Sebuah berita penting bagi komunitas Wikimedia global: Jika akhir-akhir ini Anda mencoba menyunting Wikipedia atau proyek Wikimedia lainnya di Indonesia, Anda akan mendapati bahwa kemungkinan besar Anda tidak bisa masuk log. Anda masih bisa membaca artikel wiki, tapi masuk log atau mendaftarkan akun baru? Anda akan menjumpai pesan:

atau pesan seperti ini

Hari itu tanggal 25 Februari siang hari jam 14 lebih sedikit, seorang teman wiki menghubungi saya karena dia mengalami gangguan koneksi ketika mencoba masuk log di sebuah situs wiki, bahkan di situs-situs wiki lainnya. Saya menyarankan untuk mencoba peramban internet yang lain, mencoba mulai ulang perangkat komputernya, mencoba ganti jaringan data/wifi, mencoba mengecek apakah jam di komputernya sudah betul (ada kaitannya dengan situs https), mencoba situs-situs yang lain selain wiki. Saya menjawab bahwa di tempat saya masih lancar; saya tidak menemukan masalah apa pun. Tapi kemudian saya mencobanya di Private Window, dan saya menjumpai masalah yang sama. Saya masih bisa membaca situs wiki, namun begitu saya mencoba masuk log, keluar halaman Potential Security Issue. Ini tidak normal, pikir saya.

Saya mulai bertanya-tanya di grup wiki saya, dan teman saya pun bertanya di grup wikinya. Mulai ada laporan lain yang masuk: pengguna lain juga ada yang mengalami masalah serupa. Aneh, mengapa kalau ada beberapa yang mengalami gangguan, di tempat saya tidak ada gangguan? Mengapa saya masih bisa menyunting di berbagai situs wiki? Ini tidak seperti gangguan dari peladen wiki ataupun (skenario terburuk) pemblokiran Wikipedia. Mengapa hanya sebagian yang terimbas, dan apa polanya? Wikimedia Status juga tidak menunjukkan adanya masalah peladen.

Awalnya saya masih menyangkal, tidak mungkin diblokir, buktinya saya dan beberapa pengguna lain masih bisa menyunting. Apakah mungkin ada pemblokiran bagi sebagian orang saja? ISP tertentu saja?

Setelah satu jam koordinasi, akhirnya jawabannya mulai menyeruak: Pemerintah Indonesia, melalui Kemkomdigi, memblokir domain auth.wikimedia.org, ternyata pemblokiran itu benar-benar terjadi, walaupun tidak berupa pemblokiran situs-situs Wikimedia seluruhnya, namun benar bahwa subdomain auth.wikimeda.org diblokir oleh pemerintah.

Alasan yang diberikan sama dengan pembatasan serupa yang mereka lakukan kepada situs-situs Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lainnya, yaitu bahwa layanan mereka (termasuk WMF), belum memenuhi “kewajiban” pendaftaran PSE Lingkup Privat, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020.

Informasi sudah bisa dipastikan, rencana harus segera dibuat untuk menanggulangi dampaknya. (Adapun alasan mengapa beberapa pengguna termasuk saya masih dapat menyunting adalah karena tembolok, karena kami sudah masuk log sebelumnya, jadi tidak ada lagi cek otentikasi)

Indonesia memiliki basis pembaca situs-situs wiki yang cukup besar. Situs Wikipedia bahasa Indonesia dikunjungi lebih dari 193 juta kali oleh pembaca dari Indonesia dalam sebulan, Sementara Wikipedia bahasa Inggris dikunjungi lebih dari 58 juta kali. Belum termasuk situs-situs saudarinya yang lain, seperti Wikikamus, Wikisumber, Wikimedia Commons, Wikidata, dll. Ada lebih dari 3.700 pengguna wiki aktif dari Indonesia, dan ribuan lainnya yang hanya menyunting secara insidentil. Semuanya terdampak oleh pemblokiran ini. Kami perlu melakukan damage control, pikir saya.

Pada tanggal 25 Februari 2026 sekitar jam 14.00 WIB, pemerintah Indonesia melalui Kemkomdigi menjadi negara pertama di dunia yang memblokir akses penyunting wiki melalui pembatasan domain otentikasi Wikimedia.

Saya pun segera memposting berita ini ke kanal telegram Wikipedia bahasa Indonesia (WBI) yang saya kelola bersama pengurus-pengurus WBI yang lain.

Para pengurus WBI pun segera sibuk melakukan diseminasi informasi ini ke berbagai kanal. Komunitas-komunitas wiki dihubungi, WMF dihubungi, WMID dihubungi. Komunitas wiki cukup bingung karena pemblokiran yang sangat mendadak ini. Tiba-tiba diputus otentikasinya. Kenapa bukan situsnya yang diblokir? Kalau itu yang dilakukan, kita mungkin bisa pahami, karena kami tahu dari November 2025 sudah ada ancaman untuk mendaftar PSE. Tapi mengapa hanya otentikasinya yang diblokir? Kami tidak habis pikir. Apakah Kemkomdigi memiliki peretas yang mumpuni dan mampu mendeteksi kerentanan sistem WMF hingga sedemikian? (Hint: Jawabannya iya.)

Hingga malam, kami mulai menyadari gravitas dari masalah ini. Kemkomdigi kali ini tidak main-main ataupun memberikan ancaman kosong. Mereka mulai menindak platform (termasuk WMF) yang belum mendaftar PSE dan mereka tidak segan-segan menghukum entitas yang tidak mau mendaftar. Khusus untuk tindakan terhadap WMF, pengguna wiki dari Indonesia yang menjadi sasaran hukuman mereka.

Saat itu kami hanya bisa membagikan informasi kepada komunitas wiki di Indonesia, bagaimana cara menggunakan VPN untuk dapat tetap terhubung dengan situs wiki. Kami bersiap-siap menghadapi blokir yang mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kita perlu jelaskan di awal (terutama kepada teman-teman jurnalis pers dan mereka yang awam tentang teknologi maupun cara kerja situs-situs Wikimedia): bukan Wikipedia yang diblokir, namun pembatasan akses subdomain yang menangani:

  • Masuk log pengguna (login) di 750+ proyek wiki
  • Pendaftaran akun baru (registrasi)
  • Otentikasi untuk alat-alat pihak ketiga yang menggunakan otentikasi Wikimedia.

Wikipedianya masih dapat diakses, dibaca, disunting secara anonim. Tapi penggunanya yang dihalangi aksesnya. Ibaratnya perpustakaan yang membolehkan orang membaca buku, tapi melarang siapa pun untuk menulis buku baru (kecuali secara anonim).

Alasannya? Karena Wikimedia Foundation belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat. Sebuah produk hukum oleh kementrian sebelumnya (Kemkominfo) yang dikritik sebagai Regulasi yang Paling Represif oleh Electronic Frontier Foundation. Berdasarkan peraturan tersebut, Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang beroperasi di Indonesia wajib: 1. mendaftar ke Kemkomdigi, 2. menyerahkan akses sistem dan data ke pihak berwajib, 3. tidak boleh menyediakan “konten terlarang”, 4. mematuhi permintaan penghapusan konten, dan sederet aturan abu-abu lainnya yang berpotensi menghadirkan ancaman/bahaya bagi data pribadi kontributor wiki dari Indonesia.

Namun di sini letak permasalahannya: yang terkena sanksi hukuman oleh Kemkomdigi malahan setiap sukarelawan penyunting wiki di Indonesia. Ilham A. Ridlo dari Universitas Airlangga/IfKW LMU, Munich, menuliskan:

"Wikipedia bukanlah perusahaan media sosial yang mencari keuntungan. Ini adalah proyek nirlaba yang bergantung pada partisipasi sukarela. Wikipedia tidak mengumpulkan data pengguna untuk iklan. Wikipedia tidak menggunakan algoritma untuk memaksimalkan keterlibatan. Wikipedia tidak menampung konten yang dibuat pengguna tanpa peninjauan.

Pendekatan yang gagal membedakan antara platform komersial dan infrastruktur pengetahuan publik berisiko menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan."

Mengapa hal ini penting?

Pada tanggal 9 Maret, berbagai komunitas wiki di Indonesia telah mengeluarkan sebuah pernyataan sikap yang menjelaskan dampak dari pembatasan akses ini:

  • “Dengan membatasi akses masuk, maka akan sulit bagi Wikimediawan dalam memperbarui isi artikel Wikipedia agar tetap andal.”
  • “Dengan membatasi akses pendaftaran, maka akan mempersulit kontributor baru yang ingin membagikan pengetahuan.”
  • “Dengan membatasi akses, maka akan menghambat penutur jati di Indonesia yang ingin menulis dan melestarikan bahasa ibunya. Hal ini akan menyebabkan bahasa-bahasa daerah di Indonesia semakin berkurang penuturnya bahkan terancam punah.”

Baca: Pernyataan resmi komunitas Wikipedia bahasa Indonesia terhadap pembatasan akses auth.wikimedia.org di Indonesia

Tanpa barisan sukarelawan penyunting, siapa yang akan menjaga kualitas wiki, mengembalikan vandalisme, dan memperbarui artikel (lebih dari 763 ribu artikel di WBI saja)? Siapa yang akan menuliskan artikel tentang berita terkini, Perang Iran, Berkas Epstein, kematian terkini tokoh? Siapa yang akan mengunggah berkas-berkas tentang Indonesia, berkontribusi dan memberikan sudut pandang dari Indonesia di situs-situs wiki global seperti Wikipedia bahasa Inggris, Meta-Wiki, Wikidata? Siapa yang akan melanjutkan proyek-proyek bahasa daerah yang masih ada di Incubator?

Apakah Anda masih ingat suntingan pertama Anda? Mungkin ada pengguna lain yang mengucapkan selamat datang kepada Anda, dan membantu Anda mengenali seluk-beluk wiki. Jalur itu kini sudah ditutup oleh karena pembatasan akses ini. Setiap acara penjangkauan, wikilatih, kompetisi yang sudah direncakan, usaha pelestarian bahasa seperti acara WikiKatha, kini terbentur tembok pada langkah pertamanya: “Silakan membuat akun terlebih dahulu”. Suara-suara baru—mahasiswa, akademisi, pelestari budaya—sama sekali tidak dapat bergabung.

1,6 juta pengguna terdaftar di Wikipedia bahasa Indonesia tidak datang dalam sekejap mata. Mereka dibangun dengan jerih payah selama 23 tahun keberadaan WBI dan 45 situs wiki bahasa daerah lainnya. Dengan sebuah perintah dari Kemkomdigi, pertumbuhan itu kini sudah ditengkes.

Namun dampak paling besar yang akan dirasakan dalam bulan-bulan mendatang selama pembatasan ini masih dilakukan adalah bagi mereka yang peduli terhadap misi Wikimedia untuk “memberdayakan dan melibatkan orang-orang di seluruh dunia”, karena proyek-proyek Wikimedia adalah satu dari sangat sedikit media yang peduli terhadap pelestarian lebih dari 700 bahasa daerah di Indonesia. Para Wikimediawan tidak hanya menulis artikel Wikipedia. Mereka mendokumentasikan bahasa mereka. Mereka mendigitalkan manuskrip, buku, dokumen, dan produk hukum. Mereka mengompilasi kamus bahasa daerah terlengkap. Mereka mengumpulkan sejarah lisan, melestarikan pengetahuan budaya yang tidak ada di tempat lain.

Ketika sebuah blokir hanya memikirkan cara untuk mempersulit para penyunting, dampak tidak langsungnya adalah Anda sedang mempercepat kepunahan bahasa-bahasa di Indonesia.

WMF perlu duduk dengan Kemkomdigi dan mencari solusi

Penyunting dari Indonesia berkontribusi secara global. Mereka melengkapi Wikidata. Mereka mengunggah foto, video, buku, dan berkas lainnya ke Commons. Mereka menerjemahkan pesan antarmuka di Meta. Mereka berpartisipasi dalam acara Wikimedia internasional. Semua itu terancam akan berhenti.

Statistik menunjukkan dengan jelas bahwa pengguna baru yang bergabung di WBI turun drastis pada akhir Februari 2026. (Data Maret baru tersedia pada awal April). Diperkirakan bahwa 39 pengguna baru yang bergabung pada akhir Februari mayoritas berasal dari luar Indonesia. Hingga 25 Maret, hampir tidak ada pengguna baru yang terdaftar di WBI, dibandingkan 2.577 pengguna baru pada bulan Februari dan 2.235 pada bulan Januari.

Pembatasan ini juga membuat sebuah preseden yang berbahaya. Apa yang terjadi ketika negara lain memutuskan untuk memblokir situs otentikasi wiki karena alasan “WMF harus mematuhi hukum lokal” yang serupa? Apa yang terjadi ketika definisi “kepatuhan” diperluas?

Prinsip dan pilar proyek-proyek wiki sudah jelas. Kami selalu sependapat bahwa situs-situs Wikimedia harus tetap terbuka bagi semua orang untuk berkontribusi, secara anonim dan dengan menggunakan akun. Jika suatu negara dapat memblokir akses masuk log dan registrasi tapi tetap mempertahankan akses baca, mereka telah menemukan cara untuk membungkam kontributor tanpa secara teknis “menyensor” konten.

Komunitas Indonesia menyatakannya dengan tegas:

"Tanpa Wikimediawan, informasi akan semakin sulit diperbarui dan penyebaran pengetahuan akan terhambat."

Bayangkan suatu hutan yang setiap pengunjungnya dilarang untuk memungut sampah maupun menanam bunga. Itulah kondisi Indonesia saat ini.

Apa yang sudah dilakukan oleh komunitas?

Komunitas Wikimediawan di Indonesia tidak tinggal diam menyikapi hal ini. Pernyataan resmi komunitas memuat tuntutan yang jelas kepada Kemkomdigi:

"Untuk mencabut pembatasan terhadap fitur pendaftaran dan masuk log pada subdomain auth.wikimedia.org, serta tidak lagi melakukan tindakan atau pembatasan serupa di masa depan."

Hingga blog ini ditulis, petisi telah ditandatangani oleh lebih dari 5 ribu pengguna (~10% masih bisa masuk log dengan berbagai cara, sisanya menyuarakan secara anonim karena pembatasan yang terjadi). Tagar kampanye #AkuWikipedia juga sudah mulai menggema di media sosial. Gunakan tagar ini untuk menyampaikan kisah Anda dalam berbagi pengetahuan melalui situs-situs Wikimedia. Jangan lupa tandai @kemkomdigi dan @idwiki. Bicarakan hal ini di komunitas-komunitas Anda. Semakin banyak orang yang membahas hal ini, semakin sulit bagi pemerintah untuk diam dan tidak merespons petisi.

Akhir kata, seperti yang dituliskan di halaman pernyataan sikap: “Pembatasan akses pendaftaran dan masuk log pada subdomain auth.wikimedia.org hanyalah membatasi ruang gerak Wikimediawan dari Indonesia dalam membebaskan pengetahuan, tidak memberi manfaat apa pun kepada pembaca di Indonesia.”

Pembatasan akses ini tidak melindungi siapa pun. Ini tidak membuat internet lebih aman. Ini tidak akan meningkatkan kepatuhan (paling hanya mengganggu para sukarelawan). Pembatasan ini hanyalah menghentikan kontributor yang beritikad baik untuk melakukan apa yang mereka sukai: berbagi pengetahuan secara bebas.

Dan itu seharusnya penting bagi kita semua.

Atas nama,

Kontributor Wiki.

(Tulisan ini mencerminkan pandangan pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan atau posisi resmi dari Wikimedia Foundation.)

Can you help us translate this article?

In order for this article to reach as many people as possible we would like your help. Can you translate this article to get the message out?

Start translation

Related