🎬

Hari Qingming: Festival Tradisional untuk Menghormati Leluhur dengan Hati-hati Mengakhiri dan Mengenang Masa Lalu

清明节
Year
2024
Views
67

Synopsis

Qingming Festival adalah salah satu dari 24 titik balik matahari tradisional Tiongkok, sekaligus hari peringatan leluhur yang paling penting. Setiap tahun pada tanggal 4 atau 5 April kalender Masehi, orang-orang membersihkan makam, mempersembahkan penghormatan kepada leluhur, serta berwisata ke pedesaan pada hari ini, yang mencerminkan tradisi budaya Tionghoa dalam menghormati leluhur dan merenungkan asal-usul.

Asal Usul dan Sejarah Festival Qingming

Festival Qingming, juga dikenal sebagai Festival Tamasya Musim Semi, Festival Bersih-Bersih, Festival Bulan Ketiga, dan Festival Sembahyang Leluhur, adalah salah satu dari 24 titik balik matahari tradisional Tiongkok dan juga hari raya sembahyang terpenting bagi bangsa Tionghoa. Festival Qingming biasanya jatuh antara tanggal 4, 5, atau 6 April dalam kalender Masehi. Pada tahun 2024, Festival Qingming jatuh pada tanggal 4 April. Nama festival ini berasal dari gambaran "jernih dan terang", menandai datangnya musim semi di mana bunga-bunga bermekaran dan segala sesuatu hidup kembali.

Sejarah Festival Qingming sangat panjang, awalnya berasal dari Festival Makanan Dingin kuno. Menurut catatan sejarah, Festival Makanan Dingin didirikan untuk mengenang Jie Zitui, seorang menteri setia dari Negara Jin pada periode Musim Semi dan Gugur. Legenda mengatakan bahwa selama pengasingan Pangeran Chong'er dari Jin, Jie Zitui memotong daging pahanya untuk memberi makan tuannya, menunjukkan kesetiaan yang luar biasa. Setelah Chong'er berhasil merebut kembali takhta dan menjadi Adipati Wen dari Jin, Jie Zitui menolak imbalan dan jabatan, memilih untuk hidup menyendiri bersama ibunya di Gunung Mian. Untuk memaksanya keluar, Adipati Wen memerintahkan untuk membakar gunung tersebut. Namun, Jie Zitui tetap bertahan dan akhirnya tewas dalam kebakaran. Untuk mengenangnya, Adipati Wen memerintahkan larangan menyalakan api dan hanya makan makanan dingin pada hari kematian Jie Zitui, yang menjadi asal usul Festival Makanan Dingin.

Seiring perkembangan sejarah, Festival Makanan Dingin dan titik balik matahari Qingming secara bertahap menyatu. Pada masa Dinasti Tang, Festival Qingming secara resmi menjadi hari raya independen dan secara bertahap berevolusi menjadi festival komprehensif dengan inti kegiatan berupa sembahyang dan pembersihan makam leluhur.

Tradisi Festival Qingming

Menyapu Makam dan Menyembah Leluhur adalah salah satu tradisi terpenting Festival Qingming. Pada hari ini, orang-orang akan pulang ke kampung halaman, membawa makanan, minuman, buah-buahan, uang kertas, dan barang-barang lainnya ke makam leluhur untuk melakukan ritual penghormatan dan perawatan. Mereka membersihkan rumput liar dan sampah di sekitar makam, memperbaiki batu nisan, mempersembahkan makanan, dan membakar uang kertas sebagai ungkapan kerinduan dan penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini mencerminkan kebajikan tradisional bangsa Tionghoa "menghormati yang telah pergi dan mengenang yang jauh", mewariskan budaya bakti dan konsep keluarga.

Tamasya Musim Semi adalah tradisi penting lainnya selama Festival Qingming. Karena Qingming bertepatan dengan musim semi yang penuh bunga, selain bersembahyang, orang-orang akan pergi ke pinggiran kota untuk menikmati pemandangan musim semi dan merasakan vitalitas alam. Kegiatan ini disebut "taqing" atau "mencari musim semi", mencerminkan konsep harmoni antara manusia dan alam.

Menancapkan Ranting Willow juga merupakan salah satu tradisi Festival Qingming. Ada pepatah rakyat yang berbunyi, "Jika tidak menancapkan willow di Qingming, wajah cantik akan berubah menjadi kepala beruban." Pada hari ini, orang-orang akan menancapkan ranting willow di depan pintu atau di samping makam untuk mengungkapkan kesedihan atas kepergian orang yang dicintai, sekaligus melambangkan kelangsungan hidup.

Makanan Tradisional Festival Qingming

Selama Festival Qingming, setiap daerah memiliki makanan tradisional yang unik. Di wilayah Jiangnan, orang-orang memiliki kebiasaan makan Qingtuan. Qingtuan adalah kue berwarna hijau yang terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan jus daun mugwort atau jus rumput barley, diisi dengan pasta kacang merah, wijen, dan isian lainnya. Dinamakan demikian karena penampilannya yang berwarna hijau. Qingtuan harum, lembut, dan kenyal, merupakan makanan musiman yang tak terpisahkan selama musim Qingming.

Selain itu, di beberapa daerah juga ada kebiasaan makan makanan tradisional seperti Sanzi dan bubur makanan dingin. Sanzi adalah makanan yang digoreng, berwarna keemasan dan renyah; sedangkan bubur makanan dingin adalah bubur yang dibuat dari berbagai bahan, mengandung kenangan sejarah bagi masyarakat.

Makna Budaya Festival Qingming

Festival Qingming bukan hanya hari raya tradisional, tetapi juga pembawa penting budaya Tionghoa. Festival ini memuat konsep bakti, kesadaran keluarga, dan identitas budaya yang telah terbentuk oleh bangsa Tionghoa selama ribuan tahun. Melalui ritual menyapu makam dan menyembah leluhur, orang-orang mengungkapkan rasa syukur dan kerinduan kepada para leluhur, mewariskan sejarah keluarga, dan menjaga ikatan keluarga. Pada saat yang sama, kegiatan tamasya musim semi juga mencerminkan kebijaksanaan ekologis tentang hidup harmonis antara manusia dan alam.

Dalam masyarakat kontemporer, makna Festival Qingming telah diperluas dan dikembangkan lebih lanjut. Festival ini tidak hanya menjadi hari untuk mengenang leluhur, tetapi juga menjadi momen penting untuk pendidikan patriotik dan pewarisan budaya nasional. Sejak tahun 2008, Festival Qingming ditetapkan sebagai hari libur nasional di Tiongkok, sehingga festival tradisional ini mendapatkan perlindungan dan pewarisan yang lebih baik.

Referensi

Sumber Judul Tautan
China Daily Qingming Festival: A traditional Chinese holiday https://www.chinadaily.com.cn/
China.org.cn Qingming Festival http://www.china.org.cn/
People's Daily Asal Usul dan Tradisi Festival Qingming http://paper.people.com.cn/
Situs Warisan Budaya Nonbendawi Tiongkok Festival Qingming https://www.ihchina.cn/

Available in other languages

Comments (0)