Tumbuhan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke isi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Nabati" beralih ke halaman ini. Untuk perusahaan makanan ringan, lihat
Kaldu Sari Nabati
Tetumbuhan
Rentang waktu:
Mesoproterozoikum – saat ini
Fa.
Proterozoikum
Arkaikum
Had.
Angiosperma
Charophyta
Lumut-lumutan
Glaucophyta
Konifer
Alga merah
Paku-pakuan
Lycophyta
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Eukaryota
Klad
Diaphoretickes
Klad
CAM
Klad
Archaeplastida
Kerajaan:
Plantae
H.F.Copel.
, 1956
Superdivisi
Lihat teks
Sinonim
Viridiplantae
Cavalier-Smith 1981
Chlorobionta
Jeffrey 1982, emend. Bremer 1985, emend. Lewis and McCourt 2004
Chlorobiota
Kenrick and Crane 1997
Chloroplastida
Adl et al., 2005
Phyta
Barkley 1939 emed. Holt & Uidica 2007
Cormophyta
Endlicher, 1836
Cormobionta
Rothmaler, 1948
Euplanta
Barkley, 1949
Telomobionta
Takhtajan, 1964
Embryobionta
Cronquist et al., 1966
Metaphyta
Whittaker, 1969
Tumbuhan
merupakan
eukariota
yang termasuk dalam
kerajaan
Plantae
; sebagian besar di antaranya bersifat
fotosintetik
. Artinya, tumbuhan memperoleh energi dari
cahaya matahari
dengan memanfaatkan
kloroplas
yang berasal dari hasil
endosimbiosis
dengan
sianobakteri
, guna menghasilkan
gula
dari
karbon dioksida
dan air melalui pigmen hijau yang disebut
klorofil
. Beberapa pengecualian terdapat pada
tumbuhan parasit
yang telah kehilangan gen untuk klorofil dan kemampuan fotosintesis, sehingga memperoleh energi dengan bergantung pada tumbuhan lain atau
jamur
. Sebagian besar tumbuhan bersifat
multiseluler
, meskipun terdapat beberapa
alga hijau
yang bersel tunggal.
Secara historis, sebagaimana dalam
biologi Aristoteles
, kerajaan tumbuhan mencakup seluruh makhluk hidup yang bukan
hewan
, termasuk pula
alga
dan
fungi
. Namun, definisi tersebut telah mengalami penyempitan seiring waktu; pengertian modern kini mengecualikan fungi dan sebagian jenis alga. Berdasarkan definisi yang digunakan dalam artikel ini, tumbuhan membentuk
klad
Viridiplantae
(tumbuhan hijau), yang terdiri atas
alga hijau
serta kelompok
Embryophyta
atau tumbuhan darat (seperti
lumut tanduk
lumut hati
lumut sejati
likofit
paku-pakuan
konifer
dan kelompok
Gymnospermae
lainnya, serta
tumbuhan berbunga
). Sementara itu, definisi yang didasarkan pada
genom
mencakup Viridiplantae bersama
alga merah
dan
glaukofit
, yang keseluruhannya tergabung dalam klad
Archaeplastida
Diperkirakan terdapat sekitar 380.000
spesies
tumbuhan yang telah dikenal, dengan sebagian besar di antaranya, sekitar 260.000 spesies, merupakan
penghasil biji
. Tumbuhan menunjukkan keragaman luar biasa dalam ukuran, mulai dari sel tunggal hingga
pohon
tertinggi di dunia. Tumbuhan hijau berperan penting dalam menghasilkan sebagian besar oksigen molekuler di Bumi. Gula yang yang dihasilkan tumbuhan menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar
ekosistem
di Bumi. Makhluk hidup lainnya, termasuk hewan, baik secara langsung sebagai
pemakan tumbuhan
maupun tidak langsung, sangat bergantung pada tumbuhan.
Biji-bijian
buah
, dan
sayuran
merupakan bahan pangan pokok manusia dan telah mengalami proses
domestikasi
selama ribuan tahun. Manusia memanfaatkan tumbuhan
untuk berbagai keperluan
, antara lain sebagai
bahan bangunan
, hiasan,
bahan tulis
, serta, dalam ragam yang luas, sebagai sumber
obat-obatan
. Kajian ilmiah mengenai tumbuhan dikenal sebagai
botani
, yang merupakan salah satu cabang dari
biologi
Definisi
sunting
sunting sumber
Sejarah taksonomi
sunting
sunting sumber
Informasi lebih lanjut:
Kerajaan (biologi) §
Sejarah
Seluruh makhluk hidup pada mulanya secara tradisional digolongkan ke dalam dua kelompok besar: tumbuhan dan
hewan
. Pengelompokan ini berakar dari pemikiran
Aristoteles
(384–322
SM), yang dalam
kajian biologinya
membedakan tingkatan-tingkatan kehidupan,
berdasarkan ada tidaknya "jiwa perasa" (
sensitive soul
) atau hanya "jiwa vegetatif" (
vegetative soul
) seperti halnya pada tumbuhan.
Theophrastus
, murid Aristoteles, melanjutkan karya gurunya dalam bidang taksonomi dan klasifikasi tumbuhan.
Berabad-abad kemudian,
Linnaeus
(1707–1778) merumuskan dasar-dasar sistem
klasifikasi ilmiah
modern, tetapi tetap mempertahankan pembagian kerajaan antara hewan dan tumbuhan, dengan menamai kerajaan tumbuhan sebagai
Vegetabilia
Konsep alternatif
sunting
sunting sumber
Ketika istilah
Plantae
atau "tumbuhan" diterapkan pada kelompok organisme atau
taksa
tertentu, istilah tersebut biasanya merujuk pada salah satu dari empat konsep utama. Dari yang paling sempit hingga yang paling luas, keempat pengelompokan tersebut adalah:
Nama
Lingkup
Organisasi
Deskripsi
Tumbuhan darat, juga dikenal sebagai
Embryophyta
Plantae
sensu strictissimo
Multiseluler
Tumbuhan dalam pengertian paling sempit
mencakup
lumut hati
lumut tanduk
lumut
, dan
tumbuhan berpembuluh
, serta fosil tumbuhan yang serupa dengan kelompok yang masih bertahan ini (misalnya, Metaphyta
Whittaker, 1969
Plantae
Margulis
, 1971
).
Tumbuhan hijau, juga dikenal sebagai
Viridiplantae
, Viridiphyta, Chlorobionta, atau Chloroplastida
Plantae
sensu stricto
Sebagian
uniseluler
, sebagian multiseluler
Tumbuhan dalam pengertian sempit
mencakup
alga hijau
dan tumbuhan darat yang berevolusi dari kelompok tersebut, termasuk
stonewort
. Hubungan kekerabatan antar kelompok tumbuhan masih terus dikaji, sehingga penamaan yang digunakan pun bervariasi.
Klad
Viridiplantae mencakup sekelompok organisme yang memiliki
selulosa
pada
dinding sel
mereka, mengandung
klorofil
dan
, serta memiliki
plastida
yang dibatasi oleh dua membran dan mampu melakukan fotosintesis sekaligus menyimpan pati. Klade inilah yang menjadi fokus utama artikel ini (misalnya, Plantae
Copeland
, 1956
10
).
Archaeplastida
, juga dikenal sebagai Plastida atau Primoplantae
Plantae
sensu lato
Sebagian
uniseluler
, sebagian multiseluler
Tumbuhan dalam pengertian luas
mencakup kelompok tumbuhan hijau seperti di atas, ditambah
alga merah
Rhodophyta
) dan alga glaukofit (
Glaucophyta
) yang menyimpan
pati Floridean
di luar
plastida
, yakni di dalam sitoplasma. Klade ini mencakup semua organisme yang pada masa purba memperoleh
kloroplas primer
mereka secara langsung dengan menelan
sianobakteri
(misalnya, Plantae
Cavalier-Smith, 1981
).
Definisi lama tentang tumbuhan
(usang)
Plantae
sensu amplo
Sebagian
uniseluler
, sebagian multiseluler
Tumbuhan dalam pengertian paling luas
mencakup kelompok-kelompok yang sebenarnya tidak berkerabat, seperti berbagai jenis
alga
jamur
, dan
bakteri
dalam klasifikasi lama yang kini telah usang (misalnya Plantae atau Vegetabilia
Linnaeus 1751
11
Plantae
Haeckel 1866
12
Metaphyta
Haeckel, 1894
13
Plantae
Whittaker, 1969
).
Evolusi
sunting
sunting sumber
Keanekaragaman
sunting
sunting sumber
Desmid
Cosmarium botrytis
merupakan organisme bersel tunggal.
Pohon kayu merah pantai
Sequoia sempervirens
dapat tumbuh hingga
120 meter (380
ft)
tingginya.
Terdapat sekitar 382.000
spesies
tumbuhan yang telah diakui secara ilmiah,
14
dan sebagian besar di antaranya, sekitar 283.000 spesies, merupakan tumbuhan
penghasil biji
15
Tabel di bawah ini menampilkan perkiraan jumlah spesies dari berbagai
divisi
tumbuhan hijau (Viridiplantae). Sekitar 85–90% dari seluruh tumbuhan di Bumi merupakan tumbuhan berbunga. Sejumlah proyek ilmiah tengah berupaya mengumpulkan seluruh data spesies tumbuhan ke dalam basis data daring, seperti proyek
World Flora Online
14
16
Ukuran tumbuhan sangat beragam, mulai dari
organisme uniseluler
seperti
desmid
(berukuran sekitar
10
mikrometer
(μm)
) dan
picozoa
(kurang dari
μm
),
17
18
hingga tumbuhan terbesar di dunia (
megaflora
) seperti konifer
Sequoia sempervirens
(dapat mencapai
120 meter (380
ft)
) dan tumbuhan berbunga
Eucalyptus regnans
(mencapai sekitar
100
m (325
ft)
).
19
Keanekaragaman divisi tumbuhan hijau (Viridiplantae) hidup berdasarkan jumlah spesies
Kelompok informal
Nama divisi
Nama umum
Jumlah spesies hidup
Alga hijau
Chlorophyta
Alga hijau (klorofit)
3800–4300
20
21
Charophyta
Alga hijau (misalnya
desmid
dan
stonewort
2800–6000
22
23
Bryophyta
Marchantiophyta
Lumut hati
6000–8000
24
Anthocerotophyta
Lumut tanduk
100–200
25
Bryophyta
Lumut sejati
12000
26
Pteridophyta
Lycopodiophyta
Paku kawat
1200
27
Polypodiophyta
Paku-pakuan, paku ekor kuda, dan paku sisir
11000
27
Spermatophyta
(tumbuhan berbiji)
Cycadophyta
Pakis haji
160
28
Ginkgophyta
Ginkgo
29
Pinophyta
Konifer
630
27
Gnetophyta
Gnetofit
70
27
Angiospermae
Tumbuhan berbunga
258650
30
Penamaan tumbuhan diatur oleh
Kode Tata Nama Internasional untuk Alga, Fungi, dan Tumbuhan
31
serta
International Code of Nomenclature for Cultivated Plants
32
Sejarah evolusi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Sejarah evolusi tumbuhan
Nenek moyang tumbuhan darat berevolusi di dalam air. Lapisan tipis alga telah terbentuk di daratan sekitar
1.200
juta tahun silam
, tetapi baru pada masa
Ordovisium
, kira-kira
450
juta tahun silam
, tumbuhan darat pertama muncul dengan tingkat organisasi yang mirip dengan bryophyta.
33
34
Namun demikian, fosil organisme dengan
talus
yang pipih pada batuan
Prakambrium
menunjukkan bahwa eukariota multiseluler air tawar telah ada lebih dari satu miliar tahun yang lalu.
35
Tumbuhan darat primitif mulai mengalami diversifikasi pada akhir periode
Silur
, sekitar
420
juta tahun silam
. Jejak
bryophyta
paku kawat
club mosses
), dan
paku-pakuan
mulai muncul dalam catatan fosil.
36
Anatomi tumbuhan purba yang terawetkan hingga ke tingkat seluler ditemukan pada fosil
Devon
awal di
Rhynie chert
. Tumbuhan-tumbuhan awal ini membatu akibat proses pengendapan silika di sumber air panas vulkanik yang kaya silika.
37
Menjelang akhir periode Devon, sebagian besar ciri dasar tumbuhan modern telah terbentuk, termasuk akar, daun, dan
kayu sekunder
pada pohon seperti
Archaeopteris
38
39
Pada masa
Karbon
, terbentuk hutan-hutan lebat di lahan rawa yang didominasi oleh paku kawat dan
ekor kuda
, beberapa di antaranya tumbuh setinggi pohon. Periode ini juga menandai kemunculan awal
gymnospermae
, yakni
tumbuhan berbiji
pertama.
40
Peristiwa
kepunahan massal Permo-Trias
kemudian mengubah struktur komunitas tumbuhan secara drastis.
41
Perubahan ini mungkin membuka jalan bagi
evolusi tumbuhan berbunga
pada masa
Trias
(~
200
juta tahun silam
), yang kemudian mengalami
radiasi adaptif
begitu cepat pada
Kapur
sehingga
Charles Darwin
menyebutnya sebagai suatu "
misteri yang mengerikan
".
42
43
44
Konifer
kemudian mengalami diversifikasi sejak Akhir Trias dan menjadi unsur dominan dalam flora
Jura
45
46
Penampang batang
Rhynia
, salah satu tumbuhan darat awal yang terawetkan dalam
Rhynie chert
dari masa
Devon
awal.
Pada periode
Devon
, tumbuhan telah beradaptasi di darat dengan akar dan batang berkayu.
Pada periode
Karbon
paku ekor kuda
seperti
Asterophyllites
berkembang pesat di hutan rawa.
Konifer
menjadi beragam dan sering kali dominan pada masa
Jura
. Gambar: strobilus
Araucaria mirabilis
yang membatu.
Radiasi adaptif
pada masa
Kapur
melahirkan banyak
tumbuhan berbunga
, seperti
Sagaria
dari suku
Ranunculaceae
Filogeni
sunting
sunting sumber
Pada tahun 2019, sebuah
filogeni
yang disusun berdasarkan data
genom
dan
transkriptom
dari 1.153 spesies tumbuhan telah diajukan.
47
Penempatan kelompok alga dalam filogeni ini diperkuat oleh analisis berbasis genom dari
Mesostigmatophyceae
dan
Chlorokybophyceae
yang telah berhasil diurutkan. Dalam analisis tersebut, baik “alga klorofit” maupun “alga streptofit” diperlakukan sebagai kelompok
parafiletik
(ditandai dengan garis vertikal di samping diagram pohon filogenetik), karena tumbuhan darat (
Embryophyta
) berevolusi dari dalam kelompok-kelompok tersebut.
48
49
Klasifikasi
Bryophyta
(tumbuhan lumut) juga didukung oleh penelitian Puttick
et al.
tahun 2018,
50
serta oleh filogeni yang melibatkan genom
lumut tanduk
Anthocerotophyta
) yang juga telah berhasil diurutkan.
51
52
Archaeplastida
Rhodophyta
Glaucophyta
Viridiplantae
Chlorophyta
Prasinococcales
Mesostigmatophyceae
Chlorokybophyceae
Spirotaenia
Klebsormidiales
Chara
Coleochaetales
Zygnematophyceae
Embryophytaa
Bryophyta
Lumut tanduk
Setaphyta
Lumut hati
Lumut daun
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Paku-pakuan
Spermatophyta
Gymnospermae
Angiospermae
(tumbuhan
berbiji)
(tumbuhan
darat)
(tumbuhan
hijau)
"alga klorofit"
"alga streptofit"
Fisiologi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Fisiologi tumbuhan
Sel tumbuhan
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Sel tumbuhan
Struktur sel tumbuhan
Sel-sel tumbuhan memiliki ciri khas yang membedakannya dari sel eukariot lain, seperti sel
hewan
. Ciri tersebut mencakup keberadaan
vakuola
sentral besar yang berisi air,
kloroplas
, serta
dinding sel
yang kuat tetapi lentur dan terletak di luar
membran sel
. Kloroplas merupakan hasil
proses simbiogenesis
antara sel non-fotosintetik dengan
sianobakteri
fotosintetik. Dinding sel yang tersusun terutama dari
selulosa
memungkinkan sel tumbuhan menahan tekanan osmotik tinggi dan
mengembang oleh air
tanpa pecah. Sementara itu, vakuola berperan menjaga ukuran sel dengan memungkinkan perubahan volume tanpa mengubah jumlah
sitoplasma
yang signifikan.
53
Struktur tumbuhan
sunting
sunting sumber
Informasi lebih lanjut:
Anatomi tumbuhan
dan
Morfologi tumbuhan
Anatomi tumbuhan berbiji. 1. Sistem
tunas
. 2. Sistem
akar
. 3.
Hipokotil
. 4.
Kuncup terminal
. 5. Helai
daun
. 6. Ruas batang. 7.
Kuncup aksiler
. 8.
Tangkai daun
. 9. Batang. 10. Buku batang. 11.
Akar tunggang
. 12.
Rambut akar
. 13. Ujung akar. 14.
Tudung akar
Sebagian besar tumbuhan bersifat
multiseluler
. Sel-sel tumbuhan mengalami proses
diferensiasi
menjadi berbagai jenis sel yang membentuk jaringan, seperti
jaringan pembuluh
dengan
xilem
dan
floem
yang terspesialisasi pada tulang daun dan
batang
. Jaringan-jaringan tersebut kemudian menyusun organ-organ yang memiliki fungsi fisiologis berbeda:
akar
untuk menyerap air dan mineral, batang sebagai penopang serta saluran transportasi air dan hasil fotosintesis,
daun
sebagai tempat terjadinya fotosintesis, dan
bunga
sebagai organ reproduksi.
54
Fotosintesis
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Fotosintesis
Tumbuhan melakukan proses
fotosintesis
, yaitu pembuatan molekul-molekul makanan (terutama
gula
) dengan memanfaatkan energi yang diperoleh dari
cahaya
. Sel-sel tumbuhan mengandung
klorofil
di dalam kloroplasnya, yaitu pigmen hijau yang berfungsi menangkap energi cahaya. Persamaan kimia keseluruhan dari fotosintesis adalah:
55
CO
cahaya
12
{\displaystyle {\ce {6CO2{}+6H2O{}->[{\text{cahaya}}]C6H12O6{}+6O2{}}}}
Proses ini menyebabkan tumbuhan melepaskan
oksigen
ke atmosfer. Tumbuhan hijau menghasilkan sebagian besar oksigen molekuler di Bumi, bersama dengan kontribusi dari alga fotosintetik dan
sianobakteri
56
57
58
Beberapa tumbuhan yang secara sekunder beradaptasi menjadi
tumbuhan parasit
dapat kehilangan gen-gen yang berperan dalam fotosintesis dan produksi klorofil.
59
Pertumbuhan dan perbaikan
sunting
sunting sumber
Pertumbuhan tumbuhan ditentukan oleh interaksi antara
genom
tumbuhan dengan lingkungan fisik maupun biotik di sekitarnya.
60
Faktor-faktor lingkungan abiotik meliputi
suhu
air
, cahaya,
karbon dioksida
, serta
unsur hara
di dalam tanah.
61
Sementara itu, faktor biotik yang memengaruhi pertumbuhan mencakup kepadatan populasi tumbuhan, perumputan oleh hewan, keberadaan bakteri dan jamur simbiotik yang menguntungkan, serta serangan dari serangga atau
penyakit tumbuhan
62
Suhu beku dan dehidrasi dapat merusak atau bahkan mematikan tumbuhan. Beberapa spesies memiliki
protein antibeku
protein kejut panas
, dan gula dalam sitoplasmanya yang memungkinkan mereka
bertahan menghadapi tekanan lingkungan
tersebut.
63
Sepanjang hidupnya, tumbuhan senantiasa terpapar berbagai tekanan fisik dan biotik yang dapat menyebabkan
kerusakan DNA
. Namun, mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk menoleransi dan memperbaiki sebagian besar kerusakan tersebut.
64
Reproduksi
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Reproduksi tumbuhan
Tumbuhan bereproduksi untuk menghasilkan keturunan, baik secara
seksual
, dengan melibatkan
gamet
, maupun secara
aseksual
melalui proses pertumbuhan biasa. Banyak spesies tumbuhan yang memanfaatkan kedua mekanisme ini sekaligus.
65
Seksual
sunting
sunting sumber
Pergiliran keturunan
antara
haploid
(n) gametofit (atas) dan
diploid
(2n) sporofit (bawah) pada seluruh jenis tumbuhan
Dalam reproduksi seksual, tumbuhan menjalani siklus hidup yang kompleks dengan
pergiliran keturunan
. Salah satu generasi, yaitu
sporofit
, bersifat
diploid
(memiliki dua set
kromosom
), dan menghasilkan generasi berikutnya, yaitu
gametofit
, yang
haploid
(memiliki satu set kromosom). Beberapa tumbuhan juga bereproduksi aseksual melalui
spora
Pada tumbuhan tak berbunga seperti lumut, fase gametofit yang seksual membentuk sebagian besar struktur tumbuhan yang tampak.
66
Sedangkan pada tumbuhan berbiji (baik
gymnospermae
maupun tumbuhan berbunga), fase sporofit merupakan bentuk utama yang tampak, sementara gametofit berukuran sangat kecil.
Tumbuhan berbunga bereproduksi secara seksual menggunakan bunga, yang mengandung bagian jantan dan betina: keduanya bisa terdapat pada bunga yang sama (
bunga hermafrodit
), pada
bunga berbeda dalam satu individu
, atau pada
individu yang berbeda
Benang sari
menghasilkan
serbuk sari
yang membawa gamet jantan untuk membuahi sel telur dalam
ovulum
dari gametofit betina. Pembuahan terjadi di dalam
putik
atau
bakal biji
, yang kemudian berkembang menjadi
buah
berisi
biji
. Buah dapat tersebar secara utuh, atau pecah untuk menyebarkan
bijinya
satu per satu.
67
Aseksual
sunting
sunting sumber
Ficinia spiralis
berkembang biak secara
aseksual
melalui
stolon
yang menjalar di pasir.
Tumbuhan dapat bereproduksi secara aseksual dengan menumbuhkan beragam struktur yang mampu berkembang menjadi individu baru. Dalam bentuk yang paling sederhana, tumbuhan seperti lumut atau lumut hati dapat terpecah menjadi bagian-bagian kecil, dan setiap potongannya berpotensi tumbuh kembali menjadi tumbuhan utuh. Perbanyakan tumbuhan berbunga melalui
stek
merupakan proses serupa.
Struktur seperti
stolon
atau geragih memungkinkan tumbuhan menjalar dan menutupi suatu area, membentuk suatu
klon
. Banyak tumbuhan juga menumbuhkan organ penyimpan cadangan makanan seperti
umbi
atau
umbi lapis
, yang masing-masing dapat berkembang menjadi individu baru.
68
Beberapa tumbuhan tak berbunga, seperti berbagai jenis lumut hati, lumut daun, dan sebagian
paku kawat
, serta sejumlah kecil tumbuhan berbunga, menghasilkan gumpalan kecil sel yang disebut
gema
gemmae
). Gema ini dapat terlepas dari induknya dan tumbuh menjadi individu baru.
69
70
Ketahanan terhadap penyakit
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Ketahanan penyakit pada tumbuhan
Tumbuhan memiliki reseptor pengenal pola (
pattern-recognition receptors
) yang berfungsi mengenali
patogen
seperti bakteri penyebab penyakit tumbuhan. Ketika patogen terdeteksi, tumbuhan akan memicu respons pertahanan untuk melindungi dirinya.
Reseptor tumbuhan pertama yang diidentifikasi ditemukan pada
padi
71
dan pada
Arabidopsis thaliana
72
Genomika
sunting
sunting sumber
Informasi lebih lanjut:
Genom tumbuhan
Tumbuhan memiliki beberapa genom terbesar di antara seluruh organisme yang dikenal.
73
Genom tumbuhan terbesar (dalam hal jumlah gen) dimiliki oleh
gandum
Triticum aestivum
), yang diperkirakan mengandung sekitar 94.000 gen,
74
hampir lima kali lipat lebih banyak dibandingkan
genom manusia
Genom tumbuhan pertama yang berhasil disekuens adalah genom
Arabidopsis thaliana
, yang diketahui mengode sekitar 25.500 gen.
75
Jika dilihat dari ukuran keseluruhan urutan DNA-nya, genom terkecil yang telah dipublikasikan adalah milik tumbuhan karnivor
bladderwort
Utricularia gibba
), dengan panjang hanya 82 Mb, meskipun tetap mengode sekitar 28.500 gen.
76
Sebaliknya, genom terbesar ditemukan pada
cemara Norwegia
Picea abies
), dengan ukuran mencapai lebih dari 19,6 Gb dan mengandung sekitar 28.300 gen.
77
Ekologi
sunting
sunting sumber
Sebaran
sunting
sunting sumber
Informasi lebih lanjut:
Biogeografi
Peta klasifikasi vegetasi dunia berdasarkan
bioma
. Jenis bioma yang ditampilkan antara lain
tundra
taiga
hutan daun lebar beriklim sedang
stepa beriklim sedang
hutan hujan subtropis
vegetasi Mediterania
hutan monsun
gurun
kering,
semak xerik
stepa kering
, gurun semi-arid,
sabana
berumput, sabana berpohon,
hutan gugur tropis dan subtropis
hutan hujan tropis
tundra alpin
, dan
hutan pegunungan
. Area berwarna abu-abu menunjukkan "
lapisan es
dan gurun kutub" yang tidak mendukung kehidupan tumbuhan.
Tumbuhan tersebar hampir di seluruh penjuru dunia. Mereka menempati beragam
bioma
yang masing-masing dapat dibagi lagi menjadi banyak
ekoregion
berbeda.
78
Namun, hanya tumbuhan yang sangat tangguh dari
flora Antarktika
, yang terdiri atas alga, lumut, lumut hati, liken, serta hanya dua spesies tumbuhan berbunga, yang mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem di benua selatan tersebut.
79
Tumbuhan sering kali menjadi komponen fisik dan struktural utama dari habitat tempat mereka tumbuh. Banyak bioma di Bumi dinamai berdasarkan jenis vegetasi yang mendominasi di dalamnya, karena tumbuhan merupakan organisme yang paling berpengaruh dalam membentuk karakter bioma tersebut, seperti pada
padang rumput
sabana
, dan
hutan hujan tropis
80
Hubungan ekologis
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Ekologi tumbuhan
Banyak hewan yang berevolusi bersama tumbuhan; tumbuhan berbunga mengembangkan beragam bentuk
sindrom penyerbukan
, yakni seperangkat ciri bunga yang berevolusi untuk
memperbesar peluang reproduksi mereka
. Banyak di antaranya, seperti
serangga
dan
burung
, berperan sebagai
penyerbuk
, yang mengunjungi bunga dan tanpa sengaja memindahkan serbuk sari sebagai imbalan atas makanan berupa serbuk sari atau
nektar
81
Banyak hewan pula yang
menyebarkan biji
tumbuhan yang telah berevolusi menyesuaikan diri untuk jenis penyebaran tersebut. Beragam mekanisme penyebaran telah berevolusi: beberapa buah memiliki lapisan luar yang bergizi dan menarik bagi hewan, sementara bijinya dirancang untuk tetap utuh melewati saluran pencernaan hewan; lainnya memiliki kait atau duri kecil yang memungkinkannya menempel pada bulu mamalia.
82
Mirmekofit
adalah tumbuhan yang berevolusi bersama
semut
. Tumbuhan menyediakan tempat tinggal, dan terkadang juga sumber makanan bagi semut. Sebagai gantinya, semut melindungi tumbuhan dari
herbivora
maupun dari tumbuhan pesaing. Kotoran semut juga berfungsi sebagai
pupuk
organik yang memperkaya tanah.
83
Sebagian besar spesies tumbuhan memiliki asosiasi dengan jamur pada sistem perakarannya dalam hubungan
simbiosis
mutualistik
yang disebut
mikoriza
. Jamur membantu tumbuhan menyerap air dan unsur hara dari tanah, sementara tumbuhan memberikan karbohidrat hasil fotosintesis sebagai balasannya.
84
Beberapa tumbuhan juga menjadi tempat tinggal bagi jamur
endofit
yang melindungi inangnya dari herbivora dengan menghasilkan senyawa toksik. Endofit jamur
Neotyphodium coenophialum
pada rumput
Lolium arundinaceum
tall fescue
) bahkan dianggap sebagai hama dalam industri peternakan sapi di Amerika Serikat.
85
Banyak
leguminosae
yang memiliki bakteri pengikat nitrogen dari genus
Rhizobium
di dalam
bintil akar
mereka, yang mampu mengikat nitrogen dari udara agar dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan; sebagai imbalannya, tumbuhan menyediakan gula hasil fotosintesis untuk bakteri tersebut.
86
Nitrogen yang diikat dengan cara ini dapat dimanfaatkan pula oleh tumbuhan lain, dan memiliki peran penting dalam pertanian. Misalnya, petani sering menerapkan sistem
rotasi tanaman
dengan menanam leguminosae seperti kacang-kacangan, diikuti tanaman serealia seperti gandum, untuk menyediakan
tanaman utama
dengan kebutuhan
pupuk nitrogen
yang lebih sedikit.
87
Sekitar 1% dari seluruh
tumbuhan parasit
memperoleh sebagian atau seluruh kebutuhan makanannya dari tumbuhan lain. Tingkat ketergantungan ini beragam:
mistletoe
bersifat semi-parasit, hanya mengambil sebagian nutrisi dari inangnya sambil tetap melakukan fotosintesis; sedangkan
bunga sapu
dan
toothwort
sepenuhnya parasit, bergantung total pada akar tumbuhan lain untuk memperoleh seluruh unsur hara, dan karenanya kehilangan seluruh
klorofil
-nya. Parasit sejati semacam itu dapat sangat merugikan tumbuhan inangnya.
88
Tumbuhan yang tumbuh di atas tumbuhan lain tanpa mengambil zat makanannya disebut
epifit
. Jenis ini biasanya hidup pada batang atau cabang pohon dan dapat membentuk ekosistem pepohonan yang sangat beragam. Beberapa epifit dapat menimbulkan dampak tidak langsung bagi inangnya, misalnya dengan menghalangi cahaya matahari.
Hemiepifit
seperti
beringin
memulai hidupnya sebagai epifit, tetapi kemudian menumbuhkan akar ke tanah dan pada akhirnya menindih serta membunuh pohon inangnya. Banyak
anggrek
bromelia
, paku, dan lumut yang hidup sebagai epifit.
89
Beberapa di antaranya, seperti bromelia, menampung air pada ketiak daunnya;
genangan air
kecil ini dapat menopang jaring-jaring makanan akuatik yang kompleks.
90
Sekitar 630 spesies tumbuhan diketahui bersifat
karnivor
, seperti
perangkap lalat Venus
Dionaea muscipula
) dan
drosera
Drosera
sp.). Mereka menangkap hewan kecil dan mencernanya untuk memperoleh unsur hara mineral, terutama
nitrogen
dan
fosfor
91
Lebah mengumpulkan
serbuk sari
(terlihat pada
keranjang serbuk sari
berwarna oranye di kakinya)
Burung kolibri
mengisap
nektar
dari bunga
Penyebaran biji
oleh hewan: banyak buah
Geum urbanum
dengan kait menempel pada bulu anjing
Leguminosae
memiliki
bintil akar
yang mengandung bakteri
Rhizobium
pengikat nitrogen.
Daun
drosera
dengan rambut lengket yang melipat untuk
menangkap dan mencerna lalat
Kompetisi
sunting
sunting sumber
Persaingan untuk mendapatkan sumber daya yang sama akan menurunkan laju pertumbuhan suatu tumbuhan.
92
93
Sumber daya yang diperebutkan antara lain cahaya matahari, air, dan unsur hara. Cahaya merupakan faktor yang sangat penting karena dibutuhkan dalam proses fotosintesis.
92
Tumbuhan menggunakan daunnya untuk menaungi tumbuhan lain dari sinar matahari, dan tumbuh dengan cepat guna memaksimalkan paparan cahaya bagi dirinya sendiri.
92
Air juga esensial bagi fotosintesis; oleh karena itu, akar-akar tumbuhan saling bersaing untuk menyerap air sebanyak mungkin dari dalam tanah.
94
Sebagian tumbuhan memiliki akar yang sangat dalam, memungkinkan mereka mencapai cadangan air yang tersimpan jauh di bawah permukaan tanah; sementara yang lain memiliki akar dangkal yang menjalar jauh ke samping untuk mengumpulkan air hujan yang baru turun.
94
Mineral juga berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
95
Unsur hara yang umum menjadi objek persaingan di antara tumbuhan meliputi nitrogen, fosfor, dan kalium.
96
Pentingnya tumbuhan bagi manusia
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Tumbuhan dalam kebudayaan
Pangan
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Pertanian
Panen
gandum
menggunakan
mesin pemanen kombinasi
Pembudidayaan tumbuhan oleh manusia merupakan inti dari kegiatan
pertanian
, yang pada gilirannya
memegang peranan penting dalam perjalanan sejarah peradaban dunia
97
Manusia bergantung pada tumbuhan berbunga sebagai sumber
pangan
, baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya sebagai pakan dalam
peternakan
Dalam cakupan yang lebih luas, kegiatan pertanian meliputi bidang
agronomi
untuk tanaman pangan lahan kering,
hortikultura
untuk sayuran dan buah-buahan, serta
kehutanan
, yang mencakup baik tumbuhan berbunga maupun
konifer
, untuk menghasilkan kayu.
98
99
Sekitar 7.000 spesies tumbuhan pernah dimanfaatkan sebagai sumber pangan, tetapi sebagian besar makanan modern kini berasal hanya dari sekitar 30 spesies utama.
Tanaman
pangan pokok
yang paling penting antara lain
serealia
seperti padi dan gandum; umbi-umbian bertepung seperti
singkong
dan
kentang
; serta
polong-polongan
seperti
kacang polong
dan
kacang merah
Minyak nabati
seperti
minyak zaitun
dan
minyak sawit
menjadi sumber
lipida
, sementara buah dan
sayuran
menyediakan berbagai
vitamin
dan mineral penting bagi tubuh.
100
Tanaman seperti
kopi
teh
, dan
kakao
merupakan komoditas utama dunia, yang produknya mengandung
kafeina
dan berfungsi sebagai stimulan ringan.
101
Bidang ilmu yang mempelajari pemanfaatan tumbuhan oleh manusia dikenal sebagai botani ekonomi atau
etnobotani
102
Obat-obatan
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Tumbuhan obat
Seorang tabib abad pertengahan menyiapkan ekstrak dari
tumbuhan obat
, dari naskah Arab
De materia medica
karya Dioscorides, tahun 1224
Tumbuhan obat
merupakan sumber utama
senyawa organik
, baik untuk keperluan pengobatan maupun penelitian fisiologis, serta menjadi bahan dasar dalam
sintesis organik
industri yang menghasilkan beragam bahan kimia organik.
103
Ratusan jenis obat, termasuk pula zat
narkotika
, berasal dari tumbuhan, baik yang digunakan dalam pengobatan tradisional seperti
herbalisme
104
105
, maupun dari bahan kimia murni yang diisolasi dari tumbuhan atau pertama kali ditemukan melalui penelitian
etnobotani
, kemudian disintesis untuk digunakan dalam pengobatan modern.
Obat-obatan modern yang berasal dari tumbuhan antara lain
aspirin
taksol
morfin
kina
reserpin
kolkisin
digitalis
, dan
vinkristin
Tumbuhan yang digunakan dalam herbalisme
meliputi
ginkgo
echinacea
feverfew
, dan
St. John's wort
Karya monumental
farmakope
Dioscorides,
De materia medica
code: la is deprecated
, yang ditulis antara tahun 50 dan 70 M, memuat deskripsi sekitar 600 jenis tumbuhan obat dan digunakan secara luas di Eropa serta Timur Tengah hingga sekitar tahun 1600 M.
Karya tersebut menjadi cikal bakal seluruh farmakope modern yang ada saat ini.
106
107
108
Produk nonpangan
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Tanaman nonpangan
Kayu
yang disimpan untuk diolah kemudian di sebuah
penggergajian kayu
Tumbuhan yang dibudidayakan sebagai tanaman industri menjadi sumber bagi beragam produk yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur.
109
Produk nonpangan yang dihasilkan mencakup
minyak atsiri
pewarna alami
, pigmen,
lilin
resin
tanin
, alkaloid,
ambar
, dan
gabus
. Dari berbagai bahan nabati ini dihasilkan pula sabun, sampo, parfum, kosmetik, cat, pernis, terpentin, karet,
lateks
, pelumas, linoleum, plastik, tinta, serta
gom
alami.
Sumber energi terbarukan yang berasal dari tumbuhan meliputi
kayu bakar
gambut
, dan berbagai jenis
bahan bakar hayati
110
111
Bahan bakar fosil
seperti
batubara
minyak bumi
, dan
gas alam
pada dasarnya juga berasal dari sisa-sisa organisme akuatik, termasuk
fitoplankton
, yang terurai dan mengalami transformasi kimia selama rentang waktu
geologi
112
Banyak ladang batubara terbentuk pada masa
Karbon
, salah satu periode penting dalam
sejarah Bumi
. Tumbuhan darat juga menghasilkan
kerogen tipe III
, yang menjadi sumber utama
gas alam
113
114
Sumber daya struktural dan serat yang berasal dari tumbuhan juga digunakan untuk membangun tempat tinggal dan memproduksi pakaian.
Kayu
dimanfaatkan dalam pembangunan rumah, kapal, dan perabotan, serta dalam pembuatan benda-benda kecil seperti
alat musik
dan perlengkapan olahraga. Kayu diolah menjadi
pulp
untuk memproduksi
kertas
dan
karton
115
Kain kerap dibuat dari
kapas
flaks
rami
, atau serat sintetis seperti
rayon
yang berasal dari selulosa tumbuhan.
Benang
untuk menjahit kain pun sebagian besar bersumber dari kapas.
116
Tanaman hias
sunting
sunting sumber
Artikel utama:
Tanaman hias
Sebuah
espalier
mawar di Niedernhall, Jerman
Ribuan spesies tumbuhan dibudidayakan karena keindahannya, serta untuk memberikan keteduhan, menstabilkan suhu, mengurangi hembusan angin, meredam kebisingan, menjaga privasi, dan mencegah erosi tanah. Tumbuhan menjadi fondasi bagi industri pariwisata bernilai miliaran dolar setiap tahunnya, yang meliputi perjalanan ke
taman-taman bersejarah
taman nasional
hutan hujan
, hingga
hutan
dengan dedaunan musim gugur yang berwarna-warni, serta perayaan seperti
festival bunga sakura Jepang
117
dan
Festival Bunga Sakura Amerika Serikat
118
Tumbuhan dapat ditanam di dalam ruangan sebagai
tanaman hias dalam ruangan
, atau di bangunan khusus seperti
rumah kaca
. Beberapa tumbuhan, seperti perangkap lalat Venus,
mimosa pudica
(putri malu), dan
tumbuhan kebangkitan
, dijual sebagai tanaman unik yang menarik rasa ingin tahu. Seni yang berfokus pada penataan tumbuhan hidup atau potongan bunga meliputi
bonsai
ikebana
, serta seni merangkai bunga segar dan kering.
Sejarah dunia bahkan pernah berubah karena tumbuhan hias, seperti yang terjadi pada masa
tulipomania
di Eropa.
119
Dalam ilmu pengetahuan
sunting
sunting sumber
Barbara McClintock
menggunakan
jagung
untuk meneliti pewarisan sifat.
Informasi lebih lanjut:
Botani
dan
Organisme model
Kajian tradisional tentang tumbuhan
merupakan cabang ilmu pengetahuan yang dikenal sebagai
botani
120
Dalam penelitian biologi dasar, tumbuhan sering digunakan sebagai
organisme model
. Dalam bidang
genetika
, persilangan tanaman kacang polong memungkinkan
Gregor Mendel
merumuskan
hukum-hukum dasar pewarisan sifat
121
Sementara itu, pengamatan terhadap kromosom pada tanaman jagung memungkinkan
Barbara McClintock
membuktikan hubungan antara kromosom dan sifat-sifat yang diwariskan.
122
Tumbuhan
Arabidopsis thaliana
digunakan secara luas di laboratorium sebagai organisme model untuk memahami bagaimana
gen
mengendalikan pertumbuhan dan pembentukan struktur tumbuhan.
123
Cincin pertumbuhan pohon
juga digunakan dalam
arkeologi
sebagai metode penanggalan dan sebagai catatan
perubahan iklim masa lalu
124
Kajian tentang fosil tumbuhan, atau
Paleobotani
, memberikan wawasan tentang evolusi tumbuhan,
rekonstruksi kondisi geografis masa purba
, serta perubahan iklim pada masa lampau. Fosil tumbuhan juga membantu para ahli geologi dalam menentukan usia lapisan batuan.
125
Dalam mitologi, agama, dan kebudayaan
sunting
sunting sumber
Informasi lebih lanjut:
Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia §
Dalam mitologi dan agama
Tumbuhan, termasuk
pohon-pohon dalam mitologi
, kerap hadir dalam kisah-kisah keagamaan dan karya
sastra
126
127
128
Dalam berbagai tradisi
agama Indo-Eropa
, Siberia, dan
agama penduduk asli Amerika
, muncul sebuah motif yang disebut
pohon dunia
, digambarkan sebagai pohon raksasa yang tumbuh dari bumi, menyangga langit, dan menembus hingga ke
alam baka
dengan akar-akarnya. Pohon ini kerap muncul pula sebagai pohon kosmis, atau sebagai pohon yang menjadi tempat burung elang dan ular bertemu dalam simbolisme kuno.
129
130
Beragam bentuk dari pohon dunia ini mencakup arketipe
pohon kehidupan
, yang berakar dari konsep Eurasia tentang
pohon suci
131
Motif kuno lainnya yang tersebar luas, misalnya di Iran, menampilkan gambaran tentang pohon kehidupan yang diapit oleh sepasang
hewan yang saling berhadapan
132
Bunga sering digunakan sebagai tanda penghormatan, hadiah, atau untuk menandai peristiwa penting seperti kelahiran, kematian, pernikahan, dan hari-hari perayaan. Dalam
bahasa bunga
, rangkaian bunga bahkan dapat menyampaikan pesan tersembunyi yang sarat makna.
133
Tumbuhan, khususnya bunga, juga menjadi subjek utama dalam banyak karya lukisan, dari representasi ilmiah hingga simbolisme estetika dalam seni Eropa.
134
135
Dampak negatif
sunting
sunting sumber
Carduus nutans
merupakan
spesies invasif
di
Texas
Gulma
adalah tumbuhan yang dianggap tidak diinginkan, baik secara ekonomi maupun estetika, karena tumbuh di lingkungan yang dikelola manusia seperti area pertanian dan taman.
136
Manusia telah memindahkan banyak jenis tumbuhan melampaui wilayah asalnya, sebagian dari tumbuhan ini kemudian menjadi
spesies invasif
yang merusak ekosistem dengan menyingkirkan spesies asli, bahkan terkadang berubah menjadi gulma yang serius dalam lahan budidaya.
137
Beberapa tumbuhan yang menghasilkan
serbuk sari yang terbawa angin
, seperti rumput-rumputan, dapat memicu
reaksi alergi
pada orang yang menderita
alergi serbuk sari
138
Banyak tumbuhan juga
menghasilkan racun
sebagai bagian dari mekanisme
pertahanan diri terhadap herbivora
. Kelas utama racun tumbuhan mencakup
alkaloid
terpenoid
, dan
senyawa fenolik
139
Zat-zat ini dapat membahayakan manusia maupun hewan ternak bila tertelan
140
141
atau, seperti pada kasus
racun ivy
, melalui kontak langsung dengan kulit.
142
Selain itu, beberapa tumbuhan juga dapat memberikan dampak negatif terhadap tumbuhan lain di sekitarnya, dengan menghambat pertumbuhan bibit atau vegetasi di sekitarnya melalui pelepasan senyawa kimia
alelopatik
143
Lihat pula
sunting
sunting sumber
Portal Lingkungan
Portal Tumbuhan
Portal Biologi
Tumbuhan air
Penghilangan karbon dioksida
Suksesi ekologi
Bentang pangan
Lingkungan alami
Tumbuhan tahunan
Fitoremediasi
Identifikasi tumbuhan
Persepsi tumbuhan (fisiologi)
Terarium
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Referensi
sunting
sunting sumber
Cavalier-Smith, T. (1981). "Eukaryote kingdoms: Seven or nine?".
BioSystems
14
3–
4):
461–
481.
doi
10.1016/0303-2647(81)90050-2
Lewis, L.A.; McCourt, R.M. (2004). "Green algae and the origin of land plants".
American Journal of Botany
91
1535–
1556.
doi
10.3732/ajb.91.10.1535
Kenrick, Paul; Crane, Peter R. (1997).
The origin and early diversification of land plants: A cladistic study
. Washington, D. C.: Smithsonian Institution Press.
ISBN
1-56098-730-8
"The new higher level classification of eukaryotes with emphasis on the taxonomy of protists".
Journal of Eukaryote Microbiology
52
399–
451. 2005.
doi
10.1111/j.1550-7408.2005.00053.x
Hull, David L. (2010).
Science as a Process: An Evolutionary Account of the Social and Conceptual Development of Science
University of Chicago Press
. hlm.
82.
ISBN
978-0-226-36049-2
Leroi, Armand Marie
(2014).
The Lagoon: How Aristotle Invented Science
Bloomsbury Publishing
. hlm.
111–
119.
ISBN
978-1-4088-3622-4
"Taxonomy and Classification"
obo
. Diakses tanggal
2023-03-07
Whittaker, R. H. (1969).
"New concepts of kingdoms or organisms"
(PDF)
Science
163
(3863):
150–
160.
Bibcode
1969Sci...163..150W
CiteSeerX
10.1.1.403.5430
doi
10.1126/science.163.3863.150
PMID
5762760
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 17 November 2017
. Diakses tanggal
4 November
2014
Margulis, Lynn
(1971).
"Whittaker's five kingdoms of organisms: minor revisions suggested by considerations of the origin of mitosis"
Evolution
25
(1):
242–
245.
doi
10.2307/2406516
JSTOR
2406516
PMID
28562945
Copeland, H. F. (1956).
The Classification of Lower Organisms
. Pacific Books. hlm.
6.
Linnaeus, Carl
(1751).
Philosophia botanica
(dalam bahasa Latin) (Edisi 1st). Stockholm: Godofr. Kiesewetter. hlm.
37.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 23 Juni 2016.
Haeckel, Ernst
(1866).
Generale Morphologie der Organismen
. Berlin: Verlag von Georg Reimer. vol. 1: i–xxxii, 1–574, plates I–II; vol. 2: i–clx, 1–462, plates I–VIII.
Haeckel, Ernst
(1894).
Die systematische Phylogenie
"An Online Flora of All Known Plants"
The World Flora Online
. Diakses tanggal
25 March
2020
"Numbers of threatened species by major groups of organisms (1996–2010)"
(PDF)
. International Union for Conservation of Nature. 11 March 2010.
Diarsipkan
(PDF)
dari versi aslinya tanggal 21 July 2011
. Diakses tanggal
27 April
2011
"How many plant species are there in the world? Scientists now have an answer"
Mongabay Environmental News
. 2016-05-12.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 23 March 2022
. Diakses tanggal
2022-05-28
Hall, John D.; McCourt, Richard M. (2014). "Chapter 9. Conjugating Green Algae Including Desmids". Dalam Wehr, John D.; Sheath, Robert G.; Kociolek, John Patrick (ed.).
Freshwater Algae of North America: Ecology and Classification
(Edisi 2).
Elsevier
ISBN
978-0-12-385876-4
Seenivasan, Ramkumar; Sausen, Nicole; Medlin, Linda K.; Melkonian, Michael (26 March 2013).
"Picomonas judraskeda Gen. Et Sp. Nov.: The First Identified Member of the Picozoa Phylum Nov., a Widespread Group of Picoeukaryotes, Formerly Known as 'Picobiliphytes'
PLOS One
(3) e59565.
Bibcode
2013PLoSO...859565S
doi
10.1371/journal.pone.0059565
PMC
3608682
PMID
23555709
Earle, Christopher J., ed. (2017).
"Sequoia sempervirens"
The Gymnosperm Database
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 2016-04-01
. Diakses tanggal
2017-09-15
Van den Hoek, C.; Mann, D.G.; Jahns, H.M. (1995).
'Algae: An Introduction to Phycology'
. Cambridge:
Cambridge University Press
. hlm.
343, 350, 392, 413, 425, 439, & 448.
ISBN
0-521-30419-9
Guiry, M.D. & Guiry, G.M. (2011),
AlgaeBase: Chlorophyta
National University of Ireland, Galway
diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 13 September 2019
, diakses tanggal
2011-07-26
Guiry, M.D. & Guiry, G.M. (2011),
AlgaeBase: Charophyta
, World-wide electronic publication, National University of Ireland, Galway,
diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 13 September 2019
, diakses tanggal
2011-07-26
Van den Hoek, C.; Mann, D.G.; Jahns, H.M (1995).
Algae: An Introduction to Phycology
. Cambridge:
Cambridge University Press
. hlm.
457, 463, & 476.
ISBN
0-521-30419-9
Crandall-Stotler, Barbara; Stotler, Raymond E. (2000). "Morphology and classification of the Marchantiophyta". Dalam Shaw, A. Jonathan; Goffinet, Bernard (ed.).
Bryophyte Biology
. Cambridge:
Cambridge University Press
. hlm.
21.
ISBN
0-521-66097-1
Schuster, Rudolf M. (1992).
The Hepaticae and Anthocerotae of North America
. Vol.
VI. Chicago:
Field Museum of Natural History
. hlm.
712–
713.
ISBN
0-914868-21-7
Goffinet, Bernard; William R. Buck (2004). "Systematics of the Bryophyta (Mosses): From molecules to a revised classification".
Monographs in Systematic Botany
98
205–
239.
Raven, Peter H.; Evert, Ray F.; Eichhorn, Susan E. (2005).
Biology of Plants
(Edisi 7th). New York:
W. H. Freeman and Company
ISBN
978-0-7167-1007-3
Gifford, Ernest M.; Foster, Adriance S. (1988).
Morphology and Evolution of Vascular Plants
(Edisi 3rd). New York:
W. H. Freeman and Company
. hlm.
358.
ISBN
978-0-7167-1946-5
Taylor, Thomas N.; Taylor, Edith L. (1993).
The Biology and Evolution of Fossil Plants
. New Jersey:
Prentice Hall
. hlm.
636.
ISBN
978-0-13-651589-0
International Union for Conservation of Nature and Natural Resources, 2006.
IUCN Red List of Threatened Species:Summary Statistics
Diarsipkan
27 June 2014 di
Wayback Machine
"International Code of Nomenclature for algae, fungi, and plants"
www.iapt-taxon.org
. Diakses tanggal
2023-03-04
Gledhill, D. (2008).
The Names of Plants
Cambridge University Press
. hlm.
26.
ISBN
978-0-5218-6645-3
Taylor, Thomas N. (November 1988). "The Origin of Land Plants: Some Answers, More Questions".
Taxon
37
(4):
805–
833.
Bibcode
1988Taxon..37..805T
doi
10.2307/1222087
JSTOR
1222087
Ciesielski, Paul F.
"Transition of plants to land"
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2 March 2008.
Strother, Paul K.; Battison, Leila; Brasier, Martin D.; Wellman, Charles H. (26 May 2011).
"Earth's earliest non-marine eukaryotes"
Nature
473
(7348):
505–
509.
Bibcode
2011Natur.473..505S
doi
10.1038/nature09943
PMID
21490597
S2CID
4418860
Crang, Richard; Lyons-Sobaski, Sheila; Wise, Robert (2018).
Plant Anatomy: A Concept-Based Approach to the Structure of Seed Plants
. Springer. hlm.
17.
ISBN
978-3-319-77315-5
Garwood, Russell J.; Oliver, Heather; Spencer, Alan R. T. (2019).
"An introduction to the Rhynie chert"
Geological Magazine
157
(1):
47–
64.
doi
10.1017/S0016756819000670
S2CID
182210855
Beck, C. B. (1960). "The identity of Archaeopteris and Callixylon".
Brittonia
12
(4):
351–
368.
Bibcode
1960Britt..12..351B
doi
10.2307/2805124
JSTOR
2805124
S2CID
27887887
Rothwell, G. W.; Scheckler, S. E.; Gillespie, W. H. (1989). "
Elkinsia
gen. nov., a Late Devonian gymnosperm with cupulate ovules".
Botanical Gazette
150
(2):
170–
189.
doi
10.1086/337763
JSTOR
2995234
S2CID
84303226
"Plants"
British Geological Survey
. Diakses tanggal
2023-03-09
McElwain, Jennifer C.; Punyasena, Surangi W. (2007).
"Mass extinction events and the plant fossil record"
Trends in Ecology & Evolution
22
(10):
548–
557.
Bibcode
2007TEcoE..22..548M
doi
10.1016/j.tree.2007.09.003
PMID
17919771
Friedman, William E. (January 2009).
"The meaning of Darwin's "abominable mystery"
American Journal of Botany
96
(1):
5–
21.
Bibcode
2009AmJB...96....5F
doi
10.3732/ajb.0800150
PMID
21628174
Berendse, Frank; Scheffer, Marten (2009).
"The angiosperm radiation revisited, an ecological explanation for Darwin's 'abominable mystery'
Ecology Letters
12
(9):
865–
872.
Bibcode
2009EcolL..12..865B
doi
10.1111/j.1461-0248.2009.01342.x
PMC
2777257
PMID
19572916
Herendeen, Patrick S.; Friis, Else Marie; Pedersen, Kaj Raunsgaard; Crane, Peter R. (2017-03-03).
"Palaeobotanical redux: revisiting the age of the angiosperms"
Nature Plants
(3): 17015.
Bibcode
2017NatPl...317015H
doi
10.1038/nplants.2017.15
PMID
28260783
S2CID
205458714
Atkinson, Brian A.; Serbet, Rudolph; Hieger, Timothy J.; Taylor, Edith L. (October 2018).
"Additional evidence for the Mesozoic diversification of conifers: Pollen cone of Chimaerostrobus minutus gen. et sp. nov. (Coniferales), from the Lower Jurassic of Antarctica"
Review of Palaeobotany and Palynology
257
77–
84.
Bibcode
2018RPaPa.257...77A
doi
10.1016/j.revpalbo.2018.06.013
S2CID
133732087
Leslie, Andrew B.; Beaulieu, Jeremy; Holman, Garth; Campbell, Christopher S.; Mei, Wenbin; Raubeson, Linda R.; Mathews, Sarah (September 2018).
"An overview of extant conifer evolution from the perspective of the fossil record"
American Journal of Botany
105
(9):
1531–
1544.
doi
10.1002/ajb2.1143
PMID
30157290
S2CID
52120430
Leebens-Mack, M.; Barker, M.; Carpenter, E.; et
al. (2019).
"One thousand plant transcriptomes and the phylogenomics of green plants"
Nature
574
(7780):
679–
685.
doi
10.1038/s41586-019-1693-2
PMC
6872490
PMID
31645766
Liang, Zhe; et
al. (2019).
"Mesostigma viride Genome and Transcriptome Provide Insights into the Origin and Evolution of Streptophyta"
Advanced Science
(1) 1901850.
doi
10.1002/advs.201901850
PMC
6947507
PMID
31921561
Wang, Sibo; et
al. (2020).
"Genomes of early-diverging streptophyte algae shed light on plant terrestrialization"
Nature Plants
(2):
95–
106.
Bibcode
2020NatPl...6...95W
doi
10.1038/s41477-019-0560-3
PMC
7027972
PMID
31844283
Puttick, Mark; et
al. (2018).
"The Interrelationships of Land Plants and the Nature of the Ancestral Embryophyte"
Current Biology
28
(5):
733–
745.
Bibcode
2018CBio...28E.733P
doi
10.1016/j.cub.2018.01.063
hdl
10400.1/11601
PMID
29456145
Zhang, Jian; et
al. (2020).
"The hornwort genome and early land plant evolution"
Nature Plants
(2):
107–
118.
Bibcode
2020NatPl...6..107Z
doi
10.1038/s41477-019-0588-4
PMC
7027989
PMID
32042158
Li, Fay Wei; et
al. (2020).
"Anthoceros genomes illuminate the origin of land plants and the unique biology of hornworts"
Nature Plants
(3):
259–
272.
Bibcode
2020NatPl...6..259L
doi
10.1038/s41477-020-0618-2
PMC
8075897
PMID
32170292
"Plant Cells, Chloroplasts, and Cell Walls"
Scitable by Nature Education
. Diakses tanggal
7 March
2023
Farabee, M. C.
"Plants and their Structure"
. Maricopa Community Colleges. Diarsipkan dari
asli
tanggal 22 October 2006
. Diakses tanggal
7 March
2023
Newton, John (4 March 2023).
"What Is the Photosynthesis Equation?"
Sciencing
. Diakses tanggal
7 March
2023
Reinhard, Christopher T.; Planavsky, Noah J.; Olson, Stephanie L.; et
al. (25 July 2016).
"Earth's oxygen cycle and the evolution of animal life"
Proceedings of the National Academy of Sciences
113
(32):
8933–
8938.
Bibcode
2016PNAS..113.8933R
doi
10.1073/pnas.1521544113
PMC
4987840
PMID
27457943
Field, C. B.; Behrenfeld, M. J.; Randerson, J. T.; Falkowski, P. (1998).
"Primary production of the biosphere: Integrating terrestrial and oceanic components"
Science
281
(5374):
237–
240.
Bibcode
1998Sci...281..237F
doi
10.1126/science.281.5374.237
PMID
9657713
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 25 September 2018
. Diakses tanggal
10 September
2018
Tivy, Joy (2014).
Biogeography: A Study of Plants in the Ecosphere
. Routledge. hlm.
31,
108–
110.
ISBN
978-1-317-89723-1
OCLC
1108871710
Qu, Xiao-Jian; Fan, Shou-Jin; Wicke, Susann; Yi, Ting-Shuang (2019).
"Plastome reduction in the only parasitic gymnosperm
Parasitaxus
is due to losses of photosynthesis but not housekeeping genes and apparently involves the secondary gain of a large inverted repeat"
Genome Biology and Evolution
11
(10):
2789–
2796.
doi
10.1093/gbe/evz187
PMC
6786476
PMID
31504501
Baucom, Regina S.; Heath, Katy D.; Chambers, Sally M. (2020).
"Plant–environment interactions from the lens of plant stress, reproduction, and mutualisms"
American Journal of Botany
107
(2). Wiley:
175–
178.
doi
10.1002/ajb2.1437
PMC
7186814
PMID
32060910
"Abiotic Factors"
. National Geographic
. Diakses tanggal
7 March
2023
Bareja, Ben (10 April 2022).
"Biotic Factors and Their Interaction With Plants"
Crops Review
. Diakses tanggal
7 March
2023
Ambroise, Valentin; Legay, Sylvain; Guerriero, Gea; et
al. (18 October 2019).
"The Roots of Plant Frost Hardiness and Tolerance"
Plant and Cell Physiology
61
(1):
3–
20.
doi
10.1093/pcp/pcz196
PMC
6977023
PMID
31626277
Roldán-Arjona, T.; Ariza, R. R. (2009).
"Repair and tolerance of oxidative DNA damage in plants"
Mutation Research
681
2–
3):
169–
179.
Bibcode
2009MRRMR.681..169R
doi
10.1016/j.mrrev.2008.07.003
PMID
18707020
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 23 September 2017
. Diakses tanggal
22 September
2017
Yang, Yun Young; Kim, Jae Geun (24 November 2016).
"The optimal balance between sexual and asexual reproduction in variable environments: a systematic review"
Journal of Ecology and Environment
40
(1).
doi
10.1186/s41610-016-0013-0
hdl
10371/100354
S2CID
257092048
"How Do Plants With Spores Reproduce?"
Sciencing
. 23 April 2018
. Diakses tanggal
7 March
2023
Barrett, S. C. H. (2002).
"The evolution of plant sexual diversity"
(PDF)
Nature Reviews Genetics
(4):
274–
284.
doi
10.1038/nrg776
PMID
11967552
S2CID
7424193
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 27 May 2013
. Diakses tanggal
7 March
2023
"Asexual reproduction in plants"
BBC Bitesize
. Diakses tanggal
7 March
2023
Kato, Hirotaka; Yasui, Yukiko; Ishizaki, Kimitsune (19 June 2020).
"Gemma cup and gemma development in Marchantia polymorpha"
New Phytologist
228
(2):
459–
465.
Bibcode
2020NewPh.228..459K
doi
10.1111/nph.16655
PMID
32390245
S2CID
218583032
Moody, Amber; Diggle, Pamela K.; Steingraeber, David A. (1999). "Developmental analysis of the evolutionary origin of vegetative propagules in Mimulus gemmiparus (Scrophulariaceae)".
American Journal of Botany
86
(11):
1512–
1522.
doi
10.2307/2656789
JSTOR
2656789
PMID
10562243
Song, W. Y.; et
al. (1995).
"A receptor kinase-like protein encoded by the rice disease resistance gene, XA21"
Science
270
(5243):
1804–
1806.
Bibcode
1995Sci...270.1804S
doi
10.1126/science.270.5243.1804
PMID
8525370
S2CID
10548988
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 7 November 2018
. Diakses tanggal
10 September
2018
Gomez-Gomez, L.; et
al. (2000).
"FLS2: an LRR receptor-like kinase involved in the perception of the bacterial elicitor flagellin in
Arabidopsis
Molecular Cell
(6):
1003–
1011.
doi
10.1016/S1097-2765(00)80265-8
PMID
10911994
Michael, Todd P.; Jackson, Scott (1 July 2013).
"The First 50 Plant Genomes"
The Plant Genome
(2): 0.
doi
10.3835/plantgenome2013.03.0001in
Brenchley, Rachel; Spannagl, Manuel; Pfeifer, Matthias; et
al. (29 November 2012).
"Analysis of the bread wheat genome using whole-genome shotgun sequencing"
Nature
491
(7426):
705–
710.
Bibcode
2012Natur.491..705B
doi
10.1038/nature11650
PMC
3510651
PMID
23192148
Arabidopsis Genome Initiative (14 December 2000).
"Analysis of the genome sequence of the flowering plant Arabidopsis thaliana"
Nature
408
(6814):
796–
815.
Bibcode
2000Natur.408..796T
doi
10.1038/35048692
PMID
11130711
Ibarra-Laclette, Enrique; Lyons, Eric; Hernández-Guzmán, Gustavo; et
al. (6 June 2013).
"Architecture and evolution of a minute plant genome"
Nature
498
(7452):
94–
98.
Bibcode
2013Natur.498...94I
doi
10.1038/nature12132
PMC
4972453
PMID
23665961
Nystedt, Björn; Street, Nathaniel R.; Wetterbom, Anna; et
al. (30 May 2013).
"The Norway spruce genome sequence and conifer genome evolution"
Nature
497
(7451):
579–
584.
Bibcode
2013Natur.497..579N
doi
10.1038/nature12211
hdl
1854/LU-4110028
PMID
23698360
Olson, David M.; Dinerstein, Eric; Wikramanayake, Eric D.; et
al. (2001).
"Terrestrial Ecoregions of the World: A New Map of Life on Earth"
BioScience
51
(11): 933.
doi
10.1641/0006-3568(2001)051
0933:teotwa
2.0.co
S2CID
26844434
Schulze, Ernst-Detlef; Beck, Erwin; Buchmann, Nina; Clemens, Stephan; Müller-Hohenstein, Klaus; Scherer-Lorenzen, Michael (3 May 2018). "Spatial Distribution of Plants and Plant Communities".
Plant Ecology
. Springer. hlm.
657–
688.
doi
10.1007/978-3-662-56233-8_18
ISBN
978-3-662-56231-4
"Lima Jenis Utama Bioma"
. National Geographic Education
. Diakses tanggal
7 March
2023
Lunau, Klaus (2004).
"Adaptive radiation and coevolution — pollination biology case studies"
Organisms Diversity & Evolution
(3):
207–
224.
Bibcode
2004ODivE...4..207L
doi
10.1016/j.ode.2004.02.002
Schaefer, H. Martin;
Ruxton, Graeme D.
(2011-04-07). "Animals as seed dispersers".
Plant-Animal Communication
Oxford University Press
. hlm.
48–
67.
doi
10.1093/acprof:osobl/9780199563609.003.0003
ISBN
978-0-19-956360-9
Speight, Martin R.; Hunter, Mark D.; Watt, Allan D. (2008).
Ecology of Insects
(Edisi 2nd).
Wiley-Blackwell
. hlm.
212
–216.
ISBN
978-1-4051-3114-8
Deacon, Jim.
"The Microbial World: Mycorrhizas"
bio.ed.ac.uk (archived)
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2018-04-27
. Diakses tanggal
11 January
2019
Lyons, P. C.; Plattner, R. D.; Bacon, C. W. (1986).
"Occurrence of peptide and clavine ergot alkaloids in tall fescue grass"
Science
232
(4749):
487–
489.
Bibcode
1986Sci...232..487L
doi
10.1126/science.3008328
PMID
3008328
Fullick, Ann (2006).
Feeding Relationships
(dalam bahasa Inggris). Heinemann-Raintree Library.
ISBN
978-1-4034-7521-3
Wagner, Stephen (2011).
"Biological Nitrogen Fixation"
Nature Education Knowledge
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 17 March 2020
. Diakses tanggal
6 November
2017
Kokla, Anna; Melnyk, Charles W. (2018).
"Developing a thief: Haustoria formation in parasitic plants"
Developmental Biology
442
(1):
53–
59.
doi
10.1016/j.ydbio.2018.06.013
PMID
29935146
S2CID
49394142
Zotz, Gerhard (2016).
Plants on Plants: the biology of vascular epiphytes
. Cham, Switzerland:
Springer International
. hlm.
1–12 (Introduction), 267–272 (Epilogue: The Epiphyte Syndrome).
ISBN
978-3-319-81847-4
OCLC
959553277
Frank, Howard (October 2000).
"Bromeliad Phytotelmata"
University of Florida
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 20 August 2009.
Ellison, Aaron; Adamec, Lubomir (2018). "Introduction: What is a carnivorous plant?".
Carnivorous Plants: Physiology, Ecology, and Evolution
(Edisi First).
Oxford University Press
. hlm.
3–
4.
ISBN
978-0-1988-3372-7
Keddy, Paul A.; Cahill, James (2012).
"Competition in Plant Communities"
Oxford Bibliographies Online
doi
10.1093/obo/9780199830060-0009
ISBN
978-0-19-983006-0
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 26 January 2021
. Diakses tanggal
2021-02-16
Pocheville, Arnaud (January 2015).
"The Ecological Niche: History and Recent Controversies"
Handbook of Evolutionary Thinking in the Sciences
. hlm.
547–
586.
doi
10.1007/978-94-017-9014-7_26
ISBN
978-94-017-9013-0
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 15 January 2022
. Diakses tanggal
16 February
2021
Casper, Brenda B.; Jackson, Robert B. (November 1997).
"Plant Competition Underground"
Annual Review of Ecology and Systematics
28
(1):
545–
570.
Bibcode
1997AnRES..28..545C
doi
10.1146/annurev.ecolsys.28.1.545
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 25 May 2021
. Diakses tanggal
16 February
2021
Craine, Joseph M.; Dybzinski, Ray (2013).
"Mechanisms of plant competition for nutrients, water and light"
Functional Ecology
27
(4):
833–
840.
Bibcode
2013FuEco..27..833C
doi
10.1111/1365-2435.12081
S2CID
83776710
Oborny, Beáta; Kun, Ádám; Czárán, Tamás; Bokros, Szilárd (2000).
"The Effect of Clonal Integration on Plant Competition for Mosaic Habitat Space"
Ecology
81
(12):
3291–
3304.
doi
10.1890/0012-9658(2000)081
3291:TEOCIO
2.0.CO
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 18 April 2021
. Diakses tanggal
19 February
2021
Wrench, Jason S. (9 January 2013).
Workplace Communication for the 21st Century: Tools and Strategies that Impact the Bottom Line
2 volumes
: Tools and Strategies That Impact the Bottom Line
. ABC-CLIO.
ISBN
978-0-3133-9632-8
Agricultural Research Service
(1903).
Report on the Agricultural Experiment Stations
. U.S. Government Printing Office.
"The Development of Agriculture"
National Geographic
. 2016. Diarsipkan dari
asli
tanggal 14 April 2016
. Diakses tanggal
1 October
2017
"Food and drink"
Kebun Raya Kew
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 28 March 2014
. Diakses tanggal
1 October
2017
Hopper, Stephen D. (2015), "Royal Botanic Gardens Kew",
Encyclopedia of Life Sciences
, Wiley, hlm.
1–
9,
doi
10.1002/9780470015902.a0024933
ISBN
978-0-470-01590-2
Kochhar, S. L. (31 May 2016).
"Ethnobotany"
Economic Botany: A Comprehensive Study
Cambridge University Press
. hlm.
644.
ISBN
978-1-3166-7539-7
"Chemicals from Plants"
. Cambridge University Botanic Garden. Diarsipkan dari
asli
tanggal 9 December 2017
. Diakses tanggal
9 December
2017
Rincian mengenai setiap tumbuhan dan senyawa yang dihasilkannya dijelaskan dalam subhalaman terkait.
Tapsell, L. C.; Hemphill, I.; Cobiac, L. (August 2006).
"Health benefits of herbs and spices: the past, the present, the future"
Medical Journal of Australia
185
(4 Supplement): S4–24.
doi
10.5694/j.1326-5377.2006.tb00548.x
hdl
2440/22802
PMID
17022438
S2CID
9769230
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 31 October 2020
. Diakses tanggal
24 August
2020
Lai, P. K.; Roy, J. (June 2004). "Antimicrobial and chemopreventive properties of herbs and spices".
Current Medicinal Chemistry
11
(11):
1451–
1460.
doi
10.2174/0929867043365107
PMID
15180577
"Greek Medicine"
. National Institutes of Health, USA. 16 September 2002.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 9 November 2013
. Diakses tanggal
22 May
2014
Hefferon, Kathleen (2012).
Let Thy Food Be Thy Medicine
. Oxford University Press. hlm.
46.
ISBN
978-0-1998-7398-2
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 1 August 2020
. Diakses tanggal
9 December
2017
Rooney, Anne
(2009).
The Story of Medicine
. Arcturus Publishing. hlm.
143.
ISBN
978-1-8485-8039-8
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 1 August 2020
. Diakses tanggal
9 December
2017
"Industrial Crop Production"
. Grace Communications Foundation. 2016.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 10 June 2016
. Diakses tanggal
20 June
2016
Industrial Crops and Products
An International Journal"
. Elsevier.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 2 October 2017
. Diakses tanggal
2016-06-20
Cruz, Von Mark V.; Dierig, David A. (2014).
Industrial Crops: Breeding for BioEnergy and Bioproducts
. Springer. hlm.
9 and passim.
ISBN
978-1-4939-1447-0
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 22 April 2017
. Diakses tanggal
1 October
2017
Sato, Motoaki (1990). "Thermochemistry of the formation of fossil fuels".
Fluid-Mineral Interactions: A Tribute to H. P. Eugster, Special Publication No. 2
(PDF)
. The Geochemical Society.
Diarsipkan
(PDF)
dari versi aslinya tanggal 20 September 2015
. Diakses tanggal
1 October
2017
Miller, G.; Spoolman, Scott (2007).
Environmental Science: Problems, Connections and Solutions
. Cengage Learning.
ISBN
978-0-495-38337-6
. Diakses tanggal
14 April
2018
Ahuja, Satinder (2015).
Food, Energy, and Water: The Chemistry Connection
Elsevier
ISBN
978-0-12-800374-9
. Diakses tanggal
14 April
2018
Sixta, Herbert, ed. (2006).
Handbook of pulp
. Vol.
1. Winheim, Germany: Wiley-VCH. hlm.
9.
ISBN
978-3-527-30997-9
"Natural fibres"
Discover Natural Fibres
. 2009. Diarsipkan dari
asli
tanggal 20 July 2016.
Sosnoski, Daniel (1996).
Introduction to Japanese culture
Tuttle
. hlm.
12
ISBN
978-0-8048-2056-1
. Diakses tanggal
13 December
2017
"History of the Cherry Blossom Trees and Festival"
National Cherry Blossom Festival: About
. National Cherry Blossom Festival. Diarsipkan dari
asli
tanggal 14 March 2016
. Diakses tanggal
22 March
2016
Lambert, Tim (2014).
"A Brief History of Gardening"
BBC
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 9 June 2016
. Diakses tanggal
21 June
2016
Mason, Matthew G.
"Introduction to Botany"
Environmental Science
. Diakses tanggal
6 June
2023
Blumberg, Roger B.
"Mendel's Paper in English"
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 13 January 2016
. Diakses tanggal
9 December
2017
"Barbara McClintock: A Brief Biographical Sketch"
. WebCite. Diarsipkan dari
asli
tanggal 27 September 2011
. Diakses tanggal
21 June
2016
"About Arabidopsis"
. TAIR.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 22 October 2016
. Diakses tanggal
21 June
2016
Bauer, Bruce (29 November 2018).
"How Tree Rings Tell Time and Climate History"
Climate.gov
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 12 August 2021.
Cleal, Christopher J.; Thomas, Barry A. (2019).
Introduction to Plant Fossils
Cambridge University Press
. hlm.
13.
ISBN
978-1-1084-8344-5
Leitten, Rebecca Rose.
"Plant Myths and Legends"
. Cornell University Liberty Hyde Bailey Conservatory. Diarsipkan dari
asli
tanggal 7 August 2016
. Diakses tanggal
20 June
2016
"Seven of the most sacred plants in the world"
. BBC.
Diarsipkan
dari versi aslinya tanggal 20 September 2020
. Diakses tanggal
12 October
2020
"Literary Plants"
Nature Plants
(11): 15181. 3 November 2015.
Bibcode
2015NatPl...115181.
doi
10.1038/nplants.2015.181
PMID
27251545
Annus, Amar (2009). "Review Article. The Folk-Tales of Iraq and the Literary Traditions of Ancient Mesopotamia".
Journal of Ancient Near Eastern Religions
(1):
87–
99.
doi
10.1163/156921209X449170
Wittkower, Rudolf (1939). "Eagle and Serpent. A Study in the Migration of Symbols".
Journal of the Warburg Institute
(4):
293–
325.
doi
10.2307/750041
JSTOR
750041
S2CID
195042671
Giovino, Mariana (2007).
The Assyrian Sacred Tree: A History of Interpretations
. Saint-Paul. hlm.
129.
ISBN
978-3-7278-1602-4
"Textile with Birds and Horned Quadrupeds Flanking a Tree of Life"
Metropolitan Museum of Art
. Diakses tanggal
21 August
2023
Fogden, Michael; Fogden, Patricia (2018).
The Natural History of Flowers
Texas A&M University Press
. hlm.
1.
ISBN
978-1-6234-9644-9
"Botanical Imagery in European Painting"
Metropolitan Museum of Art
. August 2007
. Diakses tanggal
19 June
2016
Raymond, Francine (12 March 2013).
"Why botanical art is still blooming today"
The Daily Telegraph
. Diakses tanggal
19 June
2016
Harlan, J. R.; deWet, J. M. (1965). "Some thoughts about weeds".
Economic Botany
19
(1):
16–
24.
Bibcode
1965EcBot..19...16H
doi
10.1007/BF02971181
S2CID
28399160
Davis, Mark A.; Thompson, Ken (2000). "Eight Ways to be a Colonizer; Two Ways to be an Invader: A Proposed Nomenclature Scheme for Invasion Ecology".
Bulletin of the Ecological Society of America
81
(3).
Ecological Society of America
226–
230.
"Cause of Environmental Allergies"
NIAID
. April 22, 2015. Diarsipkan dari
asli
tanggal June 17, 2015
. Diakses tanggal
June 17,
2015
"Biochemical defenses: secondary metabolites"
Plant Defense Systems & Medicinal Botany
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2007-07-03
. Diakses tanggal
2007-05-21
Bevan-Jones, Robert (2009-08-01).
Poisonous Plants: A Cultural and Social History
. Windgather Press.
ISBN
978-1-909686-22-9
Livestock-Poisoning Plants of California
. UCANR Publications.
ISBN
978-1-60107-674-8
Crosby, Donald G. (2004-04-01).
The Poisoned Weed: Plants Toxic to Skin
(dalam bahasa Inggris). Oxford University Press.
ISBN
978-0-19-028870-9
Grodzinskii, A. M. (2016-03-01).
Allelopathy in the Life of Plants and their Communities
. Scientific Publishers.
ISBN
978-93-86102-04-1
Pranala luar
sunting
sunting sumber
Cari tahu mengenai Plants pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
Definisi dan terjemahan
dari Wiktionary
Gambar dan media
dari Commons
Kutipan
dari Wikiquote
Teks sumber
dari Wikisource
Buku
dari Wikibuku
Direktori spesies Plantae
dari Wikispecies
Wikibooks
Dichotomous Key
memiliki halaman di:
Plantae
Jones, T. M., Reid, C. S., Urbatsch, L. E.
"Visual study of divisional Plantae"
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2020-04-13
. Diakses tanggal
2015-06-28
Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (
link
(membutuhkan
Microsoft Silverlight
Tumbuhan
di
Encyclopedia of Life
Chaw, S.-M.; et
al. (1997).
"Molecular Phylogeny of Extant Gymnosperms and Seed Plant Evolution: Analysis of Nuclear 18s rRNA Sequences"
(PDF)
Molec. Biol. Evol
14
(1):
56–
68.
doi
10.1093/oxfordjournals.molbev.a025702
PMID
9000754
. Diarsipkan dari
asli
(PDF)
tanggal 2005-01-24
. Diakses tanggal
2015-06-28
Index Nominum Algarum
Interactive Cronquist classification
Diarsipkan
2006-02-10 di
Wayback Machine
Plant Resources of Tropical Africa
Diarsipkan
2010-06-11 di
Wayback Machine
Tree of Life
Diarsipkan
2015-06-30 di
Wayback Machine
Basis data botani dan vegetasi
African Plants Initiative database
pranala nonaktif permanen
Australia
Chilean plants at
Chilebosque
e-Floras (Flora of China, Flora of North America and others)
Flora Europaea
Flora of Central Europe
(Jerman)
Flora of North America
List of Japanese Wild Plants Online
Meet the Plants-National Tropical Botanical Garden
Diarsipkan
2007-06-16 di
Wayback Machine
Lady Bird Johnson Wildflower Center - Native Plant Information Network at University of Texas, Austin
The Plant List
United States Department of Agriculture
not limited to continental US species
Kingdom
Plantae
Eukariotik
Multiseluler
Autotrof
Klorofil
Tumbuhan berspora
Bryophyta
Bryopsida
Marchantiophyta/Hepaticophyta
Anthocerotophyta
Pteridophyta
Psilophyta
Lycophyta
Spenophyta/Equisetophyta
Pterophyta/Filiciinae
Tumbuhan berbiji
Spermatophyta
Gymnospermae
Pinophyta/Coniferophyta
Cycadophyta
Ginkgophyta
Gnetophyta
Angiospermae
Dicotyledoneae/Magnoliopsida
Monocotyledoneae/Liliopsida
Klasifikasi
Archaeplastida
Plantae
sensu lato
Domain
Arkea
Bakteria
Eukaryota
Kerajaan
Tumbuhan
Hacrobia
Heterokontophyta
Alveolata
Rhizaria
Excavata
Amoebozoa
Hewan
Fungi
Rhodophyta
Cyanidiophyceae
Porphyridiophyceae
Compsopogonophyceae
Stylonematophyceae
Rhodellophyceae
Bangiophyceae
Florideophyceae
Hildenbrandiales
Acrochaetiales
Nemaliales
Batrachospermales
Corallinales
Gelidiales
Gracilariales
Ceramiales
Glaucocystophyceae
Glaucocystis
Cyanophora
Gloeochaeta
Viridiplantae
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta
Alga hijau
(I)
Prasinophyceae
UTC clade
Ulvophyceae
Trebouxiophyceae
Chlorophyceae
Streptophyta
Charophyta
Alga hijau
(II)
Charales
Coleochaetales
Desmidiales
Klebsormidiales
Mesostigmatales
Zygnematales
Embryophyta
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
tumbuhan darat
tidak berpembuluh
Marchantiophyta
Anthocerotophyta
Musci
(Bryophyta
sensu stricto
Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Isoetopsida
Isoetales
Selaginellales
Lycopodiopsida
Lycopodiales
Euphyllophyta
Monilophyta
Equisetopsida
Filicopsida
Psilotopsida
Spermatophyta
Gymnospermae
Pinophyta
Cycadophyta
Ginkgophyta
Gnetophyta
Magnoliophyta
Lihat pula:
daftar ordo tumbuhan
Klasifikasi
Eukariota
Domain
Arkea
Bakteria
Eukaryota
Kerajaan
Tumbuhan
Hacrobia
Heterokontophyta
Alveolata
Rhizaria
Excavata
Amoebozoa
Hewan
Fungi
Amorphea
Amoebozoa
Discosea
Tubulinea
Eumycetozoa
Variosea
Archamoebea
Cutosea
Obazoa
Apusomonadida
Breviatea
Opisthokonta
Holomycota
Rotosphaerida
Fungi
Holozoa
Tunicaraptor
Bicellum
Ichthyosporea
Pluriformea
Filozoa
Filasterea
Choanozoa
Choanoflagellata
Animalia
Diaphoretickes
Provora
Haptista
Centroplasthelida
Haptophyta
TSAR
Telonemia
SAR
Rhizaria
Cercozoa
Endomyxa
Foraminifera
Radiolaria
Alveolata
Colponemida
Ciliophora
Myzozoa
Apicomplexa
Colpodellida
Dinoflagellata
Perkinsozoa
Stramenopila
Platysulcus
Bigyra
Bicosoecida
Placidozoa
Sagenista
Gyrista
Developea
Pirsoniales
Hyphochytriomycetes
Ochrophyta
Oomycetes
Actinophryida
CAM
Pan-Cryptista
Microheliella
Cryptista
Palpitomonas
Katablepharida
Cryptophyta
Archaeplastida
Glaucophyta
Picozoa
Rhodelphidia
Rhodophyta
Viridiplantae
tumbuhan
sensu lato
Prasinodermophyta
Chlorophyta
Streptophyta
Chlorokybus
Mesostigma
Klebsormidiophyceae
Charophyceae
Coleochaetophyceae
Zygnematophyceae
Embryophyta
Excavates
Discoba
Jakobida
Tsukubamonas
Discicristata
Heterolobosea
Euglenozoa
Metamonada
Barthelona
Anaeramoebae
Anaeromonada
Fornicata
Parabasalia
Malawimonada
Malawimonadidae
Imasidae
Incertae sedis
Acritarchs
Grypania
Mikrobiota Gunflint
Chitinozoa
Meteora sporadica
Hemimastigophora
Spironemidae
Spironematellidae
Ancyromonadida
Ancyromonadidae
Planomonadidae
CRuMs
Collodictyonidae
Mantamonadida
Rigifilida
Kingdom
tradisional dikecualikan dari
protista
*kelompok
parafiletik
tebal
menandai kelompok dengan lebih dari 1000 spesies
Filum
divisi
kehidupan
yang masih ada menurut
domain
Bacteria
Acidobacteria
Actinobacteria
Aquificae
Bacteroidetes
Chlamydiae
Chlorobi
Chloroflexi
Chrysiogenetes
Cyanobacteria
Deferribacteres
Deinococcus-Thermus
Dictyoglomi
Fibrobacteres
Firmicutes
Fusobacteria
Gemmatimonadetes
Nitrospirae
Planctomycetes
Proteobacteria
Spirochaetes
Thermodesulfobacteria
Thermomicrobia
Thermotogae
Verrucomicrobia
Archaea
Crenarchaeota
Euryarchaeota
Korarchaeota
Nanoarchaeota
Archaeal Richmond Mine Acidophilic Nanoorganisms
Eukaryota
Protista
Heterokontophyta
Haptophyta
Cryptophyta
Ciliophora
Apicomplexa
Dinoflagellata
Euglenozoa
Percolozoa
Metamonada
Radiolaria
Foraminifera
Cercozoa
Rhodophyta
Glaucophyta
Amoebozoa
Fungi
Chytridiomycota
Blastocladiomycota
Neocallimastigomycota
Glomeromycota
Zygomycota
Ascomycota
Basidiomycota
Plantae
Chlorophyta
Charophyta
Marchantiophyta
Anthocerotophyta
Bryophyta
Lycopodiophyta
Pteridophyta
Cycadophyta
Ginkgophyta
Pinophyta
Gnetophyta
Magnoliophyta
Animalia
Porifera
Ctenophora
Placozoa
Cnidaria
Xenacoelomorpha
Chordata
Hemichordata
Echinodermata
Chaetognatha
Kinorhyncha
Loricifera
Priapulida
Nematoda
Nematomorpha
Onychophora
Tardigrada
Arthropoda
Platyhelminthes
Gastrotricha
Orthonectida
Dicyemida
Rotifera
Acanthocephala
Gnathostomulida
Micrognathozoa
Cycliophora
Nemertea
Phoronida
Bryozoa
Entoprocta
Brachiopoda
Mollusca
Annelida
Sipuncula
Incertae sedis
Parakaryon
Pengidentifikasi takson
Plantae
Wikidata
Q756
Wikispecies
Plantae
AlgaeBase
APNI
54717
BioLib:
14871
CoL
EoL
281
EPPO
1PLAK
GBIF
iNaturalist
47126
ISC
107789
ITIS
202422
MycoBank
514430
NZOR:
3ead4965-50d6-4373-a616-240cc151c611
Open Tree of Life
5268475
Paleobiology Database
54311
Paleobiology Database
151418
PPE:
plantae
VicFlora
da1de22e-1d65-4197-9f4c-38ca39b964af
WoRMS
Basis data pengawasan otoritas
Internasional
GND
FAST
Nasional
Amerika Serikat
Prancis
Data BnF
Jepang
Republik Ceko
Spanyol
Lain-lain
IdRef
NARA
Diperoleh dari "
Kategori
Halaman yang menggunakan format tanda kimia usang
Tumbuhan
Eukariota
Makhluk hidup
Kategori tersembunyi:
Galat CS1: parameter tidak didukung
Pages using multiple image with auto scaled images
Artikel dengan format mikro 'spesies'
Halaman dengan automatic taxobox yang tidak memanggil butir Wikidata
Halaman dengan automatic taxobox
CS1 sumber berbahasa Latin (la)
Templat webarchive tautan wayback
Articles with hatnote templates targeting a nonexistent page
CS1 sumber berbahasa Inggris (en)
Artikel mengandung teks Latin
Lang and lang-xx using deprecated ISO 639 codes
Portal templates with redlinked portals
Galat CS1: periode hilang
Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list
Galat CS1: penggunaan et al.
Artikel dengan pranala luar nonaktif
Artikel dengan pranala luar nonaktif Maret 2021
Artikel dengan pranala luar nonaktif permanen
Tumbuhan
Bagian baru
US