bahasa Inggris
volcanology
yang berarti ilmu gunung berapi. Kata vulkano merupakan
kata serapan
dari
bahasa Belanda
vulkaan
atau dari
bahasa Latin
vulcano
28
Istilah
vulkanologi
berasal dari
Bahasa Latin
Vulcan
, dewa api
Romawi
. Vulkanologi mempelajari semua
fenomena
dari aktivitas gunung berapi seperti
lava
dan
magma
, serta fenomena geologi yang berhubungan dengan gunung api. Ahli vulkanologi adalah seorang geolog yang mempelajari aktivitas erupsi dan pembentukan gunung berapi serta letusan masa kini dan masa lalunya. Para ahli vulkanologi sering mengunjungi gunung berapi, terutama yang aktif, untuk mengamati letusan gunung berapi, mengumpulkan hasil erupsi termasuk
tefra
(seperti abu atau batu apung), sampel batuan dan lavalava.
Stratigrafi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Stratigrafi
Stratigrafi adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari lapisan batuan (
strata
) dan lapisan (
stratifikasi
). Ilmu ini terutama digunakan dalam studi batuan sedimen dan batuan vulkanik berlapis. Stratigrafi memiliki tiga sub-bidang yang saling terkait
litostratigrafi
(stratigrafi litologi),
biostratigrafi
(stratigrafi biologi), dan
kronostratigrafi
(stratigrafi berdasarkan usia). Beberapa prinsip dan hukum berperan penting dalam penggunaan stratigrafi, seperti
Prinsip Horizontalitas asli
(Original Horizontality) ,
Hukum Superposisi
(Law of Superposition) ,
Hubungan potong memotong
(Cross-cutting Relationships) ,
Hukum Inklusi
(Principle of Inclusions) , dan
Hukum Suksesi Fauna
(Principle of Faunal Succession).l
29
30
Seismologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Seismologi
Seismologi (dari
bahasa Yunani
σεισμός
seismos-
"guncangan/gempa bumi" dan λογία
-logí
berarti "studi tentang/mempelajari"). adalah bagian dari ilmu
geofisika
yang mempelajari
mekanisme
terjadinya
gempa bumi
yang disertai dengan
gelombang seismik
. Seismologi juga mencakup studi tentang dampak lingkungan dari gempa bumi seperti
tsunami
; sumber seismik lainnya seperti
gunung berapi
lempeng tektonik
gletser
, sungai, mikroseisme samudra, dan
atmosfer
; dan proses buatan seperti ledakan. Para ahli di bidang seismologi disebut sebagai seismolog. Seismologi memberikan kontribusi penting dalam pemberian data dan informasi bagi struktur bangunan dalam rekayasa bangunan serta struktur bagian dalam Bumi.
31
Skala waktu
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Skala waktu geologi
Waktu geologi dalam bentuk diagram, yang dikenal sebagai jam geologi, menunjukkan usia Bumi dalam miliar hingga jutaan tahun dan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi serta zaman yang berlangsung.
Diagram skala waktu geologi.
Skala waktu geologi (dalam bahasa Inggris:
geologic time scale
) merupakan representasi
waktu
berdasarkan catatan batuan
Bumi
. Skala ini berfungsi sebagai sistem penanggalan yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antarperistiwa geologi sepanjang
sejarah Bumi
.Standarisasi internasional terhadap satuan waktu geologi dilakukan oleh
International Commision on Stratigraphy
(ICS) yang merupakan bagian dari International
Union of Geological Sciences
(IUGS). Tugas utama IUGS adalah mendefinisikan satuan
kronostratigrafi
global yang tercantum dalam Peta Kronostratigrafi Internasional (
International Chronostratigraphic Chart
, ICC). Pembagian
kronostratigrafi
tersebut kemudian digunakan untuk mendefinisikan unit
geokronologi
yang menjadi dasar dalam pembagian waktu geologi secara global.
32
Skala waktu geologi berfungsi sebagai kerangka acuan temporal yang menjadi fondasi bagi
geologi sejarah
, sementara geologi sejarah adalah disiplin ilmu yang menggunakan kerangka tersebut untuk merekonstruksi dan memahami peristiwa-peristiwa yang membentuk bumi sepanjang masa. Dengan kata lain, skala waktu geologi menyediakan "kalender" atau "garis waktu" yang memungkinkan para geolog sejarah untuk menempatkan setiap peristiwa geologi ke dalam urutan kronologis.
Ada beberapa istilah yang menjelaskan skala atau rentang waktu geologi. Secara berturut-turut, skala waktu geologi dari yang paling besar hingga paling kecil yaitu
eon
(kurun),
era
(masa),
periode/zaman
epoch
(kala)
, dan
age
/sub-kala.
33
Bumi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Sejarah geologi Bumi
Lima garis waktu berikut menunjukkan skala waktu geologis. Gambar pertama menunjukkan keseluruhan waktu mulai dari terbentuknya Bumi hingga saat ini, tetapi gambar ini hanya memberikan sedikit ruang untuk kalpa terakhir. Garis waktu kedua menunjukkan pandangan yang diperluas dari kalpa terbaru. Dengan cara yang sama, era terbaru diperluas di timeline ketiga, periode terbaru diperluas di timeline keempat, dan epoch terbaru diperluas di timeline kelima.
Tonggak penting di Bumi
sunting
sunting sumber
4.567 Ga (gigaannum: miliar tahun lalu): Pembentukan
tata surya
4,54 Ga: Akresi, atau pembentukan,
Bumi
C. 4 Ga: Akhir dari
Pembombardiran Berat Akhir
, kehidupan pertama
C. 3,5 Ga: Awal
fotosintesis
C. 2,3 Ga: Atmosfer teroksigenasi, bola
salju
pertama di Bumi
730–635 juta tahun yang lalu (megaannum: juta tahun yang lalu): Bumi bola
salju
kedua
541 ± 0,3 juta tahun yang lalu:
Letusan Kambrium
– penggandaan besar-besaran kehidupan bertubuh keras;
fosil
pertama yang berlimpah; awal
Paleozoikum
C. 380 juta tahun yang lalu: Hewan darat
vertebrata
pertama di Bumi
250 juta tahun yang lalu:
Peristiwa kepunahan Perm–Trias
– 90% dari seluruh hewan darat mati; akhir
Paleozoikum
dan awal
Mesozoikum
66 juta tahun yang lalu:
Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen
Dinosaurus
mati; akhir
Mesozoikum
dan awal
Kenozoikum
C. 7 Ma: Hominin pertama muncul
3.9 juta tahun yang lalu: Australopithecus pertama, nenek moyang langsung
Homo sapiens
modern, muncul
200 ka (kiloannum: seribu tahun yang lalu):
Homo sapiens
(Manusia) modern pertama muncul di
Afrika Timur
Bahan yang tidak terlitifikasi
sunting
sunting sumber
Ahli geologi juga mempelajari material yang tidak terlitifikasi (disebut sebagai endapan dangkal) yang terletak di atas batuan dasar. Kajian ini sering disebut dengan
Geologi Kuarter
, diambil dari nama periode sejarah geologi Kuarter, yang merupakan periode waktu geologi terkini.
Paleontologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Paleontologi
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau berdasarkan fosil, yaitu sisa-sisa atau jejak organisme yang terawetkan secara alami dalam batuan sedimen. Ilmu ini berperan fundamental dalam merekonstruksi sejarah evolusi kehidupan di bumi, memahami keanekaragaman hayati purba, serta mengungkap hubungan kekerabatan antara organisme yang telah punah dengan organisme modern. Menurut
International Palaeontological Association
(IPA), paleontologi merupakan ilmu yang menjembatani geologi dan
biologi
, tetapi juga dengan
ekologi
kimia
fisika
, dan
matematika
34
35
Paleontologi merupakan ilmu yang menekankan lebih ke kehidupan organik di masa lalu, dengan fokus pada fosil-fosil tumbuhan, hewan, dan organisme lain untuk memahami evolusi biologis serta lingkungan di masa purba. Sedangkan
arkeologi
tidak berfokus pada kehidupan organik secara umum, melainkan lebih berfokus pada kebudayaan manusia di masa lalu, seperti
artefak
(alat batu, gerabah), fitur (bangunan, parit), dan
ekofak
(sisa tulang hewan atau biji tanaman yang telah dimodifikasi atau dimanfaatkan oleh manusia).
36
Kepunahan massal
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Kepunahan massal
Kepunahan massal (atau krisis biotik) adalah peristiwa menurunnya
keanekaragaman hayati
di
Bumi
. Peristiwa kepunahan massal biasanya ditandai dengan perubahan besar dalam hal keanekaragaman dan kelimpahan organisme mutiseluler. Hal ini terjadi ketika laju
kepunahan
meningkat berbanding dengan laju
spesiasi
. Karena mayoritas keanekaragaman dan
biomassa
bumi ada pada
organisme
mikrob
, tetapi sulit diukur, kepunahan massal hanyalah merujuk pada pemantauan yang
mudah terpantau
dan tidak memiliki efek terhadap keanekagaraman dan kelimpahan kehidupan
keseluruhan
bumi.
Lebih dari 97% spesies yang pernah hidup telah punah, tetapi kepunahan terjadi dengan laju yang berbeda-beda. Berdasarkan
catatan fosil
, laju latar
kepunahan
di
Bumi
adalah sekitar dua sampai lima
famili
avertebrata
dan
vertebrata
laut setiap juta tahun. Fosil organisme laut sering digunakan untuk mengukur laju kepunahan karena catatannya yang lebih unggul dan mempunyai jangkauan
stratigrafi
yang lebih besar daripada organisme darat.
37
Penerapan
sunting
sunting sumber
Beberapa terapan dari ilmu geologi adalah sebagai berikut:
Cabang Geologi Terapan
Disiplin Ilmu Terkait
Contoh Aplikasi Praktis
Geologi ekonomi
Ekonomi, Pertambangan, Metalurgi, Hukum
Eksplorasi mineral dan sumber daya energi, analisis kelayakan tambang, perhitungan cadangan, penetapan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP), perhitungan royalti, penyelesaian sengketa lahan tambang.
38
Geologi teknik
Teknik Sipil, Arsitektur, Geoteknik
Investigasi pondasi bangunan, analisis stabilitas lereng, desain bendungan dan terowongan, pemilihan lokasi infrastruktur, desain bangunan tahan gempa
Hidrogeologi
Hidrologi, Teknik Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Pertanian
Eksplorasi dan konservasi air tanah, investigasi pencemaran air tanah, desain sistem remediasi, penyediaan air bersih, irigasi pertanian
Geologi lingkungan
Ilmu Lingkungan, Biologi, Ekologi, Hukum Lingkungan
Analisis dampak lingkungan (AMDAL), reklamasi lahan bekas tambang, remediasi lahan terkontaminasi, penentuan lokasi TPA, audit lingkungan
Geologi kelautan
Oseanografi, Biologi Laut, Perikanan
Eksplorasi sumber daya laut dalam (nodul mangan, hidrotermal sulfida), pemetaan habitat dasar laut, konservasi terumbu karang, pengelolaan perikanan berkelanjutan
Geologi Panas Bumi
Fisika, Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro
Eksplorasi sistem panas bumi, analisis fluida reservoir, desain pembangkit listrik panas bumi, sistem transmisi dan distribusi listrik
Geoarkeologi
Arkeologi, Antropologi, Sejarah
Analisis stratigrafi situs purba, identifikasi sumber bahan baku artefak, rekonstruksi lingkungan dan iklim masa lalu, penanggalan relatif dan absolut situs arkeologi
Geologi Kedokteran
Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Toksikologi
Identifikasi penyebab geologis penyakit (fluorosis, gondok, asbestosis), pemetaan risiko kesehatan berbasis kondisi geologi, studi toksisitas unsur geogenik (arsenik, merkuri, timbal)
Geologi pertambangan
Teknik Pertambangan, Metalurgi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Pemodelan endapan bijih 3D, kontrol kadar bijih harian, perencanaan tambang jangka pendek, identifikasi potensi bahaya geoteknik, pemantauan gas tambang bawah tanah
Minyak
dan Gas Bumi
Fisika Reservoir, Teknik Perminyakan, Ekonomi Energi
Pemodelan sistem petroleum, estimasi cadangan migas, simulasi produksi, enhanced oil recovery, evaluasi kelayakan ekonomi lapangan migas
Geologi batubara
Sedimentologi, Teknik Pertambangan, Energi
Pemodelan seam batubara, analisis kualitas batubara, perencanaan tambang batubara, eksplorasi gas metana batubara (CBM), studi pemanfaatan batubara untuk energi
Geoinformatika
Geografi, Perencanaan Wilayah, Sistem Informasi Geografis (GIS)
Pemetaan geologi regional, penyusunan peta tematik, analisis spasial untuk tata ruang wilayah, identifikasi zona konservasi dan kawasan budidaya, perencanaan jalur infrastruktur
Geofisika
Fisika, Matematika, Geologi, Teknik Komputer
Eksplorasi mineral dan migas (metode seismik, gravitasi, magnetik), investigasi geoteknik (geolistrik untuk pondasi bangunan), mitigasi bencana (pemantauan gempa bumi, deformasi tanah), penentuan struktur bawah permukaan bumi (studi inti bumi, mantel, kerak)
Geokimia
Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Geologi
Eksplorasi sumber daya mineral dan energi (analisis anomali unsur, geokimia minyak bumi), studi lingkungan (pencemaran logam berat, kualitas air tanah), penentuan umur batuan (geokronologi isotop), rekonstruksi iklim purba (analisis isotop stabil), pemodelan proses magmatik dan hidrotermal
Geobiologi
Biologi, Mikrobiologi, Geokimia, Ekologi, Ilmu Lingkungan
Studi asal-usul kehidupan dan evolusi biosfer, eksplorasi biomarker dalam batuan untuk eksplorasi migas, bioremediasi lingkungan (pembersihan logam berat dan uranium menggunakan mikroba), pemahaman peran organisme dalam siklus geokimia (pembentukan batuan besi-berpita), studi interaksi mikroba-mineral
Geoarkeologi
Arkeologi, Antropologi, Geografi, Geomorfologi, Sejarah, GIS
Rekonstruksi bentang alam purba di sekitar situs arkeologi, analisis stratigrafi situs untuk interpretasi kronologi, identifikasi sumber bahan baku artefak (batu, mineral), pemetaan potensi situs arkeologi menggunakan penginderaan jauh dan GIS, studi interaksi manusia purba dengan lingkungan
Astrogeologi
(Geologi Planet)
Astronomi, Fisika, Geokimia, Ilmu Keplanetan
Studi geologi planet, bulan, dan asteroid melalui data misi antariksa, pemetaan geologi benda langit, identifikasi potensi sumber daya di luar bumi, pencarian kehidupan di planet lain (astrobiologi), pemahaman sejarah awal bumi melalui perbandingan dengan planet lainlain
Geologi rekayasa
Teknik sipil, geoteknik, hidrogeologi, mekanika bata untuk dan tanah, perencanaan wilayah, geofisika
Penerapan prinsip-prinsip geologi untuk kepentingan rekayasa dan konstruksi, dengan tujuan menjamin bahwa faktor-faktor geologi yang mempengaruhi lokasi, desain, konstruksi, operasi, dan perawatan pekerjaan rekayasa telah dikenali dan diperhitungkan dengan matang
Metodologi penelitian
sunting
sunting sumber
Metodologi penelitian geologi merupakan serangkaian pendekatan dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data tentang bumi. Penelitian geologi memiliki karakteristik yang berkaitan dengan objek kajiannya, yaitu bumi dengan skala ruang yang bervariasi dari lokal hingga global serta rentang waktu yang mencakup jutaan hingga miliaran tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian geologi mencakup
observasi lapangan
, analisis laboratorium, dan
pemodelan
. Secara umum, penelitian geologi dapat dikategorikan ke dalam penelitian dasar yang bertujuan memahami proses dan sejarah bumi, penelitian terapan untuk kebutuhan praktis seperti eksplorasi sumber daya alam dan mitigasi bencana, serta penelitian pengembangan metodologi untuk meningkatkan teknik investigasi geologi.
Lapangan
sunting
sunting sumber
Metode lapangan merupakan fondasi utama dalam penelitian geologi yang melibatkan pengamatan, pengukuran, dan pengumpulan data secara langsung di permukaan bumi. Metode ini menjadi tahap kritis karena menyediakan data primer yang menjadi dasar bagi seluruh interpretasi geologi selanjutnya.
39
Pemetaan geologi
adalah kegiatan inti dalam metode lapangan yang bertujuan untuk membuat representasi grafis tentang distribusi batuan, struktur geologi, dan fitur permukaan lainnya pada suatu daerah.
40
Pengukuran penampang
adalah metode untuk merekam variasi vertikal litologi dan struktur geologi sepanjang lintasan tertentu. Penampang digambar sebagai peta vertikal, seolah-olah tanah telah dipotong dan diekspos sepanjang garis tertentu. Berbagai garis, warna, pola, dan simbol digunakan untuk mewakili berbagai bagian dan fitur batuan. Karena panjang area yang dipelajari seringkali jauh lebih besar daripada kedalamannya, skala diagram dapat diperbesar secara vertikal untuk menekankan kedalaman atau ketinggian fitur dan membuatnya lebih terlihat. Data yang dianalisis dapat mencakup seperti sampel batuan, orientasi struktur dan
survei seismik
41
42
Deskripsi lapangan adalah kegiatan mencatat secara sistematis seluruh pengamatan geologi pada suatu singkapan atau lokasi pengamatan. Kegiatan ini mencakup pendokumentasian kondisi geomorfologi, pola aliran sungai, sebaran dan deskripsi litologi, data stratigrafi, serta data struktur geologi seperti jurus dan kemiringan lapisan. Dalam setiap titik pengamatan, geolog mencatat deskripsi megaskopis batuan meliputi warna, tekstur, struktur, komposisi mineral, ukuran butir, serta hubungan dengan batuan di sekitarnya.
39
Contoh pencatatan ini seperti
Pencatatan sumur
yang berfungsi sebagai inspeksi visual dari sampel yang dibawa ke permukaan.
Laboratorium
sunting
sunting sumber
Metode laboratorium dalam geologi merupakan serangkaian teknik analisis yang dilakukan terhadap sampel batuan, mineral, tanah, sedimen, air, dan fosil yang dikumpulkan dari lapangan untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif yang tidak dapat diperoleh melalui pengamatan megaskopis.Contoh metode
Ar/Ar (Argon-Argon)
dan
U-Pb (Uranium-Timbal)
. Metode 40Ar/39Ar merupakan geokronometer yang sangat serbaguna dan dapat digunakan untuk menentukan umur batuan dan mineral yang mengandung kalium, dari yang berusia puluhan ribu tahun hingga batuan tertua di bumi.
43
Pemodelan geologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Pemodelan geologi
Pemodelan geologi adalah ilmu terapan untuk menciptakan representasi digital (numerik) dari bagian kerak bumi bawah permukaan, berdasarkan data geologi, geofisika, geokimia, dan produksi. Proses ini menghasilkan model 2D atau 3D yang menggambarkan geometri, sifat fisik, serta distribusi spasial unit geologi seperti lapisan batuan, patahan, dan fasies.
44
Penanggalan
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Geokronologi
Metode penanggalan geologi atau geokronologi adalah ilmu untuk menentukan umur batuan, fosil, dan material bumi lainnya guna menetapkan kronologi atau urutan waktu dari peristiwa-peristiwa dalam sejarah bumi. Dalam praktik geologi, metode penanggalan secara garis besar dibagi menjadi dua: yaitu
penanggalan relatif
yang menempatkan peristiwa dalam urutan kronologis tanpa menyebutkan umur numerik, serta
penanggalan absolut
yang memberikan umur numerik dalam satuan tahun.
45
Lihat pula
sunting
sunting sumber
Cari tahu mengenai Geologi pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan
dari Wiktionary
Gambar dan media
dari Commons
Berita
dari Wikinews
Kutipan
dari Wikiquote
Teks sumber
dari Wikisource
Buku
dari Wikibuku
Portal Ilmu kebumian
Bumi
- Planet terbesar keempat di tata surya
Fosil
- benda yang diawetkan dalam amber, rambut, kayu yang membatu, minyak, batu bara, dan sisa-sisa DNA
Gunung Berapi
- Batuan dalam wujud cair lava dan magma
Gempa bumi
- Guncangan tanah yang terjadi secara tiba-tiba di permukaan bumi
Intan
- benda berharga mineral yang secara kimia merupakan bentuk kristal dari karbon
Padang Pasir
- adalah suatu daerah atau tanah yang menerima curah hujan yang sedikit
Tsunami
- Perpindahan badan air akibat perubahan tiba-tiba permukaan laut secara vertikal
Samudra
- massa air asin yang luas dan dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar
Sungai
- aliran air yang memanjang di permukaan tanah
Cincin Api Pasifik
- Zona kawasan rawan gempa bumi dan letusan gunung berapi
Referensi
sunting
sunting sumber
Noor, Jauhari (2014).
Pengantar Geologi
. Sleman: Deepublish. hlm.
1.
ISBN
978-602-280-256-3
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 2023-07-31
. Diakses tanggal
2021-09-11
geology
Diarsipkan
2017-06-30 di
Wayback Machine
".
Online Etymology Dictionary
γῆ
Diarsipkan
2023-04-26 di
Wayback Machine
Liddell, Henry George;
Scott, Robert
A Greek–English Lexicon
at the Perseus Project
Gohau, Gabriel (1990).
A history of geology
. New Brunswick: Rutgers University Press. hlm.
2.
ISBN
978-0-8135-1666-0
Pemeliharaan CS1: Status URL (
link
Moore, Ruth (1956).
The Earth We Live On
. New York: Alfred A. Knopf. hlm.
13.
Aristotle.
Meteorology
. Book 1, Part 14.
Asimov, M. S.; Bosworth, Clifford Edmund, ed. (1992).
The Age of Achievement: A.D. 750 to the End of the Fifteenth Century
: The Achievements
. History of civilizations of Central Asia. hlm.
211–
214.
ISBN
978-92-3-102719-2
Toulmin, S.; Goodfield, J. (1965).
The Ancestry of science: The Discovery of Time
. London, England: Hutchinson & Company. hlm.
64.
Al-Rawi, Munin M. (November 2002).
The Contribution of Ibn Sina (Avicenna) to the development of Earth Sciences
(PDF)
(Report). Manchester, UK: Foundation for Science Technology and Civilisation. Publication 4039.
Diarsipkan
(PDF)
dari versi aslinya tanggal 2012-10-03
. Diakses tanggal
2008-07-22
Needham, Joseph (1986).
Science and Civilisation in China
. Vol.
3. Taipei: Caves Books, Ltd. hlm.
603–
604.
ISBN
978-0-521-31560-9
England, Philip; Molnar, Peter; Richter, Frank (2007).
"John Perry's neglected critique of Kelvin's age for the Earth: A missed opportunity in geodynamics"
GSA Today
17
(1): 4.
Bibcode
2007GSAT...17R...4E
doi
10.1130/GSAT01701A.1
Lyell 1830
, hlm.
ii
xiv
Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily.
Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus)
. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.
Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (
link
) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (
link
Noor, Djauhari (2012).
Pengantar Geologi
(Edisi 2). Pakuan University Press.
Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (
link
) Pemeliharaan CS1: Status URL (
link
"Kamus Besar Bahasa Indonesia"
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2017-11-07
. Diakses tanggal
2017-11-06
Noor, Jauhari (2014).
Pengantar Geologi
. Sleman: Deepublish. hlm.
3.
ISBN
978-602-280-256-3
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 2023-07-31
. Diakses tanggal
2021-09-11
Pollard, David D; Fletcher, Raymond C.
"Fundamentals of Structural Geology"
The SAO Astrophysics Data System
. Diakses tanggal
18 Februari
2026
Levin, Harold L.; King, David T. (2017).
The Earth Through Time
(11th ed.). Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons. p. 8.
ISBN
978-1-119-22834-9
"Applied Geology Research Group"
. Diakses tanggal
18 Februari
2026
"Mineral Identification Tests"
Geoman's Mineral ID Tests
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 9 May 2017
. Diakses tanggal
17 April
2017
Guéguen, Yves; Palciauskas, Victor (1994).
Introduction to the Physics of Rocks
(dalam bahasa Inggris). Princeton University Press: Princeton University Press. hlm.
10.
ISBN
978-0-691-03452-2
Raymond Siever,
Sand
, Scientific American Library, New York (1988),
ISBN
0-7167-5021-X
Georges Millot, translated [from the French] by W.R. Farrand, Helene Paquet,
Geology Of Clays - Weathering, Sedimentology, Geochemistry
Springer Verlag, Berlin (1970),
ISBN
0-412-10050-9
Donald R. Prothero and Fred Schwab,
Sedimentary Geology: An Introduction to Sedimentary Rocks and Stratigraphy
, W. H. Freeman (1996),
ISBN
0-7167-2726-9
Amundsen, R. (t.t.).
Soil preservation and the future of pedology
. Diakses secara daring dari
Williams, Richard S. (1987).
"Summary Remarks"
Annals of Glaciology
254–
255.
Bibcode
1987AnGla...9..254W
doi
10.3189/S0260305500000987
Suharjo, dkk. (2017).
Geomorfologi Dasar: Dinamika Permukaan Bumi dan Dampaknya terhadap Manusia di Berbagai Lingkungan Bentang Lahan
. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
ISBN
978-602-361-072-3
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 2023-07-31
. Diakses tanggal
2022-03-06
Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (
link
Bronto, Sutikno (2013).
Geologi Gunung Api Purba
. Bandung: Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. hlm.
4–
5.
ISBN
978-602-9105-01-8
Pemeliharaan CS1: Status URL (
link
"The Archaeologist's Toolkit: What is Stratigraphy? | Center for Archaeological Studies"
www.southalabama.edu
. Diakses tanggal
2025-08-28
"Geologic Principles—Cross-cutting Relationships (U.S. National Park Service)"
www.nps.gov
(dalam bahasa Inggris)
. Diakses tanggal
2025-08-28
Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung (2009).
Mengelola Risiko Bencana di Negara Maritim Indonesia
(PDF)
. Bandung: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITB.
ISBN
979-1344-77-9
Pemeliharaan CS1: Status URL (
link
"Communication of IUGS Geological Standards"
. hlm.
105-115.
doi
10.18814/epiiugs/2025/025001
. Diakses tanggal
21 Februari
2026
Noor, Djauhari (2014).
Pengantar Geologi
. Yogyakarta: Deepublish. hlm.
505.
ISBN
978-602-280-256-3
"Paleontology"
Archaeologist
. Diakses tanggal
21 Februari
2026
Laporte, L.F. (1988). "What, After All, Is Paleontology?".
PALAIOS
(5): 453.
Bibcode
1988Palai...3..453L
doi
10.2307/3514718
JSTOR
3514718
"Archeology and Paleontology"
National Park Service
. Diakses tanggal 21 Februari2026
Sudakow, Ivan; Myers, Corinne; Petrovskii, Sergei; Sumrall, Colin D.; Witts, James (July 2022).
"Knowledge gaps and missing links in understanding mass extinctions: Can mathematical modeling help?"
Physics of Life Reviews
41
22–
57.
Bibcode
2022PhLRv..41...22S
doi
10.1016/j.plrev.2022.04.001
PMID
35523056
S2CID
248215038
Pohl W.L. (2020) Economic Geology, Principles and Practice: Metals, Minerals, Coal and Hydrocarbons – an Introduction to Formation and Sustainable Exploitation of Mineral Deposits. 2nd ed. 755 pp. 32 Colour Plates, 305 Figures, 32 Tables, 25 Boxes, 81 Equations. Schweizerbart Science Publishers, Stuttgart. www.schweizerbart.de/9783510654352 (Soft Cover)
R. Compton, Robert (1962).
Manual of Field Geology
. John Wiley & Sons Inc.
ISBN
9780471166986
Wang, Wenlei; et
al. (2024).
"Machine learning-based field geological mapping: A new exploration of geological survey data acquisition strategy"
Ore Geology Reviews
166
doi
10.1016/j.oregeorev.2024.105959
. Diakses tanggal
23 Februari
2026
Randle, Charles H.; Bond, Clare E.; Lark, R. Murray; Monaghan, Alison A. (2018-04-24).
"Can uncertainty in geological cross-section interpretations be quantified and predicted?"
Geosphere
14
(3):
1087–
1100.
Bibcode
2018Geosp..14.1087R
doi
10.1130/GES01510.1
hdl
2164/10441
ISSN
1553-040X
Lark, R. M.; Thorpe, S.; Kessler, H.; Mathers, S. J. (2014-07-17).
"Expert modelling of a geological cross-section from boreholes: sources of uncertainty and their quantification"
(PDF)
Solid Earth Discussions
(2): 1687.
Bibcode
2014SolED...6.1687L
doi
10.5194/sed-6-1687-2014
"New Mexico Geochronology Research Laboratory: K/Ar and
40
Ar/
39
Ar Methods"
. New Mexico Bureau of Geology and Mineral Resources. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2017-08-03
. Diakses tanggal
2008-09-16
Berg, Richard C; et
al. (2011).
"Synopsis of current three-dimensional geological mapping and modeling in Geological Survey organizations"
"Dating-geochronology"
. Diakses tanggal
25 Februari
2026
Pranala luar
sunting
sunting sumber
Data mineral di seluruh dunia
Persatuan Ilmu Geologi Internasional
Komisi Internasional untuk Stratigrafi (International Commission on Stratigraphy/ICS)
Peta lempeng dunia berdasarkan ArcGIS
Portal utama untuk peta geologi, data vulkanologi, sumber daya mineral, dan monitoring bencana di Indonesia
Berita, webinar, dan direktori ahli geologi Indonesia
Basis data pengawasan otoritas
Internasional
GND
FAST
Nasional
Amerika Serikat
Prancis
Data BnF
Jepang
Republik Ceko
Israel
Lain-lain
Kamus Sejarah Swiss
NARA
Ensiklopedia Ukraina Modern
Yale LUX
Geologi
Ikhtisar
Garis besar geologi
Indeks artikel geologi
Komposisi dan struktur
Geokimia
Kristalografi
Mineralogi
Petrografi
Petrologi
Sejarah geologi
Stratigrafi
Paleontologi
Paleoklimatologi
Pergerakan
Geologi struktur
Geodinamik
Lempeng tektonik
Geomorfologi
Air
Glasiologi
Hidrogeologi
Geologi kelautan
Geofisika
Geodesi
Geomagnetisme
Survei geologi
Seismologi
Tektonofisika
Aplikasi
Geologi ekonomi
Geologi rekayasa
Geologi planet
Geologi
Ilmu kebumian
Geologi
Diperoleh dari "
Kategori
Geologi
Bumi
Kategori tersembunyi:
Galat CS1: parameter tidak didukung
Templat webarchive tautan wayback
Pemeliharaan CS1: Status URL
Articles with hatnote templates targeting a nonexistent page
Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list
Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit
Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan
CS1 sumber berbahasa Inggris (en)
Galat CS1: tanggal
Galat CS1: tanggal ISBN
Galat CS1: tanggal akses tanpa URL
Galat CS1: penggunaan et al.
Geologi
Bagian baru
US